The House Of The Scorpion

Image

Judul Buku: The House Of The Scorpion

Penulis: Nancy Farmer

Penerjemah: Abubakar Bilfaqih

Penerbit: Matahati

Terbit: Cetakan I, Juli 2005

Tebal: 438 halaman

ISBN: 979-98407-3-2

Harga: Rp. 44,500,-

Matteo Alacran tidak dilahirkan; Ia adalah hasil DNA El Patron, pemimpin negara Opium-negara yang terletak di ladang opium yang terbentang antara Amerika dan Mexico. Sel darah El Patron dipilah, lalu ditempatkan ke rahim lembu, di mana dia terus berkembang dari embrio menjadi janin dan kemudian menjadi bayi.

Saat beranjak remaja, kebanyakan orang mengangg dia monster. Hanya El Patron menyayangi Matt seperti ia menyayangi dirinya sendiri, karena Matt adalah dirinya.

Ketika Matt berjuang untuk memahami keberadaannya, dia diperlakukan dengan keji oleh hampir semua orang, termasuk keluarga El Patron yang haus kekuasaan sehingga Matt harus dikawal. Melarikan diri adalah satu-satunya cara agar Matt dapat tetap bertahan hidup. Namun melarikan diri bukanlah jaminan untuk mendapatkan kebebasan, karena Matt memilki perbedaan yang ia sendiri tidak mengharapkannya.

Penghargaan untuk THE HOUSE OF THE SCORPION

  • National Book Award Winner (2002)
  • Michael L. Printz Award Honor Book (2003)
  • Newbery Medal Honor Book (2003)
  • ALA Notable Book of the Year

“Kisah yang inspiratif tentang persahabatan, bertahan hidup, dan harapan,” – Kirkus.

Aku suka sekali dengan novel ini, kisah yang sangat inspiratif, penjabaran latar, tokoh, karakter, sangat kuat, sehingga aku bisa dengan mudah masuk ke dalam ceritanya dan juga ga bikin aku  menunda-nunda bacanya, soalnya tiap bab ada aja yang bikin penasaran dengan kelanjutan kisahnya Matt.

Yap, ini perjalanan hidup seorang Clone manusia bernama Matteo Alacran. Ia adalah clone dari El Patron Alacran. El Patron ini sudah berumur 143 tahun, dia adalah raja dari pemilik ladang Opium, hartanya berlimpah dan pengikutnya sangat banyak, tak akan ada yang bisa bebas keluar dari hidupnya, jika sudah terikat, terikatlah seumur hidup dengannya. Seperti Celia, pengasuh Matt, dia seperti seorang ibu yang membesarkan Matt di ladang Opium. Celia selalu mengunci Matt di rumahnya agar Matt tidak keluar. Bukan berarti Celia jahat, sama seklai tidak, justru Celia sangat menyayanginya, ia melakukan itu untuk melindungi Matt.

Umur 6 tahun, Matt kelihatan semakin cerdas, ia banyak pengetahuan dari membaca dan menonton tv, ia juga sering mendengarkan cerita-cerita dongeng dari Celia. Namun semua itu tidak membuatnya merasa puas, ia masih penasaran akan dunia luar seperti apa, dunia yang bahkan lebih menyenangkan dari buku dan televisi juga dongeng-dongeng menyeramkan yang selalu Celia ceritakan padanya. Sepertinya itu memang siasat Celia agar Matt tidak berniat untuk mengetahui dunia luar. Di saat Celia meniggalkan rumahnya untuk bekerja di kediaman rumah keluarga Alacran, Matt dengan rasa penasarannya yang besar itu akhirnya memberanikan diri untuk  mencari jalan untuk keluar dari rumahnya, tapi pintu di kunci, jendela pun tak bisa dibuka. Hanya ada satu cara setelah di hari kedua rencananya itu; yaitu dia memecahkan jendela, berhasilah ia memecahkannya, namun bukannya keluar, ia malah bersembunyi, karena pada saat itu, beberapa anak tengah ada di depan rumahnya, mereka adalah Steven, Emilia, dan Maria, anak-anak dari keluarga Alacran dan kerabatnya. Matt sangat takut dengan orang asing, lebih tepatnya adalah ia bingung harus mengatakan apa dan melakukan apa di depan orang-orang tersebut.

Rasa simpati Steven, Emilia, dan Maria akhirnya mampu membuat Matt berani bicara dan memutuskan keluar dari jendela yang banyak pecahan kaca itu. Tak seperti yang Celia katakan tentang kejelekan anak-anak keluarga Alacran, mereka sangatlah ramah padanya. Matt akhirnya bisa keluar dari ladang Opium berkat mereka dan masuk ke rumah keluarga Alacran. Saat itu kakinya berdarah karena tertusuk pecahan kaca jendela, Steven yang memboyongnya hingga ke rumah dan langsung saja diobati oleh Rose, pelayan di rumah Alacran beserta dokter keluarga Alacran, yaitu Willum. Willum yang mengobati kaki Matt sangat terkejut saat melihat tanda ‘Milik Alacran’ di kakinya, dan pada saat itu pula Mr. Alacran tiba dengan sangat geram mengetahui kalau ada clone dari buyutnya yang menginjak rumahnya. Dengan sangat kejam Mr. Alacran memaki Matt dan menyuruh Rose untuk melempar Matt keluar dari rumahnya, anak yang sangat menjijikan, pekiknya.

Sedih banget masa kecil Matt ini, di usianya yang masih enam tahun ia harus mengalami kekerasan tak manusiawi dari keluarga Alacran. Di sini Celia tidak tahu kalau Matt itu hilang karena dikurung di kamar yang gelap dan sangat mirip seperti kandang ayam, Rose memenjarakan Matt seperti binatang. Selama enam bulan itu Matt benar-benar disiksa, (sedih banget baca bab umur 0-6 tahun ini). Tapi semuanya berubah setelah Celia diberitahu Maria kalau Matt sebenarnya dikurung oleh Rose, Celia pun akhirnya membawa El Patron agar bisa membebaskan Matt dari siksaan keluarga Alacran. Seperti yang sudah ku duga sebelumnya, buru-buru deh Rose kena damprat Mr. Alacran dan dokter Willum karena mengurus Matt seperti binatang, akhirnya Rose pun mengeluarkan Matt dari kandang dan memandikannya sampai bersih agar saat El patron datang, Matt akan terlihat baik-baik saja.

El Patron, laki-laki tua yang sudah sangat lemah itu duduk di atas kursi roda dengan dua pengawal bernama Tam Lin dan Daft Donald, Matt sangat senang ia juga bisa memilih Tam Lin sebagai pengawalnya, ia banyak belajar dari Tam Lin. Seperti sebelumnya keluarga Alacran hanya berpura-pura saja menerima Matt di rumah mereka, padahal kenyataannya adalah Mr. Alacran, Felicia, serta anak-anak mereka, Benito dan Steven, juga Tom serta Emilia sangat membenci Matt, terutama Tom yang memiliki sifat seperti rubah itu membuat hidup Matt terasa menyiksa apalagi Tom dekat dengan Maria.

Seperti apa Matt menghadapi usianya yang terus bertambah hingga dewasa, sementara konon ceritanya… clone akan terpecah-pecah mengerikan ketika semakin tua. Bagiamana juga Matt menghadapi keluarga Alacran yang sangat membencinya? Dan di saat ia menemukan jati dirinya mengapa ia dilahirkan akan terkuak kalau dibaca sampai tuntas. Hoho..

Banyak sekali tokoh beserta karakter-karakternya yang ada di novel ini, aku sampai bingung sendiri mau menjabarkan seperti apa jalan ceritanya, semuanya sangat penting untuk dibahas, tapi gak mungkin juga kan, nanti kena spoiler lagi. Tapi, yang diatas itu hanya seperempat bagian awal kisah dari Clone. pokoknya gak akan nyesel deh bacanya, gak usah bingung juga dengan nama-nama tokohnya, karena di halaman awal dipampangkan list tokoh-tokoh dari novel ini, beserta bagan silisilah keluarga Alacran. Sangat komplit. Seruuu 😀

Aku kasih 5 bintang untuk Sarang Kalajengking.

Quotes yang ku suka:

“Kau bisa tahu seberapa besar seseorang mencintaimu dari hadiah yang mereka berikan,” – El Patron. (page 128)

Sebenarnya aku gak setuju dengan quotes ini, seakan-akan kita hanya menilai orang dari pemberiannya saja, padahal kan yang terpenting itu keikhlasannya, bukan barang apa yang diberikannya, soalnya kemampuan materi seseorang kan beda-beda. El Patron mengucapkan ini tentu saja sesuai dengan gaya hidupnya yang sangat berlimpah dengan harta. Tapi dari quotes inilah kita bisa belajar, intinya sih mengoreksi diri : ) pokoknya banyak quotes-quotes yang membuat aku sebagai pembaca berpikir−hem, iya ya, iya sih masuk akal, tapi gak berdasar juga kalau kita lihat dari sisi kemanusiaan. Hehe. Ya begitulah, banyak sekali pelajaran dan pengalaman luar biasa yang bisa kita kutip dari novel ini. Pantas saja memang banyak penghargaan yang diraih oleh karya Nancy Farmer ini.

“Aku selalu bilang kebenaran adalah yang terbaik, walaupun pahit. Tikus di got bisa berbohong. Begitulah perilaku tikus. Itulah sebabnya mereka disebut tikus. Tapi, manusia tidak lari dan bersembunyi, karena manusia memiliki kelebihan. Berbohong adalah tindakan pengecut,” – Tam Lin.(page 160)

Nah kalau ini aku setuju : )

Ini cover asli bukunya:

Image

Advertisements

One thought on “The House Of The Scorpion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s