Obsesi (Johan, #1)

Normal 0 false false false EN-US KO X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Photo

Judul Buku: Obsesi (Johan, #1)

Penulis: Lexie Xu

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Cetakan III, Juli 2011

Tebal: 240 halaman

ISBN: 978-979-22-6270-4

Harga: Rp. 40.000

Halo, namaku Jenny Angkasa dan hidupku saat ini bagaikan deretan mimpi buruk.

Pertama-tama, aku dimusuhi Hanny, cewek paling populer di sekolah yang tadinya adalah sahabatku satu-satunya. Mantan sohibku itu kini menganggapku lebih rendah daripada amuba, bahkan aku dikutuk untuk menjalani hidup sial selamanya.

Kedua, dua teman sekelasku yang memiliki nama yang sama denganku mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Berdasarkan observasi umum, aku akan menjadi korban berikutnya. Bagaimana aku tidak deg-degan?

Ketiga, aku mulai uring-uringan tinggal di rumah yang sudah kudiami selama enam tahun terakhir ini. Memang sih, kabarnya rumahku dihantui oleh wanita bergaun putih dan berambut panjang serta seorang anak perempuan kecil. Tapi selama ini kami hidup berdampingan tanpa saling mengganggu kok. Kini, mendadak saja di rumahku muncul kejadian misterius.

Apa yang terjadi sebenarnya? Benarkah penyebab semua masalah ini adalah hantu-hantu masa lalu? Atau gara-gara kutukan Hanny yang ternyata manjur banget?

Atau ada misteri lain di balik semua ini?

Normal 0 false false false EN-US KO X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Standing applause buat novel ini. Bikin merinding karena keren sekali ceritanya, gak ngebosenin, bikin penasaran terus ama lanjutan ceritanya… kisah fantasi misteri yang sangat menghibur 😀

Kalau disebut petualangan kayaknya gak juga, lebih tepatnya mungkin misi. Misi dari keempat murid SMA Persada Internasional.

Jenny Angkasa alias Jenny Jenazah, kenapa sebutan itu ada karena akhiran sa-nya hampir sama, selain itu karena rumah yang dihuninya enam tahun terakhir sangat angker, dan konon dihuni juga oleh dua mahluk halus wanita berambut panjang dan anak perempuan kecil.

Jenny hanya tinggal dengan seorang pembantu bernama mbak Mirna yang punya keberanian kuat dan tangguh. Orangtua Jenny sendiri punya kesibukan kerja di luar negeri hingga jarang pulang ke rumah, jadi tidak tahu dengan rumahnya yang sudah digosipkan angker itu.

Jenny punya sifat introvert namun semenjak bersahabat dengan Hanny (cewek populer di sekolahnya) Jenny menjadi jiwa yang cukup riang dan bisa bergaul walaupun masih berdiri di belakang bayang-bayang Hanny.

Di kelasnya sendiri ada dua nama Jenny yang kadang keder kalau gak ada sebutan nama belakang yang dicirikan pada mereka, sebut saja ia sendiri Jenny Jenazah, tapi ia lebih suka disebut Hanny dan Jenny (karena sahabatan dengan Hanny yang populer tentunya).

Jenny kedua adalah Jenny Handoyo, si ratu drama cengeng, drama queen bangetlah pokoknya, selalu mendramatisir setiap hal yang terjadi pada dirinya, termasuk kecelakaan kecil ketika jempol kakinya kegeleng bajaj, maka julukannya pun bernama Jenny Bajaj.

Jenny ketiga adalah Jenny Limantara, tapi akrab disebut Jenny Tompel, Jenny yang satu ini judesnya minta ampun, suka iri dengan kepopuleran gadis-gadis cantik di sekolah, termasuk iri pada Hanny. Sekalipun disebut Jenny Tompel, ia ngotot banget pengen disebut J-Li, katanya sih biar mirip dengan nama panggilan Jennifer Lopez.

Hanny! udah tahu sendirikan dia cewek populer, udah pasti cantiklah, gaul, dan bukan cewek biasa pastinya. Dia punya sejuta kharisma yang bisa buat cowok kelepek-kelepek, gak heran emang dia punya banyak cowok, mantan cowok tepatnya, sekalinya suka ia terima, dan sekalinya dapat yang lebih oke dibuanglah yang lama. Gampang banget deh dia buat dapetin cowok.

Johan! teman sekelas Jenny juga, dia cowok yang cukup dekat dengan Hanny, bisa dibilang paling pengertian, mungkin Johan ini satu-satunya yang Hanny anggap sebagai sahabat cowok, tapi gak mudah juga karena Johan dan Jenny gak bisa dekat. Ya, Johan memang tidak suka dengan Jenny. Jenny pun merasakan hal itu, tatapan Johan padanya sangat seram, cowok yang menakutkan bagi Jenny.

Tony dan Markus! dua sahabat itu kakak kelas Jenny, mereka berdua sangat populer, tak pelak jika Hanny sangat mengincar Tony. Hanny suka banget pama Tony dan berharap bisa jadian ama tuh cowok, tapi dilain sisi.. sahabatnya sendiri Jenny ternyata diam-diam suka Tonny juga. Saat ajakan kencan itu Hanny girang banget… ya meski harus rela berbagi kebahagian itu dengan Jenny dan Markus yang diajak Tony untuk ikut mereka.

Diam-diam ternyata Tony naksir Jenny, (eh Markus juga ternyata naksir Jenny).

Tony nembak gitulah ketika mereka sudah berdua pas pulang dari nganter Hanny duluan, soalnya rumah Jenny dan Tony tetanggaan. Jenny yang merasa gak enak mau merima, meskipun dia juga suka pada Tony akhirnya milih buat nolak dan minta Tony buat jadian ama Hanny aja. Tanpa Hanny tahu hal itu.

Akhirnya banyak gosip merebak soal hubungan Hanny dengan Tony, kabarnya Tony jadian ama Hanny karena jadi bahan taruhan, akibatnya terendus gosip lain yang nyuruh Tony jadian ama Hanny itu kan Jenny, semakin kacaulah hubungan persahabatn Hanny dan Jenny, karena kesalah pahaman itu mereka jadi musuhan, meskipun Jenny merasa tidak dendam apalagi menganggap Hanny musuh. Jelas ia sangat sedih, ia tidak ingin musuhan, tapi apa boleh buat Hanny tidak percaya pada penjelasannya. Apalagi sekarang Hanny semakin dekat dengan Johan, semakin banyaklah kejahatan yang diumbar Johan tentang dirinya sebagai sahabat yang berengsek. Saat itu pulalah Hanny m
engutuk Jenny.

Jenny sekarang diusir dari bangkunya dan duduk sendiri di dekat Jenny Bajaj dan Jenny Tompel sementara Johan pindah ke tempat duduk Hanny menggantikannya.

Johan semakian protectif pada Hanny, Hanny semakin senewen, mudah marah kalau ada Jenny-Jenny berkeliaran di dekatnya, saat berdebat dengan Jenny Bajaj saja ia begitu emosi, sampai akhirnya Jenny Bajaj terkena lemparan bola volinya dan langsung minta ijin pulang karena sakit, begitu naik mobil, Jenny Bajaj langsung kecelakaan, untungnya tidak parah. Dari situ Hanny jadi parno, kekesalannya kenapa harus terbayar dengan hal yang mencelakai nyawa seperti ini.

Berikutnya Jenny Tompel, ketika keributan terkaji di lab Kimia, tiba-tiba ruangan mati listrik, lab jadi gelap dan tahu-tahu saat lampu menyala Jenny Tompel sudah jatuh terkulai di lantai dengan darah yang bercucuran. Jenny Jenazah menjerit sama halnya dengan ketakutannya saat melihat Jenny Bajaj yang kecelakaan tempo hari, mata Jenny Tompel melotot, “Berikutnya giliran elo!”

Hiii

Untungnya kedua Jenny itu selamat, masih hidup.

Peristiwa ini membuat Tony dan Markus penasran ingin menyeldiki kasus yang beruntun ini secara berdekatan, apalagi dengan  dua nama Jenny yang jadi korban.

Penyelidikan pun dimulai di rumah Jenny, banyak kejadian ganjil seperti tiba-tiba ada jejak cap telapak tangan anak kecil di kamar mandinya juga seragam Hanny yang tiba-tiba jadi rapih saat ditinggal sebentar keluar kamar mandi. Katanya sih berasa ada yang ngawasin diam-diam dari belakang.

Hii

(Ngomong-ngomog udah kebanyakan reviewannya ya? :p maaf saking serunya.kkk)

Dan ternyata benerkan kecurigaan ku juga…semua kecelakaan yang terjadi dan hal mistis itu ada hubungannya dengan Johan, yap.. Johan pelakunya. Tapi gimana cara ngebuktiin kalau pelakunya itu Johan, sementara gak ada bukti yang nyata yang bisa memberatkan dia.

Hanny yang semakin dekat dengan Johan juga akhirnya mulai bergidik ngeri, ketika diajak ke rumahnya, ruang belajar Johan sangat berantakan dan jorok, banyak binatang-bintang peliharaan yang cukup gak lazim juga dipelihara, seperti ular misalnya (ular super gede).

Hanny mulai merasa kesepian dan pengen balik lagi jadi sahabatan ama Jenny, tapi apa coba reaksi Johan, ia tidak suka, marah. Semakin seramlah Johan dan menakutkan. Hanny akhirnya cerita ke Jenny juga Tony dan Markus yang kebetulan ada dirumah Jenny. Mereka berempat akhirnya memutuskan untuk menyelidiki Johan sama-sama. Dengan berkunjung ke rumahnya yang terpencil dari pusat kota itu, tentu diam-diam dengan pancingan dari Hanny biar Johan tidak ada di rumah.

Johan ternyata psikopat.

 

Terlalu panjang reviewannya, maaf-maaf.hehe kena spoiler deh…

 

Aku suka sekali dengan karakter Jenny, Tony, Markus, dan Hanny jugalah. biar dia gak ngamuk lagi ama Jenny.hehe biar Johan juga gak kumat.

Aku kasih 5 bintang untuk Obsesi. Obsesi Johan yang ingin ngerebut Hanny dari Jenny.

hii

 

Tentang Penulis:

Lexie Xu adalah penulis kisah-kisah bergenre misteri dan thriller. Seorang Sherlockian, pengemar sutradara J.J Abrams, suka banget serial tv alias, fanatik sama angka 47. Muse alias dewa inspirasinya adalah F4/JVKV. Saat ini Lexie tinggal di Bandung bersama anak laki-lakinya, Alexis Maxwell.

Kepingin tahu lebih banyak soal mbak Lexie kunjungi websitenya di http://www.lexiexu.com. Kalian juga bisa join dengan di Facebook di http://www.facebook.com/lexiexu.thewritter. Follow di twitter melalui akun @lexiexu, atau e-mail ke lexiexu47@gmail.com

(cr: pojoknyabacaan)

Advertisements

One thought on “Obsesi (Johan, #1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s