Blue Remembered Heels

Image

Judul Buku: Blue Remembered Heels

Penulis: Nell Dixon

Penerbit: Matahati (M-pop)

Terbit: Maret, 2010

Tebal: 311 halaman

ISBN: 602-962-551-9

Harga: Rp. 42.500,-

Abbey Gifford dan kakaknya, Charlie, adalah penipu yang gemar merampok pria kaya. Itulah yang mereka kerjakan sampai suatu ketika Abbey tersambar petir.

Sejak saat itulah, Abbey mengalami ingatan kilas balik yang aneh. Sepasang sepatu biru kerap muncul dalam mimpinya. Parahnya lagi, dia jadi tidak bisa berbohonh. Padahal, pekerjaan Abbey menuntutnya untuk terus-menerus berdusta. Lalu, ketika seorang detektif misterius yang tampan bernama Mike Flynn mulai mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya, dia merasa seperti dijebak…

Dan jika Mike sampai tahu kenyataan kehidupan kriminal Abbey, mungkinkah Abbey akan menemukan kebahagiaannya?

Awalnya aku sedikit ogah-ogahan baca novel terjemahan lagi. Soalnya beberapa buku mengecewakaan isi terjemahannya, bikin males buat baca. Tapi, setelah membaca salah satu reviewan novel ini dari blog temenku, aku jadi tertarik buat buka segel novel ini dan membacanya. hh

Ternyata Blue Remembered Heels lumayan seru juga, ceritanya agak thriller, tapi kurang nendang.

Jadi, ceritanya buku ini tuh tentang kehidupan tiga orang anak yatim piatu, mereka adalah Charlie, Abbey, dan Kip (yang disebutkan adalah nama panggilan mereka). Tiga bersaudara tersebut tentunya tidak mudah menjalani keseharian tanpa orangtua, meskipun mereka memilki seorang Bibi, adik dari ibunya, tapi mereka tidak ingin tinggal bersama dengan bibi yang bernama Beatrice itu, karena Kip, adik dari Charlie dan abbey yang berumur tujuh belas tahun itu merasa tidak nyaman tinggal dengannya.

Dalam buku ini Kip diceritakan sebagai anak autis, dia takut sekali dengan orang asing, tidak suka keramaian, dan lebih memilih mengurung diri di dalam rumah, sibuk dengan eksperimen-eksperimen yang sering ia geluti, juga kesukaannya berselancar di dunia internet.

Hal inilah yang membuat kedua kakaknya, Charlie dan Abbey memutuskan untuk melakukan pekerjaan sebagai penipu, demi mendapatkan uang banyak dengan cara singkat. Semua itu dilakukan mereka untuk memenuhi keinginan Kip, Kip ingin memiliki rumah di desa dengan halaman luas beserta perternakan hewan. Tidak seperti saat ini mereka tinggal di dalam flat yang sempit dengan tingkat keramaian yang luar biasa.

Awalnya tipu menipu itu biasa dan lancar digeluti oleh kedua kakak beradik yang cantik tersebut, Charlie dan Abbey. Namun, semuanya menjadi menghawatirkan saat Abbey tidak bisa lagi berkata bohong, ia selalu jujur saat orang mengajukan pertanyaan. Hal ini membuat strategi menipu yang mereka rencanakan malah jadi berantakan, terutama Charlie yang awalnya tidak respect pada keanehan yang terjadi pada Abbey. Selain tidak bisa berkata dusta, Abbey selalu dihantui ingatan masa lalu dalam mimpinya, sepatu biru dan bayangan seorang wanita yang dipastikan adalah ibunya dan seorang laki-laki, entah siapa?

Urusan menjadi lebih panjang saat mereka menemukan klien bernama Freddie. Meskipun berhasil menipunya dan melarikan diri dengan uangnya, mereka berdua justru terjebak oleh polisi bernama Mike, yang tengah mengusut kasus Freddie yang diduga telah menggelapkan uang. Dari hal tersebut, diam-diam Mike ternyata suka mengikuti mereka, Abbey yang selalu tanpa sengaja bertemu dengannya membuat kedekatan hubungan diantara mereka, disamping itu bahwa Charlie tidak suka dengan Abbey yang dekat dengan Mike, karena itu akan mengancam profesi mereka, dan bisa saja Mike ternyata menjebak mereka sungguhan, bisa jadi mereka nanti malah dijebloskan ke penajara.

Disisi lain klien baru mereka, Philippe, seorang atlit olahraga yang berasal dari keluaraga yang kaya dan agamis, membuat Charlie justru termakan ucapannya sendiri untuk tidak tertarik pada orang yang tidak seharusnya disukai. Yap, Charlie dan Philippe saling menyukai. Seperti halnya Abbey dan Mike. Nah, hubungan Abbey dan Mike yang semakin dekat, otomatis membuat kasus Freddie terungkap, juga dengan ingatan-ingatan masa lalu Abbey dalam mimpinya terkuak, nah jadi kasus ibunya yang menghilang itu ada hubungannya dengan Freddie.

Sayang sekali justru judul dari novel ini tentang kenangan sepatu biru itu tidak terlalu kuat perannya dalam cerita ini, juga tokoh Freddie yang menurutku kurang sangar. Kebanyakan yang disuguhkan malah sisi romance mereka.

Oya, untuk maslah Kip, dia jadi banyak berubah setelah pindah rumah ke Cheshire, dan berteman dengan tetangga baru yang bernama Sophie.

Overall, novel ini cukup menghibur untuk sekali baca.

Aku kasih 3,5 bintang untuk Sepatu Biru Kenangan.

Tentang Penulis

NELL DIXON lahir dan tinggal di sebuah kota kecil di Inggris yang dikenal sebagai Black Country. Dari pernikahannya yang sudah berjalan 25 tahun, dia memiliki tiga anak perempuan. Selain penulis, Dixon adalah sukarelawan kesehatan di daerah tempat tinggalnya. Dia pemenang RNA Romance Prize tahun 2007.

Advertisements

One thought on “Blue Remembered Heels

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s