Last Minute in Manhattan

IMG_20130726_082516

Judul Buku: Last Minute in Manhattan
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: Bukune
Genre: Romance
Terbit: Cetakan I, Desember 2012
Tebal: vi+402 halaman
ISBN: 602-220-083-0
Harga: Rp. 50.000,-

MATAHARI TENGGELAM SEMPURNA DI MANHATTAN,
MENGHUJANI GEDUNG-GEDUNG
DENGAN WARNA SENJA CAKRAWALA

Di kota ini, kau akan bertemu Callysta.
Ia menemukan langit yang menaungi senja−
Membuatnya merasa nyaman, seperti mendapat perlindungan. Membuatnya jatuh cinta.

Namun, jatuh cinta memang tidak semudah yang dibayangkan. Saat cinta mulai menyergap, yang bisa dilakukan hanyalah mempertahankannya,
agar tak memburam dan menghilang ketika ragu dan masa silam ikut mengendap.

Di kota ini, gadis itu jatuh cinta,
Tetapi segera ia surukkan di lorong-lorong
gedung-gedung meninggi, dan ia benamkan
bersama senja yang tenggelam sempurna.

“Hatiku, masih terlalu rapuh,” begitu katanya.
Maukah kau menemaninya di Manhattan?

**

Siapa sih yang mau jatuh kelubang yang sama dua kali, setelah pacar play behind dengan perempuan lain, dan saat itu kau yang terlalu mencintainya hanya bisa meratapi kesedihan sepanjang waktu. Seakan hatimu rapuh, dan kaulah orang yang paling menderita di dunia ini. Disaat ada kesempatan untuk move on, pelampisan pergi keluar negeri, why not? Coba saja lakukan, barangkali kisahmu akan seperti Callysta (tokoh utama dalam novel ini) di California −untuk yang pertama kalinya−−bertemu laki-laki yang mampu membuatnya jatuh cinta lagi. Tapi, tak lama setelah itu−mulai membuatmu kembali terjeblos ke dalam lubang yang sama. Dikhianati?
Akhir ini belum terjawab loh, apa benar seperti itu ya? lanjut~

Callysta adalah anak dari keluarga yang broken home. Dia tinggal bersama ayahnya karena ibunya menikah dengan duda yang memiliki anak sebaya dengannya, bernama Maggie.

Setelah lulus SMA, pacarnya Abram kepergok play behind dengan Maggie. Jleb. Kasian banget Cally 😦 Oh, oh, tenang saja.. novel ini gak bikin termehek-mehek kok. Karena tak lama setelah itu, Callysta mendapat mama baru 🙂
Ayahnya menikah lagi dengan wanita asal California, Amerika Serikat, bernama Sophie. Sophie memiliki anak laki-laki yang tampan, bernama Mark. Mark satu tahun lebih muda dari Callysta.

Sophie dan Mark akan tinggal di California, karena Mark belum lulus sekolah. Sementara ayahnya tetap bekerja di Indonesia. Callysta yang masih saja terpuruk dalam kesedihannya mendapat tawaran untuk ikut ke CA, meski tidak yakin hatinya akan membaik setelah berada disana. Daripada tetap stay di Indonesia−Cally juga akan sendirian, karena sahabat-sahabatnya, Jose, Nelly, Cintya, Irfan, dan Bima sudah mendaftar kuliah, sementara ia belum. Callysta terlalu larut dengan cintanya, hingga masa kuliah pun ia tanggalkan, belum menemukan passion, begitu katanya.

Cinta pada pandangan pertama… Well, sepertinya Callysta memang mudah berubah jika dia mau. Kalau gak dipaksa Mark untuk ikut ke Surfer Statute, mungkin dia tidak akan mengalami perasaan ini.
Vesper Skyller, cowok cool and sexy, yang mirip dengan artis Alex Evans itu−membuat Callysta bisa menyulam kembali rajutan kusut dalam hatinya. Perlahan-lahan ia bisa menata hatinya kembali dan melupakan mantan kekasihnya.

Vesper memang menyebalkan, terlebih−−banyak insiden yang membuat Callysta kesal. Tapi selalu saja Cally dibuat luluh hanya dengan sekali bertemu pandang dengan Sky.

Ceritanya klise sih, soal pengkhinatan, lalu jatuh cinta ke orang yang baru. Eh, ternyata dikhianati lagi. Yah, walaupun kali ini Callysta mengakui kalau Vesper berbeda, matanya terbaca sangat jujur.
Disaat hubungannya dengan Vesper merenggang karena Rachel (yang dibilang dekat dengan Vesper) datanglah sang mantan, Abram, yang minta balikan. Lalu siapakah yang Callysta pilih? 😉

Berhubung Vesper ini sahabat Mark, setiap kali kakak tirinya dan sahabatnya itu tidak akur, Mark selalu ada untuk membuat keduanya baikkan lagi.
Mark itu seperti orangtua yang memiliki seribu cara dan primbon-primbon ampuh untuk membuat cinta menjadi satu. LOL
Weird gak sih.. Anak SMA loh mereka. Well, Mark hebat banget sih, masih SMA tapi udah pandai nasehatin kakak tirinya soal cinta. Berasa dia udah mengecap asam garam kehidupan. lol
Menurutku sih hal-hal semacam ini membuat ketimpangan gak berlogika dalam novel ini.
Untuk tokoh Vesper sendiri pun, entah mengapa imajinasiku langsung tergambar kalau Sky pria dewasa, meskipun sudah jelas diulang berkali-kali kalau Vesper itu mirip Alex Evans, tapi tetap saja kesan cowok bule metropolitan yang ada dibenakku. Wew, jadi feel anak SMA nya cuma sekedar atribut doang.

“Jangan pernah bermain-main dengan perasaan, Vessy. Cinta itu rumit. Saat cinta datang padamu, kau seharusnya tidak melewatkannya begitu saja! Cinta yang sama tidak akan datang dua kali. Tangkap-atau kau akan kehilangan,” – Mark. (page 173)

“Siapa pun bisa menjadi sangat menyebalkan saat terbawa emosi. Yang perlu kau lakukan adalah mencari cara agar emosinya mereda,” – Mark. (page 178)

“Manusia itu bisa berubah, Cally. Bukan karena diubah, melainkan karena ingin. Bukan karena terpengaruh, melainkan karena hati,” – Mark. (page 236)

Untuk masalah latar sih gak ada masalah. Semuanya oke! Nyaris sempurna penggambarannya. Karena dalam ceritanya Callysta sering pergi jalan-jalan. Jadi seru aja bacanya… berasa aku juga ikut ke CA. Aku jadi pengin banget bisa ke Mystery Spot, Silicon Valley, Time Square, dan Manhattan XD

Oya, ada yang sedikit menganggu juga , yaitu soal pakaian si tokoh. Penulis menceritakan dengan detail sekali setiap Cally, Sky, dan juga Mark berpergian, selalu saja ada kalimat pembuka berpakaian begini begitu..agak risih aja karena terlalu banyak.
Terus untuk cerita yang hanya seklise ini, novelnya terlalu tebal.
Mengenai sudut pandang, awalnya aku kira penulis akan menggunakan sudut pandang orang pertama sampai akhir, ternyata enggak. Di bab ketiga, sudut pandang beralih menjadi pihak ketiga. Agak membuat kening berkerut sih awalnya. Tapi, setelah dibolak-balik lagi, aku jadi ngerti. hoho

Typo dalam novel ini cukup banyak, setelah aku hitung-hitung ternyata ada 16 typo (itu juga kalau mataku masih awas ya) x)

Untuk covernya sendiri aku sangat suka. keren! Apalagi dengan pembatas buku yang berbentuk postcard. Karena kelebihan cover inilah, aku jadi penasaran dengan next destination STPC selanjutnya~ Barcelona

Aku kasih 3 bintang untuk covernya yang kece x)

“Tidak ada mimpi yang tidak bisa diraih. Yang ada hanyalah orang-orang yang tidak mewujudkan dan tidak berusaha untuk meraihnya,” – Callysta.(page 274)

“Di dalam otak manusia, terdapat semangat yang bahkan diakui oleh semesta. Positive thinking: semesta akan berkonspirasi untuk mewujudkan keinginan seseorang selama seseorang tersebut punya keyakinan besar terhadap hal yang ingin diraihnya di dalam hidup,” – Callysta.(page 275)

Tentang Penulis
Yoana Dianika
Seorang dreamer yang tergila-gila pada seni dan semua yang berhubungan dengan candid. Memiliki tanggal dan bulan lahir yang sama dengan Jay Chou dan Minzy (2NE1). Simple-as simple as retarded-karena sukamelakukan sesuatu yang absurd :p
Yoana bisa dihubungi di:
oikawa_cool404@yahoo.com & cerberus404.blogspot.com

Advertisements

2 thoughts on “Last Minute in Manhattan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s