Refrain


Judul Buku: Refrain
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Genre: Romance
Terbit: Cetakan XVIII, 2013
Tebal: vi + 318 halaman
ISBN: 979-780-326-7
Harga: Rp. 46.000,-

Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.

Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian Jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, disetiap cerita harus ada yang terluka.

Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.

Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.
**

Pernah sahabatan sama lawan jenis dan atau sekarang masih lanjut? Kalau dalam hubungan tersebut tiba-tiba ada perasaan lain, bagaimana ya? Maksudnya setelah lama dekat bertahun-tahun, jadi awkward dan bikin perasaan kembang kempis. Wah itu sih sudah taraf jatuh cinta ya. Jatuh cinta pada sahabat sendiri.

Seperti yang terjadi dalam novel ini, ceritanya memang terbilang biasa, tapi karya Winna Efendi mampu menyulap cerita sederhana ini menjadi menganggumkan. Hal ini karena, gaya bahasa, alur, dan pencitraan tokoh-tokohnya dikemas berbeda−−membuat novel Refrain ini menjadi favoritku. Dan karena memang aku suka sih dengan gaya ceritanya mbak Winna, tidak hanya dalam novel ini saja.

Anyway, aku suka dengan sinopsis back covernya, tidak melenceng dari isi cerita, kalimat-kalimatnya merangkum isi dari novel ini. Tidak seperti kebanyakan novel lain yang kadang tidak nyambung antara sinopsis dengan isi. Selalu dibuat mendayu-dayu, so puitis atau berfilosofis. (kalau aku sih tipe pembeli yang tidak suka baca sinopsis back cover, tapi tipe yang baca resensinya dulu dari banyak orang yang sudah baca) xD

Cerita dimulai dari dua orang sahabat yang sudah dekat dari kecil, namun di novel ini mereka sudah tumbuh sebagai remaja SMU. Niki dan Nata.
Niki adalah gadis yang ceria dan energik. Dia ikut tim cheerleaders yang diketuai oleh Helena. Sedangkan Nata adalah cowok yang tidak bisa mengekspresikan sesuatu secara gamblang, bukan tipe cowok-cowok romantis bak pangeran bermobil−yang membukakan pintu mobilnya untuk cewek yang disukainya, atau mengatakan sayang dengan mudah. Nata memang tidak seperti itu, dia agak pendiam jika dibandingkan dengan laki-laki lain. Biasanya hal ini disebut dengan kekurangan ya, lalu kelebihannya apa? Kelebihan Nata adalah dia bisa bermain musik, hobinya bermain gitar dan jago menciptakan lagu, meski dia demam panggung.

“Di antara kita berdua, siapa ya kira-kira yang bakal jatuh cinta duluan? Kamu atau aku?” – Niki (page 3)

Dalam persahabatan mereka, hadir Annalise, murid baru pindahan dari Amerika. Ibunya yang mantan model Internasional terkenal sekarang menjadi fashion designer−−membuatnya harus sering berpindah-pindah sekolah, hingga membuatnya menjadi orang yang tertutup. Percuma saja berkawan, kalau pada akhirnya ia harus pergi meninggalkan orang yang sudah atau baru sebentar dikenalnya.

Namun, di SMU Harapan, kali ini pikiran Annalise terbuka tentang arti dari seorang teman. Ia melihat Niki yang ceria dan persahabatannya yang begitu dekat dengan Nata sangatlah menyenangkan−−hingga membuatnya ingin berkawan juga. Apalagi setelah kasus bolos sekolah.

Percaya dengan cinta pada pandangan pertama? Annalise dan Niki sepertinya iya. Pertemuan pertama Annalise dengan Nata di ruang UKS tampaknya membuat Nata menjadi spesial di mata Annalise. Sementara itu, Niki yang bertemu dengan Oliver, kapten tim basket SMU Pelita juga mengalami hal yang sama. Dengan kegentlean Oliver mengajaknya kenalan saat ada pertandingan basket antarSMU−−Niki langsung menaruh rasa suka pada cowok populer itu.

Lalu, bagaimana dengan Nata?
Siapa diantara mereka yang sudah jatuh cinta duluan?

“Yang gue tau, persahabatan itu nggak memilih. Persahabatan bukan didasari oleh gender, usia, motif, atau apa pun itu. Persahabatan yang tulus gak harus punya alasan,” – Nata (page 262)

Meskipun sudah bisa ditebak endingnya, tapi pemaparan ceritanya sangat halus dan mengalir.
Aku sangat suka dengan karakter Annalise karena tidak mementingkan ego hatinya. Juga Oliver yang masih punya hati, dan menurutku sangat gentle.
Tokoh Helena pun tidak dibuat lebay dengan peran antagonisnya. Dia berperan seperti itu karena memang beralasan.
Yang jadi favoritku selain Anna adalah Danny, kakak Nata ini meskipun hanya muncul sedikit, tapi kharismanya kelihatan dapet banget xD

Ada satu hal nih, yang menurutku agak kurang rasional dalam novel ini, yaitu saat Niki bertemu dengan ibunya Annalise, Vidia Rose. Disini diceritakan kalau Niki ngefans berat dengan Vidia, tapi saat pertemuan pertama mereka−−kenapa tidak tampak antusias Niki pada sang idola, justru malah berani menasihati.
Dan sebagai buku yang best seller−−dengan cetakan yang ke delapanbelas ini, sangat disayangkan sekali masih banyak typo.

Well, sebelum membaca novel ini, aku sempat bertanya-tanya apa maksud cinta selalu pulang itu? Dan maksud dari cinta datang terlambat yang dinyanyikan oleh Maudy Ayunda dalam OST. film Refrain. Semuanya terjawab setelah habis membaca buku ini 🙂

Mau itu cover asli ataupun cover film, aku tetap suka dua-duanya. Karena surat beramplop biru itu masih ada 😀

refrain

refrain


Novel gagas memang selalu menarik dari segi cover ataupun bookmarknya 😀

4 bintang untuk amplop biru.

Quotes yang kusuka:
“Ada tiga jenis orang di dunia ini; orang yang memiliki mimpi lalu memilih untuk mengejarnya sampai dapat, orang yang memiliki mimpi, tapi tidak melakukan apa-apa untuk menjadikannya nyata, dan orang yang sama sekali tidak mempunyai mimpi.” (page 299)

Advertisements

One thought on “Refrain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s