I For You

I_for_you

Judul buku: I For You

Pengarang: Orizuka
Tahun terbit: 2012
Jumlah halaman: 379 halaman
Penerbit: Gagas Media
Harga: Rp. 47.000 

Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam, bayangmu menari-nari dalam benakku. Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin kurengkuh. Kau bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku. Tanda-tandanya sudah jelas: aku menyukaimu. Tetapi, bagaimana caranya aku mendekatimu? Kau begitu jauh, sulit kuraih dengan jari-jemariku. Dan semakin lama, aku mulai menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bersatu….

Princessa Setiawan dan Benjamin Andrews atau sering akrab dipanggil Cessa dan Benji. Semua anak SMA Pelita Kita selalu merasa takjub melihat kedua pasangan yang sempurna itu, bagai Putri dan Pangeran yang tidak bisa terpisahkan. Selalu bersama-sama kemanapun mereka pergi, berangkat dan pulang sekolah bersama-sama.

Cantik dan tampan, berasal dari keluarga kaya raya. Siapa yang tidak terpikat oleh dua mahluk perfect itu? Di sekolah para murid laki-laki sangat ingin mendekati Cessa, namun apa boleh buat keinginan itu hanyalah tinggal keinginan karena selalu ada sosok Benji yang berdiri mendampingi Cessa kemanapun Cessa pergi, tak ayal mereka pun mengurungkan niatnya untuk mendekati cewek paling cantik di sekolahnya itu. Tidak berbeda jauh dengan nasib murid laki-laki, murid perempuan pun merasa iri pada Cessa yang selalu ada disamping Benji, mereka hanya bisa mengaguminya tanpa bisa menjadi lebih dekat.

Benji merasa, bahwa masuk ke sekolah formal itu adalah sebuah kesalahan baginya dan Cessa.

Benar sekali, sekolah formal membuat mereka berdua justru mulai terpisah. Cessa mulai menemukan kehidupan barunya saat bertemu dengan Surya, Surya adalah murid yang kurang mampu, tapi pintar dalam setiap mata pelajaran di sekolah. Karena itu ia mendapat beasiswa untuk bisa tetap bersekolah disini.

Awalnya Cessa sangat tidak suka pada Surya, karena laki-laki itu miskin, sementara Cessa sendiri sangat benci orang miskin, karena ia merasa orang miskin tidak berguna. Cessa memang polos, terlalu terus terang, sehingga kadang jadi kurang sopan.

Sekarang, mereka mungkin orang tidak mampu. Namun, satu hal yang Surya tahu, ia bisa mengubah nasibnya dengan caranya sendiri. Surya akan menunjukkan kepada orang-orang kaya itu, bahwa hidup bukan sekedar tentang uang, bahwa ia akan mengalahkan mereka dengan cara yang lebih bermartabat. Dan itu kerja keras.

Entah sejak kapan Cessa mulai menyukai Surya lebih dari ini. dimana ia selalu ingin didekat Surya, melihatnya dan bersamanya.

Surya merasa risih dengan Cessa yang selalu mengikutinya kemanapun, ke perpustakaan bahkan sampai ke rumahnya. Sehingga tanpa ia sadari ia sudah menghabiskan banyak waktu bersama Cessa, mengajarinya banyak hal..

Cessa yang tidak pernah belajar, merasa takjub mendengar pengetahuan yang disampaikan Surya. Biologi, Sejarah, Astronomi, ia mendapat banyak pelajaran yang menarik yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya.

Perlahan kebersamaan mereka yang terlalu sering membuat hati Surya menjadi luluh, ia mulai menyukai Cessa seperti halnya Cessa pada dirinya.

Surya mulai mengetahui alasan mengapa Cessa mempunyai kenangan buruk terhadap orang miskin. Dan Cessa juga mengerti alasan Surya begitu mati-matian belajar.

Namun, Surya menyadari bahwa ia terlalu berbeda dengan Cessa. Apalagi sosok Benji yang selalu ada diantara mereka.

Meskipun disatu sisi lain, Benji juga ternyata sudah menemukan kehidupan pribadinya saat mengenal Bulan, adik Surya. Walaupun kini, Benji dan Bulan, Surya dan Cessa. tapi, mereka tidak bisa seutuhnya bersama dan saling memiliki.

Fakta itu…  kadang menyakitkan bagi beberapa orang – Benji.

Nggak semua fakta harus dikatakan.

Benji terlalu menyayangi Cessa, sehingga perasaan cinta atau apapun sepertinya selalu bisa ada untuk Cessa.

Benji menggeleng-geleng lagi, putus asa. Ia selalu tahu, permintaan Cessa untuk masuk sekolah formal itu bencana. Harusnya, Cessa tidak pernah mengenal kata ‘normal’. Ia cukup tahu bahwa ia spesial. Harusnya tidak pernah ada orang yang masuk menembus lingkaran tembus pandang mereka.

Harusnya tidak ada siapapun selain ‘kita’

Benji begitu terkekang dengan tugasnya menjaga Cessa seumur hidup, walaupun ia dengan ikhlas setulus hati akan selalu menjaga Cessa selamanya dan berjanji sendiri di depan ayah Cessa. Sehingga ayah Cessa pun seratus persen mempercayai Benji yang akan menjadi pasangan hidup Cessa dan menjadi jodoh anaknya.

Jika hal yang paling sulit untuk kamu lakukan adalah mengucap ‘selamat tinggal’, saat itulah kamu tahu kamu sedang jatuh cinta.

Surya semakin bingung dengan perasaannya, ia tidak mengerti dengan Cessa yang ingin selalu bersamanya tapi tidak bisa meninggalkan Benji. Hatinya risau, hidupnya mulai kacau, dipikirannya selalu ada Cessa. Sehingga nilai ujiannya menjadi turun. Ancaman beasiswa dicopot pun  sudah menghantuinya.

Satu per satu, benang yang selama ini kusut di otaknya mulai terurai. Namun, semakin semuanya jelas, semakin Surya merasa ia orang paling tak berguna di dunia. Orang paling bodoh dan ignoran.

Saat mereka sudah sama-sama mengucapkan kata perpisahan, harusnya mereka bisa benar-benar berpisah dengan baik. Tidak ada penyesalan. Hidup semua orang akan kembali berjalan seperti seharusnya.

Namun, harusnya ia tahu, hidup kadang tak berjalan sesuai yang mereka inginkan.

Tak ada hubungan dengan perkoreaan ataupun sejenisnya. Murni kehidupan manusia Indonesia seutu
hnya, meskipun ada blasteran bule dikit.

Cerita yang sangat bagus sekali. Jantungku dibuat berdebar-debar saat membalikkan tiap lembar tulisan yang ku baca. Mataku dibuat berembun, dan hampir menitikan segumpalan air didalam pelupuk mata. #eaa

Kak Orizuka sangat sangat hebat menulis cerita yang bikin terharu seperti ini. tentang keluarga, sahabat, cinta, pengetahuan, kesedihan, dan kebahagiaan.. dibuat jadi satu keseluruhan yang sempurna.

Hiksss… aku suka banget ama karakter Benji. Ingin rasanya punya cowok kayak dia :p

Membaca novel ini membuatku ingin cepat-cepat menyelesaikannya. Habisnya di tiap bab selalu dibikin penasaran, jadi ga tenang kalau bacanya belum selesai tuh >.< saking penasaran ama kelanjutan kisahnya Benji, eh… Cessa dan Surya juga. Tapi pas selesai dibaca malah kepengen baca lagi terusannya…. terusan darimana(?)heheh.. udah the end, jadi sedih gak bisa ngayalin Benji lagi. u.u

Inilah ciri-ciri novel yang menurutku bagus. Dimana bikin si pembaca ingin segera menuntaskan bacaannya, namun disisi lain, ia takut mengakhirinya karena buku inilah yang selalu menarik perhatiannya. #serbasalah

Oke deh, inilah review ku.. . aku gak buat spoiler kok, jadi buat kalian yang belum baca ga usah khawatir. Gak akan nyesel deh beli novel I For U, karya-karya Orizuka unnie belum pernah mengecewakan.

Dae to the Bak… Daebak!!!!! 

Quotes yang ku suka:

“Yah, lo jalan duluan aja. Gue di belakang.” – Surya

“Nggak apa-apa? gue jalannya lambat.” – Cessa

“Nggak apa-apa. selambat apapun lo jalan, gue ikutin.” – Surya

 

“Gue tetap bintang yang paling terang. Walaupun paling cepat mati, gue nggak akan menyesal,” – Cessa

“Yang penting, gue udah menerangi mereka yang membutuhkan cahaya gue,” – Cessa

 

Aku kasih 5 bintang untuk Benji, eh novel I For U 😀 hihi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s