That Affair Next Door


Judul Buku: That Affair Next Door
Penulis: Anna Katharine Green
Penerjemah: Diana A. Santoso
Penyunting: Fitria Pratiwi
Penerbit: Visimedia
Genre: Detektif, Misteri
Terbit: Cetakan I, Juni 2013
Tebal: viii+408 halaman
ISBN: 979-065-184-8
Harga: Rp 65.000

Saya menemukan beberapa orang sedikit marah dengan fakta bahwa Anna Katharine Green adalah penulis fiksi detektif best seller jauh sebelum Arthur Conan Doyle menulis karya pertamanya. Mereka marah karena mereka tidak ingin mendengar bahwa ada perempuan yang bersaing dengan seorang master.
(Prof. Ellen Higgins, Universitas Albany)
*****

Amelia Butterworth tidak akan keluar rumah tanpa topi lebar, gaun megar, dan sarung tangan khas perempuan New York yang memesona. Meakipun perempuan berpendidikan tinggi ini sangat suka berbelanja, dia bukanlah sosialita biasa. Pada suatu malam, Miss Buterworth tanpa sengaja mengintip rumah tetangganya melalui jendela kamarnya. Alangkah terkejutnya dia, tindakannya ini membawa pengaruh besar baginya, termasuk mengenalkannya dengan detektif dari kesatuan kepolisian New York Metropolitan, Ebenezer Gryce.

Mayat seorang perempuan ditemukan tertindih lemari di rumah tetangga Miss Butterworth. Semua orang terkejur karena rumah keluarga van Burnam itu kosong, ditinggal berlibur selama lima bulan. Dengan analisis khas perempuan, Miss Butterworth berhasil meyakinkan Mr. Gryce bahwa kasus ini adalah sebuah pembunuhan. Awalnya, Mr. Gryce yang sombong tidak mau dibantu oleh seorang perempuan untuk menangani kasus ini. Merasa diremehkan, Miss Butterworth marah dan menantang Mr. Gryce untuk bersaing dalam membongkar teka-teki dalam kasus penemuan mayat di rumah itu. Siapalah yang dibunuh? Siapa yang membunuh? Misteri apa yang akan dibongkar Mr. Gryce dan the first lady detective, Amelia Butterworth.
***

Kisah dalam novel ini tentang pembunuhan di rumah kosong milik Van Burnam. Sebenarnya rumah itu kosong karena yang memiliki sedang berpergian keluar negeri−−orang-orang rumah (termasuk anak-anak Van Burnam sekaligus menantu, yang semuanya sedang sibuk di luar kota), mereka adalah Franklin Van Burnam, Howard Van Burnam dan Mrs. Howard Van Burnam (istri Howard), Caroline, dan Isabella.

Amelia Butterworth yang merupakan tetangga depan rumah, pada tengah malam saat ia tidak bisa tidur−mendapati seorang perempuan dan laki-laki memasuki rumah Van Burnam. Tak lama setelah itu, sekitar sepuluh menit si laki-laki keluar tanpa perempuan yang masuk dengannya tadi.
“Aku bukan seorang perempuan yang suka usil ikut campur urusan orang lain, tetapi pada tengah malam September yang hangat, saat aku mendengar kereta kuda berhenti di depan rumah sebelah, aku tidak bisa menahan diri untuk meninggalkan ranjang dan mengintip melalui tirai jendela.” – Amelia Butterworth (page 1)

Keesokkan harinya Miss Butterworth yang merasa khawatir bercampur penasaran pada perempuan yang ditinggalkan seorang laki-laki di rumah kosong itu−−meminta kepolisian setempat untuk membuka rumah tersebut. Yang kebetulan saat itu juga seseorang yang mengaku sebagai tukang bersih-bersih rumah Van Burnam datang. Dia adalah Mrs. Boppert—yang satu bulan sekali datang ke rumah Van Burnam untuk melakukan tugasnya.

Dan kekhawatiran Miss Butterworth akhirnya terjawab saat Mrs. Boppert yang memiliki kunci rumah itu membukanya. Benar saja—di dalam rumah tersebut ditemukan mayat seorang perempuan tergeletak di lantai ruang tamu dengan kabinet/lemari menimpa tubuhnya, terutama merusak bagian wajahnya, hingga sulit untuk dikenali.

Yang membuat novel ini menarik adalah tersangka dan saksinya banyak. Di satu sisi memiliki alibi kuat, disisi lain hal itu mencurigakan semua. Aku sampai terkecoh beberapa kali untuk menebak pelakunya dan siapa perempuan yang dibunuh itu.
Selain itu, Miss Butterworth yang bukan siapa-siapa—maksudnya hanya seorang saksi yang melihat di kegelapan malam (seorang perempuan dan laki-laki itu masuk ke rumah) tanpa ia bisa melihat dengan jelas wajah mereka.

Hari-hari Miss Butterworth pun dilalui untuk menyelidiki kasus tersebut, dia tidak bisa diam begitu saja setelah menyaksikan semua ini. Dari penyelidikan koroner dan tim kepolisian yang didampingi detektif Mr. Gryce—perempuan yang meninggal itu diduga kuat adalah istri dari Howard. Tapi, Mr. Howard sendiri saat dimintai keterangan tidak mengakui bahwa istrinya itu yang meninggal. Pihak keluarga Van Burnam pun bungkam, seperti Franklin yang dimintai keterangan juga tidak tahu menahu mengenai perempuan itu. Hingga para saksi pun dihadirkan, mulai dari pemilik kos-kosan (tempat menginap Mr. dan Mrs. Howard), kurir pengantar barang, pelayan hotel, kusir kereta kuda, Mr. Stone (teman Franklin dan Howard), dan beberapa saksi lainnya.

Mr. Gryce yang usianya sudah kepala tujuh itu masih cukup tangkas dan cermat mengusut kasus yang diduga pembunuhan ini, dia pun tidak mau kalah dengan Miss Butterworth yang ingin menguak kebenaran dari kasus tersebut. Dan petualangan Miss Butterworth pun dimulai dengan menyelidiki hal-hal kecil yang dimiliki Mrs. Howard, hingga membawanya kedalam sebuah teori-teori yang…well, mematahkan!! Lalu siapa yang berhasil membeberkan kasus pembunuhan misteri itu? Mr. Gryce atau Miss Butterworth? Atau keduanya bekerja sama? –tidak ada spoiler- :p

Sudut pandang yang dipakai dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama dengan tiga narator.
Tokoh utama, Butterworth adalah perempuan yang mandiri, cerdas dan peka terhadap sekitarnya. Meskipun dia memilih untuk tidak menikah, di usianya yang padahal sudah matang.
Dengan latar tahun 80-an karena novel ini memang terbit tahun 1897, nama-nama merk dan istilah yang dipakaipun begitu klasik. Terjemahannya yang enak dibaca membuatku bisa ikut terbawa ke setting novel ini, meskipun typo masih berseliweran dimana-mana.
Untuk cover yang biasa Visimedia gunakan selalu pas dengan cerita, cocok saja menurutku.

3 Bintang untuk pelaku yang sulit ditebak.

Tentang penulis:
Anna Katherine Green
Ibu dari fiksi detektif dunia
Jika Edgar Allan Poe dikenal sebagai bapak dari fiksi detektif dunia, Anna Katherine Green adalah ibu untuk kategori yang sama. Anna Katherine Green lahir di Brooklyn, 11 November 1846. Anak dari Catharine ann Whitney Green dan James Wilson Green, pengacara terkenal di New York, ini sesungguhnya memiliki ambisi untuk menjadi penulis puisi dan roman. Oleh karena itu, dia berkorespondensi dengan Ralph Waldo Emerson dalam proses kreatif tulisannya. Saat puisi-puisinya tidak mendapatkan pengakuan, justru novel detektif pertamanya The Leavenworth Case (1878), mendapat pujian dari Wilkie Collins dan menjadi buku internasional best seller Amerika pertama. Dengan semangat baru, Green lalu beralih menjadi penulis novel detektif.

Pada 1866, Green menyelesaikan pendidikannya dari Ripley Female College (sekarang Green Mountain College) di Poultney, Vermont. Green merupakan sarjana perempuan pertama untuk ilmu seni. Pada 1877, Green beretemu dengan Charles Rohlfs yang saat itu berprofesi sebagai aktor. Laki-laki yang lebih muda 7 tahun darinya ini kemudian menikahinya pada 25 November 1884 di Gereja Congregational Selatan, Brooklyn. Setelah menikah, Rohfls memilih beralih profesi menjadi desainer furniture dan Green mengelola penerbitan buku. Namun, aktivitas penulisan Green tetap berjalan. Pada 1885, Green melahirkan anak pertamanya, Rosamond, dan satu tahun berikutnya Green menerbitkan The Mill Mystery dan Risifi’s Daughter. Mei 1887, Green melahirkan anak keduanya, Sterling, dan novel 7 to 12: A Detective Story diterbitkan pada Juni. Tahun 1892 Green melahgirkan anak ketiganya, Roland dan menerbitkan Cynthia Wakeham’s Money. Selain mengelola penerbitan buku, Green juga kerap membantu dan berkolaborasi dengan suaminya dalam bisnis furniture.

Novel detektif Green memperkenalkan tokoh detektif Ebenzer Gryce dari Kesatuan Kepolisian New York Metropolitan. Namun, dalam novelnya That Affair Next Door (1897), Lost Man’s Lane: a Second Episode in the Life of Amelia Butterworth (1898), dan The Circular Study (1900), Mr. Gryce dibantu perempuan mandiri dan cerdas, Amelia Butterworth. Miss Butterworth digambarkan sebagai perempuan yang memilih untuk tidak menikah, tetapi dengan kecerdasannya mampu membantu Mr. Gryce memecahkan kasus yang tidak bisa ditemukan akar permasalahnnya. Selain Miss Butterworth, Green juga menciptakan Violet Strange, gadis yang beekrja sebagai detektif amatir untuk kepolisian dalam kumpulan cerpen The Golden Slipper and Other Poroblems for Violet Strange (1915). Dua tokoh perempuan dalam karya Green ini merupakan kisah detektif perempuan pertama di dunia.

Green terinspirasi oleh Edgar Allan Poe dan Emile gaboriau, pendahulunya dalam menulis fiksi detektfi. Sosok ayahnya yang seorang pengacara juga menjadi inspirasi Green dalam menulis kisah-kisah detektif dan cerita Ralph Waldo Emerson, dosennya, tentang agen intelijen perempuan pada masa Perang Sipil Amerika menginspirasi tokoh-tokoh detektif perempuannya. Pada 11 April 1935 Green tutup usia pada usia 88 tahun di rumahnya, Buffalo, New York, setelah menghasilkan 40 buku.

Advertisements

One thought on “That Affair Next Door

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s