Arsene Lupin versus Mafia Mafia

Image

Judul Buku: Arsene Lupin versus Mafia Mafia

Penulis: Maurice Leblanc

Penerjemah: Julie Medikawati

Penerbit: Visimedia

Terbit: Cetakan I, Februari, 2013

Tebal: xii + 290 halaman

ISBN: 979-065-175-9

Harga: Rp. 57.000,-

“LUPIN MENGIKUTIKU KE MANA SAJA.

 DIA BUKANLAH BAYANGANKU, AKULAH BAYANGANNYA.”

~MAURICE LEBLANC~

Petualangan apa lagi yang dihadapi oleh si pencuri aristokrat dari Prancis ini? Kali ini, Arsene Lupin berjuang keras menyelamatkan kekayaannya yang melimpah dari incaran kelompok mafia Amerika bernama Maffia. Semua bermula ketika James Mac Allermy, bos sebuah surat kabar di Amerika ditemukan tewas mengenaskan. Begitu pula asisten setianya. Pihak kepolisian tidak menemukan petunjuk apa pun mengenai siapa pelaku yang sebenarnya. Siapa sangka, sekretaris James Mac Allermy, Patricia Johnston, memegang dokumen penting yang pada kemudian hari menjadi bukti penting yang menentukan. James Mac Allermy menyerahkan dokumen ini menjelang kematiannya.

Patricia kemudian melakukan penyelidikan independen ke Prancis, mencari tahu siapa sebenarnya pelaku pembunuhan itu. Saat berusaha menelusuri bukti-bukti yang terbatas, dia bertemu dengan Arsene Lupin yang menyamar menjadi bangsawan Prancis. Berkat bantuan Lupin, Patricia menyadari sindikat yang dihadapinya. Berkali-kali Particia menjadi tawanan mafia, dan berkali-kali pula Lupin berhasil melepaskannya. Saat komplotan mafia merasa berada di atas angin dan tinggal membagi rata hasil jarahan berupa harta kekayaan Arsene Lupin yang melimpah itu, kejutan datang tanpa mereka duga. Mimpi bergelimang harta musnah seketika.

Novel ini merupakan karya terakhir Maurice Leblanc. Beberapa bagian dari novel ini sempat lenyap dalam beberapa edisi yang terbit di Prancis. Seorang kolektor karya-karya Leblanc akhirnya bisa melengkapi bagian yang hilang itu. Novel utuh inilah yang kami sajikan untuk Anda, Lupinian sejati.

Sinopsis diatas cukup jelas menceritakan isi yang menarik dari novel ini. Gadis bernama Patricia yang merupakan sekretaris dari Direktur penerbitan Allo Police, telah dihadapi masalah yang cukup menegangkan. Bagaimana tidak, setelah rapat di malam hari bersama James Mac Allermy beserta asistennya Frederic Fildes, ia mengetahui jika maksud bos nya menyuruhnya ikut rapat malam-malam hari itu untuk memberikan dokumen penting. Hal tersebut dilakukannya  karena ia ingin menyelamatkan asetnya agar tidak jatuh ke tangan rekan-rekan Mafia yang lain, ternyata JM Allermy dan Frederic ini anggota dari Mafia. Itu terbukti saat Patricia tidak sengaja melihat kedua orang tersebut masuk ke gerbang Place de La Li berte, tepatnya sebelas orang yang sedang berkumpul di tempat tersebut. Dompet kuning kemerahan yang selalu dibawa Allermy pun dibawanya saat itu, dokumen penting yang akan diberikan pada Patricia ada di dalam situ.

Patricia disini cukup berani, padahal sebelum ia memilih untuk membuntuti bosnya ia telah di sekap beberapa menit dalam kegelapan oleh si Liar, ya… panggil saja si Liar, laki-laki kasar, berwajah menyeramkan hingga membuat Patricia tidak suka. Namun ancaman si Liar itu membuatnya khawatir pada bosnya, itulah sebabnya sekarang ia berada tidak jauh di gerbang Place de la Liberte. Keyakinannya untuk melawan perasaan takut itu datang dari seorang laki-laki yang menyelamatkannya dari sekapan si Liar, laki-laki itu pastilah Arsene Lupin, pikirnya. Ia diberi peluit perak oleh laki-laki tersebut, kapan pun Patricia dalam bahaya tiup saja peluit itu, laki-laki bak pahlawan tersebut akan segara datang menyelamatkannya. Di malam itu juga ternyata Allermy dibunuh dan ia melihat dompet kuning itu berpindah tangan pada seseorang yang tak terlihat jelas wajahnya karena tertutup topi apalagi saat itu jarak pandangnya jauh dari pabrik tersebut. Disusul kematian Frederic, kini Patricia harus mengungkapkan kasus tersebut dan mengambil kembali dokumen yang ada pada dompet kuning tersebut.

Saat aku baca di bab-bab awal aku pikir Arsene Lupin ini memang sosok yang misterius dan mengagumkan, tapi di bab ke tiga, sosok Arsene Lupin ini terlihat dan bahkan kesehariannya dipaparkan sangat berbeda dari yang ku pikirkan, dia memiliki pengasuh bibi tua bernama Victorie. Bersama pengasuhnya, Lupin atau dalam keseharian sesungguuhnya ia bernama Horace Velmont ini cukup manja, dan seenaknya. Mungkin karena memang Victorie sudah menganggapnya sebagai anak. Pertemuan pertamanya pun (seharusnya menjadi kedua) dengan Patricia tidak membuat Patricia mengenal bahwa laki-laki yang mengaku bangsawan tersebut adalah Lupin, meskipun dari cara menolongnya sebenarnya Patricia sudah mencurigai bahwa Horace adalah Lupin seperti yang diteriakkan si Liar (Maffiano).

Penyelidikan yang Patricia lakukan hingga ke Prancis memberikan banyak sekali petualangan-petualangan seru, selain harus berhadapan dengan mantan kekasihnya, anak dari James Mac Allermy yang bernama Henry yang memintanya untuk kembali. Pada laki-laki yang sudah meninggalkannya tersebut karena lebih memilih menikahi wanita lain padahal ia dengannya telah memiliki seorang anak laki-laki yang berusia sebelas tahun. Penghianatan dari Henry tidak bisa Patricia maafkan meskipun pada akhirnya ia bisa bekerja dengan ayahnya, tapi itu semua tidak ada hubungannya dengan masa lalunya dengan Henry. Selain harus beradu cekcok dengan mantan kekasihnya itu, Patricia harus bertemu lagi dengan Si Liar Maffiano, namun untungnya ada Horace yang melinduginya, persis dengan yang ia harapkan agar Lupin datang. Kejadian-kejadian penyelamatan diri dan pengambilan dokumen penting serta kartu Mafia yang yang dimilki sebelas anggota Mafia tersebut membuat perjalanan di Prancis semakin mendebarkan dan menegangkan, dan kehebatan anak Patricia yang Horace panggil Pangeran Rodolphe ini begitu jenius seperti ibunya, juga harimau yang bernama Saida yang mampu melawan polisi membuat aksi Lupin disini jadi lebih menarik.

Lagi, saya menyayangkan tokoh Arsene Lupin ini tidak sehebat yang saya pikirkan, meski jenius tapi kecerdikan dan keberanian Patricia justru lebih menonjol, juga tanpa disangka Victorie memiliki insting yang bagus dan cukup membentengi Lupin untuk tidak gegabah dalam melakukan aksinya. Yah, walaupun ada sedikit kekurangan dan memang seharusnya ada keseimbangan power dari setiap tokoh, tetap saja Lupin yang seorang pahlawan, meski dia seorang buronan karena banyak sekali harta yang dicurinya hingga membuat Mafia ingin mendapatkan harta berlimpah milik Lupin, sementara polisi ingin menangkapnya.

Novel asal Prancis yang cukup klasik karena buku terakhir ini dirilis tahun 1941, tahun dimana Maurice penulis Arsene Lupin ini telah wafat. Saking kalsiknya bahasa terjemahannya pun banyak yang membuat saya tidak mengerti, meskipun tahu maksudnya. Sedikit mengganggu memang, karena bukan bahasa sehari-hari (jelas saja sih karena meskipun terjemahan novel ini mengikuti pemaparan zaman dahulu yang memang bahasanya mungkin seperti ini). untuk masalah typo cukup sedikit, tidak banyak sehingga tidak menganggu saya selama membaca.

3,8 bintang aku beri pada novel ini. Sejujurnya aku sangat menanti lanjutannya…

Quotes yang kusukai:

“Aku melihatmu datang dalam gelap dan aku mendengarmu dalam keheningan,” – Patricia.

 

Tentang Penulis:

Image

Novelis yang mempunyai nama lengkap Maurice Marie Emile Leblance ini dilahirkan di Rouen, Normandy, Prancis, 11 Novemeber 1864. Dia berasal dari keluarga kaya dengan tradsisi Prancis yang kental. Dia adalah anak kedua dari pasangan Emile Leblanc, seorang laki-laki keturunan Italia, dan Blance Brohy. Saat perang 1870 pecah, dia masih berusia enam tahun. Setelah sempat mengenyam pendidikan di Rouen, Jerman, dan Italia, dia memutuskan untuk bekerja pada firma milik keluarganya. Leblance mulai menemukan keasyikan lain dalam dunia menulis. Dia akhirnya mengabaikan bisnis keluarga dan sekolahnya kemudian beralih menekuni dunia menulis sebagai penulis cerita kriminal di majalah amatir juga sebagai reporter untuk surat kabar Prancis, seperti Figaro, Gil Blas, dan Echo de Paris. Leblance akhirnya drop out dan memilih fokus menekuni profesi sebagai penulis. Tahun 1899 dia menikahi Marie-Ernestine Lalanne, tetapi bercerai pada tahun 1895.

Novelis Prancis yang menginspirasi Leblanc dalam menulis adalah Gustave Flaubert dan Guy de Maupassant. Novel pertamanya dipublikasikan tahun 1887, berjudul Une Femme, yang bertema psikologi. Namanya belum cukup diakui di Prancis sampai ketika cerita lepas pertamanya yang memunculkan sosok Arsene Lupin diterbitkan pertama kali di majalah Je Sais Tout Vol. 6, tanggal 15 Juli 1905. Sosok Arsene Lupin dianggap hanya ditampilkan sebagai pencuri ulung yang cerdik mendapat sambutan luar biasa dari pembaca. Ketenaran Maurice Leblanc dengan tokoh Arsene Lupin dianggap hanya bisa disaingi oleh Sir Arthur Conan Doyle dengan tokoh detektif andalnya. Dia menghabiskan 25 tahu8n masa hidupnya untuk menghasilkan buku dengan tokoh Arsene Lupin. Karena dedikasinya dalam dunia literasi Prancis, Leblanc pernah mendapat penghargan Legion d’Honneur. Dia meninggal di Perpignan pada tahun 1941. Bekas rumahnya di Etretat kini dijadikan Museum Maurice Leblanc.

Advertisements

One thought on “Arsene Lupin versus Mafia Mafia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s