Negeri Para Bedebah

1791176131

Judul Buku: Negeri Para Bedebah
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Juli, 2012
Tebal: 440 halaman
ISBN: 978-979-22-8552-9
Harga: Rp. 60.000

Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.
Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.
Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan penah berkhianat.

Novel yang pas dibaca untuk penutupan tahun 2012. He he
Thomas aka Tommi si tokoh aku yang menjadi pemeran utama dari novel ini. Seorang Konsultan Keuangan Profesional yang cerdas, lihai, tangguh, pemberani, kreatif dan penuh ambisi. Ambisi untuk membalas dendam akan masa lalunya pada dua orang jahat yang membobrokkan hidup keluarganya. Dua orang itu adalah orang-orang penting dalam pemerintahan, seorang Letnan polisi dan satunya lagi seorang pejabat muda Kejaksaan kota.
Thomas kehilangan kedua orangtuanya karena sebuah kebakaran, kebakaran yang dibuat oleh kedua orang itu. Kebakaran melalap habis rumahnya berserta kedua orangtuanya. Saat itu umur Tommi masih sepuluh tahun.
Kejadian belasan tahun itu membuatnya tidak ingin berkumpul lagi bersama keluarganya, memilih menghilang dari catatan keluarga besarnya. Itu semua dikarenakan kejadian itu, kejadian yang berawal dari Om nya. Om Liem, orang yang sudah membuat peluang bagi dua pengkhianat itu menghabiskan seluruh harta kekayaan keluarganya.
Om Liem yang memiliki mental pebisnis selalu mencoba mengambil resiko membuka usaha, mulai dari usaha pabrik tepung terigu yang tidak memuaskan (bekerja sama dengan ayah Thomas, Papa Edward) juga usaha arisan berantai yang berujung kematian pada Edward dan istrinya. Usaha demi usaha untuk berbisnis selalu dicoba dan akhirnya selalu gagal. Opa, ayah mereka selalu mewanti-wanti untuk tidak serakah melakukan bisnis, hidup dengan usaha terigu saja itu sudah cukup, namun ambisi Om Liem yang terlalu besar ingin mendapat keuntungan lebih banyak membuatnya nekat membuka usaha arisan berantai itu. Meskipun awalnya berjalan dengan sukses, tapi lambat laun karena niatnya yang serakah itu, para kolega arisan pun banyak yang merasa dirugikan, hingga meminta uang mereka dikembalikan. Dari masalah itulah sebenarnya kebakaran itu terjadi.
Setelah gagal dari arisan berantai, justru Om Liem semakin giat membangun usaha baru yaitu Bank Semesta. Bank yang dibangun bertahun-tahun, namun kini nyawanya dipertaruhkan tinggal 3 hari lagi.

Dari novel ini alur cerita yang dibuat hanya terjadi dalam 3 hari saja. Kebayang gak waktu yang harus dilakukan Thomas untuk menyelamatkan Bank Semesta? Cuma tiga hari! Keren serius ckck.

Meski Thomas sangat membenci Om Liem karena kematian orangtuanya, tapi ia tidak ingin menjadi pecundang, melihat keluarganya sedang ada dalam masalah. Ia seorang petarung tangguh yang ingin membalaskan dendam masa lalunya melalui Bank Semesta. Bank yang sedang mengalami pailit. Ia akan berusaha keras mati-matian apapun caranya agar Bank Semesta bisa selamat. Dibantu rekan sesama petarung, juga wartawan yang bernama Julia, wanita yang cukup cerdas dan terlalu terus terang, serta Maggie, sekeretaris kantornya yang cekatan dalam melaporkan semua seluk beluk informasi tentang Bank Semesta.
Tiga hari itu cerita yang sangat padat, benar-benar menegangkan. Thomas berhasil lolos dari kejaran polisi sebanyak lima kali. w-o-w. bisa kabur dari penjara bahkan lolos dari kepungan polisi di bandara berkali-kali.
Membaca novel ini berasa nonton film hollywood 😉 Banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel ini. sebuah pengalaman, pengkhianatan, taktik, serta kasus ekonomi yang pas banget dibaca buat mahasiswa Fakultas Ekonomi seperti saya. Hehe
Sangat berbobot.
Amanat yang saya tangkap dari novel ini adalah bahwasannya kita jangan membuang-buang waktu sedetik pun, karena saya lihat sendiri dalam novel ini tiap detik yang Thomas lakukan sangat berharga. Dia benar-benar telaten dalam memenej waktu. *tepuk tangan*
Seharusnya kita juga bisa seperti itu, sedetik kamu berdiam diri saja itu akan merubah hidupmu loh.
Sebenarnya masih banyak yang pengen saya ceritain dari novel ini, soalnya seruu, tapi diakhiri sampai disini saja takut buat spoiler.he he
Kalau penasaran mending baca sendiri novelnya, dijamin mental seorang petarung akan membekas dihati pembaca, ha ha.

Aku kasih 5 bintang untuk si bedebah Thomas : )

Quotes yang kusukai:
“Kau bayangkan, ketika suatu kota dipenuhi orang yang miskin, kejahatan yang terjadi hanya level rendah, perampokan, mabuk-mabukan, atau tawuran. Kaum proletar seperti ini mudah diatasi, tidak sistematis dan jelas tidak memiliki visi-misi, tinggal digertak, beres. Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya di sekitarnya. Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi kepanjangan tangan, tidak takut dengan apapun. Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka,” – Thomas. (Page 18)
Keren banget jawabannya Thomas waktu diwawancara Julia, dia gak peduli dan gak cemas soal kemiskinan, justru sebaliknya dia begitu cemas pada kekayaan, orang-orang yang terlalu kaya.

“Di dunia ini, urusan penting dan tidak penting hanya melihat dari kulit luarnya saja. Orang terkadang lupa, orang-orang di sekitarnya yang selama ini terlihat biasa saja dan sederhana, justru adalah bagian terpenting dalam hidupnya,” – Thomas. (Page 269)

“Semuanya dipelajari sendiri. Dicoba, gagal. Dicoba, gagal lagi. Terus saja kau lakukan. Lama-lama kau tahu sendiri bagaimana seharusnya trik terbaik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Itu sekolah terbaik. Apa kata bijak itu? Pengalaman adalah guru terbaik,” – Opa. (Page 290)

Advertisements

One thought on “Negeri Para Bedebah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s