Marcy?s Problem at School

3670195

Judul: Marcy’s Problem at School

Judul Asli: Cat Ate My Gymsuit

Penulis: Paula Danziger 

Penerjemah: Maria M. Lubis 

Penerbit: Matahati 

Tebal:  178 halaman     

Perkenalkan, namaku Marcy Lewis. Aku gemuk dan berjerawat. Canggung dan mudah gugup. Sekolahku mengerikan. Aku tahu teman-teman tertawa di belakangku. Keadaan di rumah lebih buruk. Ayah menganggapku tidak berarti, dan seringkali bertengkar dengan ibu. Singkatnya: aku punya banyak masalah!

Semua itu berybah ketika Ms. Finney muncul. Sebenarnya dia adalah guru bahasa Inggris yang aneh, teteapi metode mengajarnya sungguh mengasyikan. Karena diajari oleh Ms. Finney, aku jadi punya tujuan hidup dan merasa lebih percaya diri.

Tetapi Kepala Sekolah berpikiran lain. Ms. Finney malah dipecat! Aku bergabung dengan teman-teman untuk menggagalkan rencana itu. Upaya yang justru menamabah masalah di rumah, juga di sekolah.

Simpel… tapi ngena. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Si culun Marcy, berusia masih tiga belas tahun, berbadan gemuk dan berjerawat, juga pemalu dan pendiam. Hidupnya tidaklah mudah!

Marcy selalu merasa buruk. Baik di sekolah maupun di rumah. Sinopsis di atas sebenarnya sudah cukup jelas untuk menggambarkan isi dari buku ini. jadi saya hanya akan mengulasnya sedikit saja, semoga ga bikin spoiler, hehe..

Di sekolah sudah jelas ia merasa buruk karena berbadan gemuk dan berjerawat. Dia tidak punya banyak teman. Hanya Nancy satu-satunya teman Marcy, yang mungkin juga Nancy terpaksa berteman dengannya karena ibu mereka berdua adalah teman baik.

Di rumah, tidak ada yang menyenangkan. Hanya ada suara teriakan Martin, ayah Marcy yang selalu menyulut pertengakaran bersama dengan Lili, ibu Marcy. Semua itu memang bukan tanpa alasan. Siapa lagi kalau bukan anak-anak mereka yang disudutkan. Terutama bagi Marcy, karena itu Marcy membenci ayahnya yang selalu menyudutkannya biang dari masalah di rumah. Selain itu, Stuart, adik Marcy yang masih berumur empat tahun selalu menangis setiap menyaksikan pertengkaran ayahnya. Ia pun tidak lepas dari alasan Martin selalu berteriak. Stuart suka dimarahi karena selalu menghisap jempol dan memeluk boneka kemana-mana yang bernama Wolf. Wolf adalah boneka kesayangannya Stuart, boneka itu pun sering diberi makan biji jeruk.

Namun semua berubah setelah kedatangan Ms. Finney, guru baru bahasa Inggris di kelas Marcy. Marcy dan teman-teman sekelasnya mengira Ms. Finney sama dengan guru-guru lainnya yang tidak tahan dengan kelas lalu pergi tidak sampai sebulan mengajar. Tapi ternyata Ms. Finney berbeda… dia punya kelebihan yang menarik, hingga membuat para murid menyenanginya.

Perubahan demi perubahan pun akhirnya Marcy alami pada dirinya sendiri, meskipun itu tidak berlaku di dalam rumah. Di sekolah ia merasa menjadi lebih baik, ia terlalu menyayangi Ms. Finney hingga membuat semuanya berubah. Lebih senangnya lagi karena Marcy bisa dekat dengan seorang teman laki-laki sekelasnya yang bernama Joel. Keakraban mereka terjalin karena Semdley, perkumpulan kelompok bahasa Inggris yang didirikan oleh Ms. Finney.

Dimana banyak orang yang menyukai, disitu pula banyak orang yang tidak suka. Termasuk diantaranya Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru lainnya. Karena itulah tanpa diduga Marcy dan lainnya, Ms. Finney sudah tidak mengajar lagi di kelas, bahkan sudah terancam keluar dari sekolah.

Sebenarnya banyak sekali pembelajaran yang dapat kita ambil dari buku ini. aku sangat suka karena tanpa aku sadari, ceritanya disampaikan dengan sangat mengalir.. sampai gak sadar upaya demi upaya yang dilakukan para murid Ms. Finney terkesan seperti detektif cilik, namun tidak berisi kode-kode rahasia yang sangat menonjol seperti dalam setiap cerita detektif.

Aku tidak akan membongkar seperti apa upaya-upaya yang dijalankan oleh Marcy dan kawan-kawan, karena semuanya terasa mengalir… juga karena ini review yang tidak boleh ada spoiler. hehe

Tebak sendiri saja apa para murid bisa membuat Ms. Finney kembali mengajar atau tetap dipecat. Lalu bagaimana dengan konflik di rumah Marcy? Agak sedikit menggantung karena tidak ada penyelesaian. Mungkin si penulis memang benar-benar ingin menonjolkan kealamian tulisannya, tidak seperti novel-novel drama yang sudah pasti happy ending atau sad ending.

Buku ini rekomendasi buat para remaja atau siapapun yang sedang kurang percaya diri. Dengan membaca buku ini setidaknya bisa menambah motivasi. Intinya sih … Tidak ada orang yang benar-benar sangat buruk, tidak ada juga orang yang benar-benar sangat baik : ) 

Quotes yang kusukai:

(Page 16)

“Ada banyak sekali pelajaran menulis, walaupun sulit, aku menyukainya. Kadang-kadang, lebih mudah menuliskan sesuatu daripada mengatakannya keras.” – Marcy.

(Page 17)

“Aku kaget ketika melihat ternyata semua orang punya masalah. Aku yakin, banyak orang yang memiliki masalah lebih besar daripada yang kamu bicarakan.” – Marcy.

(Page 19)

“Aku menghabiskan hampir semua uang sakuku untuk membeli buku. Aku mulai ketagihan terhadap dunia tulis menulis. Sampai-sampai aku merasa sebuah buku d
apat menghibur serta mengurangi kekecewaanku.”
– Marcy.

(page 74)

“Benar-benar membingungkan. Sudah pasti, menjadi orang dewasa itu sulit. Lebih mudah menjadi anak kecil yang masalah besarnya adalah mempelajari bagaimana caranya mengikat tali sepatu.” – Marcy.

(page 173)

“Ingat bagian buku To Kill A Mockingbiral, saat Atticus berkata kepada Jem jika kita tidak bisa mengerti seseorang hingga kita menempatkan diri dalam posisinya nanti. Itulah yang harus kau lakukan.” – Marcy.

Aku kasih 4 bintang untuk buku ini : )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s