Crying 100 Times


Judul Buku: Crying 100 Times (100回泣くこと)
Penulis: Nakamura Kou
Penerjemah: Khairun Nisak
Penerbit: Penerbit Haru
Terbit: Cetakan I, Juni 2013
Tebal: 256 halaman
Genre: Fiksi, Romance
ISBN: 978-602-7742-19-2
Harga: Rp. 49.000,-

“TO LOVE, TO HONOR. TO CERISH, TO HELP, UNTIL DEATH, DO US APART.”

Waktu itu,
kami sedang memperbaiki
sepeda motor tuaku.

Waktu itu,
ia memintaku untuk menjenguk Book, anjing tua kesayanganku yang sekarat.

Dari dulu,
Book sangat menyukai
suara mesin motorku.

Waktu itu,
aku melamarnya.

Waktu itu,
aku merasa aku adalah pria paling bahagia di dunia.

Aku kira,
kabahagiaan ini
tidak akan berakhir.

Tapi…

Setelah membaca novel J-lit sebelumnya Her Sunny Side, aku sangat penasaran dengan novel ini. Ada sensasi menarik dan berbeda yang membuatku nagih baca J-lit. Mungkin baru dua novel ini yang dibaca, makanya jadi addicted gini ya XD

Novel ini bercerita tentang seorang pegawai kantoran bernama Fujii. Dia sudah 4 tahun meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di kota. Kisah dimulai saat ibunya menelepon, memberi kabar soal anjing peliharaan Fujii yang sedang sakit. Kondisi anjingnya yang bernama Book itu hanya bisa tidur sepanjang hari tanpa melakukan aktivitas apapun, biasanya anjing kan paling suka berjalan-jalan. Binatang kesayangan Fujii-kun ini mungkin merindukan majikannya, hingga sampai saat ini masih bisa bertahan. Sejak empat tahun itu pula Fujii tidak pernah menjalankan sepeda motornya yang selama ini ia simpan di pojok parkiran apartemennya. Sepeda motor yang menjadi saksi pertemuannya dengan Book. Karena saran dari pacarnya, Yoshimi. Fujii memutuskan untuk memperbaiki motornya itu, agar bisa membuat kenangan indah kembali bersama Book yang pasti akan membuat Book senang. Selanjutnya cerita berlanjut mengenai hubungan Fujii dan Yoshimi, setelah bab awal hanya menceritakan Book dan sepeda motornya−yang menurutku alurnya begitu lambat. Tapi, di bab-bab berikutnya entah mengapa alur terasa cepat. Apa karena di bab ini berkisah tentang hubungan dua manusia ya.hee x)

Aku suka bagaimana hubungan Fujii dan Yoshimi terjalin dengan baik dan sederhana, tapi begitu ngena. Apalagi sudut pandang yang diambil adalah tokoh utama laki-laki, kesannya manis aja, jadi gak melulu perasaan perempuan yang diumbar seperti kebanyakan novel lain yang paling dominan tokoh utamanya perempuan.
Cerita mulai berkembang saat keduanya memutuskan untuk melakukan latihan menikah atau lebih tepatnya disebut latihan hidup berumahtangga sebelum menikah sungguhan, yang membuat keduanya tampak sangat bahagia. Agak konyol menurutku x)
Cerita yang berada di tengah-tengah ini cukup membuatku tersentuh, meski aku tidak sampai menitikkan air mata seperti judulnya.

“Suatu hal yang bisa kulakukan. Sesuatu yang bisa kulakukan untuknya adalah tetap selalu ada untuknya. Hanya itu yang kugenggam dan kupeluk…” – Fujii (page 186)

Entah mengapa meski ceritanya sangat sederhana, aku masih bisa menyukai novel ini. Dengan ending yang apa adanya, sangat natural, tidak membuatku tercengang, dan tidak juga membuat kening berkerut.

Untuk Book aku kasih 3 bintang.

Tentang Penulis
Nakamura Kou lahir tahun 1969 di Prefektur Gifu, Jepang. Tahun 2002 debut dengan novel berjudul Rirekisho dan memenangkan Penghargaan Bunshun. Novelnya yang berjudul Natsu Yasumi menjadi nominator dalam ajang Penghargaan Akutagawa yang bergengsi. Novel lainnya dengan judul Guru-guru Mawaru Suberidai mendapatkan Penghargaan Noma Literary Newcomer. Karyanya yang lain adalah Zettai, Saikyou no Uta, Boku ga Suki na Hito ga Yoku Nemuremasu youni.
Yang bisa baca huruf Jepang bisa lihat profil lengkapnya disini dan beberapa karyanya juga disini, covernya bagus-bagus ^o^
Ini wujud cover aslinya Crying 100 Times
51EM010AR5L._SL500_SY180_

Novel ini telah diadaptasi menjadi sebuah film oleh director Ryuichi Hiroki dengan judul yang sama 100 Kai Naku Koto. Tokoh Fujii diperankan oleh Tadayoshi Okura, sementara Yoshimi oleh Mirei Kiritani. Film ini sudah tayang di bioskop tanggal 22 Juni 2013. Sudah kelewat ya.. Katanya sih isi cerita novel dan film ada perbedaan, lebih banyak yang ditambahkan dalam movienya. Jadi penasaran pengin nonton. Semoga aku bisa menikmati filmnya juga ya 😀

Advertisements

One thought on “Crying 100 Times

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s