Remember When

10810798

Judul: Remember When 

Penulis: Winna Efendi

Terbit: Cetakan I, 2011 

Penerbit: GagasMedia 

Genre: Romance

Tebal:  viii + 252 halaman

ISBN: 979-780-487-9

Harga: Rp. 43.000


Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.

 

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?

 

Lalu, saat kau berkata, “Aku mencintaimu”, aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

 

“Aku mencintaimu,” katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu

 

Gak bisa dipercaya kisah dalam novel ini bisa dimengerti dan dibolehkan. Secara tidak langsung aku sendiri juga sudah memperbolehkannya. kacau memang..ironis~.~, bikin emosi campur aduk, membawa pembaca menyelam ke dunia fiksi ini.

Gia, Adrian, Moses, dan Freya.

Gia dan Freya sahabatan, begitu juga Adrian dan Moses. Mereka berempat jadian saat kelas satu SMU, hari-hari pernyataan cinta yang sangat menggebu dan penuh suka cita. Sesuai dengan apa yang Adrian dan Moses harapkan ketika menembak Gia dan Freya.

Gia dengan Adrian, dan Moses dengan Freya. Hubungan mereka pun sangat harmonis dan terbilang manis. Sampai pada tahun kedua dalam hubungan mereka timbul perubahan-perubahan. Perubahan yang mulai terjadi pada Adrian dan Freya. Gia masih tetap cinta Adrian, bahkan semakin sayang. Begitu juga Moses semakin menyayangi Freya, meskipun ia masih sulit untuk mengutarakannya dalam tindakan, sedikit kaku, karena memang dia bukan laki-laki tipikal romantis seperti Adrian yang selalu mengumbar kemesraan di depan umum.

Freya memang introvert dan dia merasa cocok dengan Moses yang memiliki kesamaan dengannya. Tapi lama-lama ia merasa iri, ya awalnya. Ia ingin juga merasakan cinta yang menggebu-gebu seperti yang dikatakan Gia padanya setiap kali bercerita soal hubungannya dengan Adrian. Freya menginginkan Moses juga seperti itu, bukan, bukan seperti itu…maksudnya ia tiba-tiba sadar selama ini ia tidak jatuh cinta pada Moses.

Semua terkuak ketika Adrian kehilangan ibunya. Ya, ibunya meninggal karena kecelakaan, ketika itu terjadi, Gia tidak bisa buru-buru di sampingnya karena dia sedang di bandung bersama Moses, ada kegiatan OSIS disana.

Saat itulah Freya datang untuk Adrian meskipun ia datang karena diminta Gia untuk menemani Adrian sebelum dia datang ke Jakarta. Di malam itu, hujan gerimis dan semua unek-unek Adrian tercurah pada Freya. Ia begitu mudahnya mencurahkan semua isi hatinya dan ia merasa lega akan hal itu, karena Freya mampu mengerti dirinya, memahaminya.

Dan setelah itu, timbullah perasaan-perasaan yang tidak seharusnya terjadi… pelukan di tengah hujan… dan ah ya… perasaan mereka berdua akhirnya tak bisa dibendung lagi. Semua sudah jelas terlihat, bahkan sorot mata mereka tak mampu menutupinya.

Perselingkuhan atau apalah namanya, Adrian dan Freya tidak menganggap seperti itu, mereka hanya tahu mereka saling sayang, suka, cinta. Padahal status mereka masih punya ikatan dengan Gia (bagi Adrian) serta Moses (bagi Freya).

Nyesek kan? Selingkuh dengan pacar sahabatnya sendiri. Dibelakang terlihat semua baik-baik aja. Nyatanya…? Berkhianat.

Tapi tetap saja aku merasa kisah dalam novel ini sah-sah saja, aku setuju dengan hubungan Adrian dan Freya. Loh..aku setuju mereka selingkuh? ckck dalam kehidupan nyata jelas aku menolak keras yang namanya perselingkuhan. Enak saja mencoreng sebuah hubungan dengan hal yang sangat brengsek seperti itu.

Ah tapi kasus Adrian-Freya membuatku setuju 😦

tetap saja TIDAK BOLEH!!

Sudut pandang yang dipakai dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama. mm, aku sampai lupa menyampaikan tokoh Erick, dia tuh kalau aku tebak sebagai sudut pandang orang pertama juga sebagai pelaku sampingan. Dia tokoh penguat menurutku, penguat kisah cinta diantara mereka berempat. Erick adalah sahabat Freya dari kecil.

 

Bagaimana akhir dari kisah cinta mereka? Pandanganmu pasti akan sama denganku saat membaca novel ini.

 

Aku kasih 4 bintang untuk kenangan putih abu-abu.

 

Tentang Penulis:

Winna2

Capricorn kelahiran tahun 1986, gemar menulis dan membaca, menyukai lagu-lagu melow, makanan manis dan warna putih. Menghabiskan sebagian masa kecil di Kuala Lumpur dan Brisbane, dan kini menetap di Jakarta.

Novel-novel lain Winna Efendi yang telah diterbitkan: Ai, Refrain, dan Glam Girls, Unbelievable.

Winna dapat dihubungi via email/fb winna.efendi@gmail.com, twitter @WinnaEfendi atau blog http://winna-efendi.blogspot.com

Advertisements

2 thoughts on “Remember When

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s