Just Patty

Just-patty

Tittle : Just Patty

Penulis : Jean Webster

Genre : Novel Klasik 

Category: Novel Terjemahan 

Pages : 270 halaman

Price : Rp 60.000

Published : Cetakan I, April 2010

Penerjemah: Rien Chaerani  

Penerbit: Lingkar Pena Publishing House (Orange Books) 

ISBN: 978-602-8436-83-0 


“Menyebalkan!” kata Prisilla.

“Keterlaluan!” kata Conny.

“Kurang ajar!” kata Patty.

“Beraninya mereka memisahkan kita setelah tiga tahun kita bersama-sama…”

“Dan rasanya kita tidak terlalu nakal tahun kemarin. Banyak gadis lain yang mendapat lebih banyak nilai pelanggaran.”

“Kenakalan kita memang agak mencolok saja,” Patty mengakui.

“Tapi kita berkelakuan sangat baik tiga mingggu terakhir,” sergah Conny.

Ya, Patty dan kedua sahabatnya, Connie Wilder dan Priscilla, memang memilki reputasi sebagai gadis-gadis yang bandel di asrama SMA St. Ursula, AS. Tapi uniknya, mereka juga adalah gadis-gadsi yang cerdas.

Setelah beberapa tahun bersama, Miss Lord-guru bahasa Latin mereka-meminta kepala sekolah untuk memisahkan gadis itu di tahun terakhir, agar mereka tak lagi menjadi teman sekamar.

Patty dan kedua sahabatnya tidak terima. Mereka pun mengusahakan agar tetap bersatu, kembali menjadi roommate. Cara-cara yang mereka tempu sangat banyak akal dan kocak.

Keisengan dan kenakalan ketiga gadis itu berlanjut. Dan pada “pesta tengah malam”, hingga menjodohkan guru olahraga mereka Miss Jellings, dengan Mr. Gilroy.

Novel yang sangat menawan tentang persahabatan, kenakalan, dan tentu, kecerdasan gadis-gadis muda di awal abad ke-20.

Pertama kali baca sinopsisnya, aku pikir novel ini bercerita tentang keseluruhan cerita yang menyatu (maksudku bukan kumcer) eh ternyata kumcer toh… tapi masih dengan tokoh yang sama kok… Patty, Priscilla, dan Conny. Mereka bertiga adalah siswi dari SMA St. Ursula, sekolah berasrama. Dari sinopsis diatas udah tergambar jelas bercerita tentang apa novel ini, jadi aku cuma mengulas lagi aja tanpa bikin spoiler kok, hehe…

Ketiganya adalah sahabat yang tidak bisa dan tidak akan mudah untuk dipisahkan x)

Karena apa? karena menurut mereka hanya merekalah yang memiliki kehidupan yang lancar tanpa punya masalah pribadi yang berarti, tidak seperti teman-teman sekolahnya yang lain, yang memiliki banyak kekurangan dan selalu saja sibuk sendiri dengan kelemahan mereka.

Mereka bertiga selalu punya ide untuk melakukan hal-hal konyol, membuat seisi sekolah ini gempar dan dibuat pusing dengan tingkah mereka, sampai-sampai Nona Lord/Nyonya Bangsawan sendiri harus turun tangan untuk menghentikan tingkah mereka yang sangat menggangu jalannya pembelajaran di sekolah.

Nyonya Lord menyuruh mereka untuk berpisah kamar. Tentu saja mereka menolak, tidak bisa meninggalkan Lorong Firdaus. Lorong Firdaus adalah julukan bagi markas besar mereka, kamar mereka! Mereka tidak mau berpisah meninggalkan lorong ini, lorong yang sudah menjadi saksi bisu mengawasi mereka.

Tapi apa yang harus dilakukan? Mereka tidak bisa menolak perintah Nyonya Lord, sehingga  dengan terpaksa mereka pun berpisah kamar.

Semua guru pikir dengan mereka bertiga terpisah, mereka tidak akan membuat ulah lagi. Awalnya memang begitu, karena Patty, Prisilla, Conny belum terbiasa untuk berpisah seperti ini (tidak bisa bertukar pikiran lebih dekat… itu sangat menyiksa bagi mereka). Apalagi harus sekamar dengan orang yang tidak mereka sukai, banyak sekali kekurangan yang tidak bisa mereka terima dari teman sekamar barunya.

Memang bukan tanpa alasan Nyonya Lord memisahkan mereka dan menyatukannya dengan murid lain, Nyonya Lord menginginkan Patty, Priscilla, dan Cony bisa akrab dengan teman lainnya, juga ia ingin supaya tiga bersahabat itu membantu teman-temannya untuk bisa menghadapi kekurangan yang mereka milki, supaya mereka tidak merasa diri mereka aneh atau berbeda dengan yang lain. Tugas yang cukup rumit, sulit dan menyebalkan bagi Patty, Priscilla, dan Cony…

Tapi yang namanya Patty, apa sih yang nggak? Semua dalang/ tokoh dibalik semua ulah yang terjadi di sekolah adalah berasal dari Patty. Walaupun mereka tidak sekamar ternyata masing-masing diantara mereka bertiga bisa menyelesaikan masalah demi masalah dengan hal yang tidak terduga, seperti berpetualang ke dunia yang sebelumnya belum pernah mereka temui…

Sedikit rumit memang&hel
lip; tapi ceritanya bagus. Aku suka dengan ceritanya yang begitu mengalir namun berbeda plot… buku ini membawa kamu ke dunia petualang yang nyata, gak seperti HarPot yang fantasy, ini lebih real…

Beberapa cerita petualangan Patty yang aku suka:

  • Mogok Belajar Serikat Virgil
  • Bawang & Anggrek
  • Kue Sitrun & Kunci Inggris
  • Jejak Gispi

Ini cuma sebagian cerita yang ku suka^^

Oya, di novel ini aku suka adegan yang setiap kali si tokoh berbicara Porkem di lingkungan St. Ursula maka harus didenda 1 sen (mungkin kalau di Korea, Porkem itu maksudnya Banmal kali ya :D)

Alhamdulillah gak ada typo sama sekali, great!!

Quotes yang ku sukai:

“Hal paling menyenangkan di dunia adalah berlari dari hal-hal yang seharusnya kau kerjakan.” – Patty. 

Aku kasih 4 bintang untuk Patty yang cerdik 🙂 

 

Cover novel aslinya

1738699

Tentang Penulis

Webster

Alice Jane Chandler Webster, atau lebih dikenal dengan Jean Webster, lahir di Fredonia, New York, 24 Juli 1876. Jean adalah anak tertua dari Charles Luther Webster dan Annie Moffet Webster. Ibu Jean adalah keponakan dari Mark Twain, pengarang terkenal Amerika.

Jean menghabiskan masa kanak-kanaknya dalam pengasuhan ibu, nenek, dan nenek buyutnya, yang tinggal satu atap. Neneknya adalah pejuang persamaan ras dan hak pilih bagi wanita.

Pada tahun 1894 hingga 1896, Jean menuntut ilmu di Lady Jane Grey School di Binghamton. Selama sekolah disinilah, Jean mendapat banyak inspirasi untuk novelnya Just Patty. Dari setting sekolah, nama-nama ruang (Sky Parlour, Paradise Alley/Lorong Firdaus), seragam sekolah, hingga jadwal harian para gadis dan guru-guru. Just Patty terbit tahun 1911.

Vassar College adalah tempat Jean menuntut ilmu selepas dari Lay Jane Grey School. Jean mengabil studi Bahasa Inggris dan Ekonomi. Di Vassar College, yang saat itu merupakan sekolah khusus perempuan, Jean mulai tertarik dengan siu-isu sosial. Pengalamannya kulaih di Vassar juga menginspirasiJean untuk menulis When Patty Went to College dan Daddy-Long-Legs.

Selulus dari Vassar, Jean kembali ke Fredonia dan mulai menulis When Patty Went to College yang terbit pada 1905. Setelah itu buku-buku Jean pun terbit bersusulan, Legs, novelnya yang terbit pada 1912, banyak diperbincangkan, menjadi best seller, dan diangkat menjadi film. Beberapa tahun kemudian bersama sahabatnya semasa di Vassar, Ethelyn McKinney dan Lena Weinstein, Jean melakukan perjalanan selama delapan bulan ke Itali, Mesir, India, Burma (sekarang Mynamar), Sri Lanka, Indonesia, Hongkong, China, dan Jepang.

Jean menikah dengan Glenn Ford McKinney. Ia wafat setelah melahirkan putrinya pada 11 Juni 1916. Putrinya dinamai Jean (Little Jean) untuk mengenang Jean.

Buku-buku Jean Webster:

  1. When Patty Went to College (1903)
  2. Wheat Princess (1905)
  3. Jery Junior (1907)
  4. Four-Pools Mystery (1908)
  5. Much Ado About Peter (1909)
  6. Just Paty (1911)
  7. Dady-Long-Legs (1912)
  8. Dear Enemy (1915)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s