Menjagamu


Judul Buku: Menjagamu
Penulis: Pia Devina
Penerbit: Laksana (Diva Press)
Genre: Fiksi, Romance
Terbit: Cetakan I, Juli 2013
Tebal: 256 halaman
ISBN: 979-602-7968-21-9
Harga: Rp. 38.000,-

Sebuah novel yang akan membuat kita percaya bahwa setelah hari ini masih ada hari esok yang dapat membuat kita lebih baik lagi. Dan, tak ada cinta yang membuat siapapun menjadi sia-sia.
***
Sesosok Aretha yang periang, tampaknya tidak akan lagi terlihat dalam tiga tahun terakhir. Kehidupannya berubah, tiada lagi wajah ceria. Ayahnya, sahabatnya, bahkan kekasihnya kini hanya menyisakan tangis untuknya.
Apa yang Retha rasakan, bila dalam waktu bersamaan, ayahnya menderita penyakit skizofrenia. Sheila, sahabat baiknya menderita kanker empedu. Dan Kai, laki-laki yang ia cintai, harus ia lepaskan demi Sheila.
Seperti tidak mampu menanggung beban, Retha berusaha lari dari problem yang membelenggunya. Masalahnya, semakin ia lari, beban yang ia tanggung bukan semakin berkurang, tapi malah semakin mengganduli pikirannya.
Hingga, akhirnya muncullah sosok Fady, seseorang yang terkenal dengan sikap dinginnya. Ia datang membawa perasaan yang sudah lama dipendamnya dan siap menjadi orang pertama yang akan mewarnai hari-hari Retha.
***
“Jujur, semua hal yang terjadi di antara kita, sepertinya terlalu cepat buat aku. Tentang kamu yang tiba-tiba hadir di hidup aku, itu cukup bikin aku kaget.” Aretha tertawa pelan. “Tapi…, tak tahu kenapa, aku merasa nyaman dengan kehaditanmu, Dy.”
**

Novel ini aku dapat dari giveaway di blog Dinoy’s Book Review. Terima kasih mbak dinoy. Terima kasih banyak juga buat mbak Pia yang sudah memilihku sebagai pemenangnya.

Review kali ini aku akan lebih banyak subjektif berkomentar mengenai kekurangan dan kelebihan novel ini.

Untuk isi cerita dari novel ini, garis besarnya sama banget dengan sinopsis back covernya.
Novel ini menggunakan alur maju-mundur, dengan sudut pandang orang ketiga.

Pertama kali baca bab-bab awal, aku agak sedikit bingung, mungkin karena aku belum terbiasa dengan gaya penulisan mbak Pia.
Karena menurutku sih tulisannya loncat-loncat. Dari bab ke bab kita akan dibawa ke cerita beberapa bulan atau tahun yang lalu, lalu kembali lagi ke masa kini, begitu seterusnya. Memang gaya cerita seperti itu ada, tapi untuk yang satu ini aku rasa kurang mengalir. Tidak pas, seperti potongan puzzle yang dipaksakan.

Penulis disini just tell, not show.
Maksudku penulis hanya menceritakan apa yang dirasakannya sendiri, tanpa melibatkan si pembaca. *Yang kurasakan seperti itu x)

Dalam cerita sangat jelas−−banyak kesedihan yang dialami Aretha, tapi aku tidak bisa ikut bersedih.
Aku tidak bisa menaruh simpati dengan setiap tokoh dalam novel ini, karena hubungan antartokohnya saja aku merasakan tidak terbangun. Seperti Sheila misalnya, sosoknya yang dibilang sahabat baik Aretha tidak membekas dalam ingatanku, kata ‘baik’ seperti hanya ucapan belaka.
Karakternya kurang memiliki jiwa, jiwa disini maksudnya si karakter seharusnya bisa membentuk dengan sendirinya ‘siapa dia’ di mata pembaca (?)
Aku merasa karakternya drama serial sekali, ceritanya juga klise.

Kemudian untuk penggunaan kata ‘ia’. Disini aku merasa janggal dalam beberapa kalimat ataupun dialog. Kenapa penulis tidak memakai kata ‘dia’ saja, yang menurutku lebih enak dibaca untuk pihak ketiga tertentu.

Mungkin novel ini bisa jadi lebih bagus lagi kalau pemaparan tulisannya rapi, narasi, dialog, dan suspense yang logis.

At least, untuk the first novel, aku pikir ini awal yang bagus. Tapi, aku berharap kedepannya novel mbak Pia lebih bagus lagi, tidak hanya dari segi cerita, tapi dari tulisan juga.

Beberapa typo yang kutemukan:
1) Page 39: “Merdekaaa!!!” teriak Aretha tiba-tiba sambil mengacungkan tinjunya ke udara.
Teman-temannya cekikikan melihat tingkah Aretha.
“Kamu kayak yang mau perang aja sih, May. Biasa aja kali…” ujar Aretha sambil terbahak.
Maya terkikik geli. “Sorry, sorry…aku terlalu semangat, ya?”
-> Disini yang berteriak seharusnya Maya kan, kalau memang si Maya yang minta maaf karena terlalu bersemangat. Atau sebaliknya? idek.
2) Page 52: merekan -> mereka
3) Page 79: nuritin -> nurutin
4) Page 85: bahagi -> bahagia
5) Page 107: managemen -> manajemen (bahasa inggris: management)
6) Page 107: Dan setiap kali Maya tentang konser yang ia tonton. -> missing ‘tanya’ i think.
7) Page 133: sabil -> sambil
8) Page 135: mendengerkan -> mendengarkan
9) Page 139: menangi -> menangis
10) Page 152: Khairy menghela napas panjang. Ia duduk di sofa di sebrang tempat Khairy duduk, kemudian ia meletakkan kedua tangannya di atas wajahnya untuk beberapa saat.
“Kamu nggak apa-apa?” Fady kembali bertanya.
-> seharusnya ia duduk di sebrang tempat Fady duduk.
11) Page 185: keals -> kelas
12) Page 203: dapt -> dapat
13) Page 209: menariknya tubuhnya -> menarik tubuhnya

Selain typo, ada juga beberapa EYD yang tidak sesuai.

Kelebihan isi dari novel ini, menurutku meski konfliknya cukup rumit, tapi aku tidak merasa novel ini berat, penulis menyuguhkan cerita yang mudah dicerna. Dan aku suka itu 🙂

Pelajaran yang bisa ku petik dari novel menjagamu adalah jangan takut untuk berharap, jangan lari dari masalah. Hidup itu terus berputar, jika masih ingin hidup−−hadapi saja sepahit apapun, karena sebenarnya waktu sendiri yang akan menjawabnya. Tidak ada penderitaan yang tidak bisa kita hadapi, semua sudah ada takarannya. Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini.

2 bintang untuk menjagamu.

Tentang Penulis:
Lahir di Bandung, 25 tahun yang lalu, penulis dengan nama Pia Devina ini mengawali karya tulisnya dengan judul And The Miracle is You… yang termaktub dalam buku antologi True Love Stories (2013). Karya yang based on true story ini, disusul dengan karya lain berjudul My Center of Universe, yang juga menjadi salah satu cerita dalam buku antologi Curhat LDR (2013).

Beberapa tulisannya dapat dibaca di blog pribadinya: http://www.devinacandybox.blogspot.com atau http://www.piadevina.blogspot.com. Pia juga dapat dihubungi melalui e-mail yang ia miliki: piadevina@yahoo.com.

Advertisements

3 thoughts on “Menjagamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s