The Hunger Games #1


Judul Buku: The Hunger Games #1
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah:Hetih Rusli
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Kategori: Fiksi
Genre: Fantasy, Romance, Science Fiction, Thriller
Terbit: Cetakan I, Oktober 2009
Tebal: 408 hlm
ISBN: 978-979-22-5075-6
Harga: 58.000

Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di belasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik.
Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah: membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games. Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.
**

Katniss Everdeen, gadis pemburu yang hampir setiap hari pergi ke hutan untuk mencari binatang buruan untuk ia tukarkan dengan uang atau makanan layak di kota. Terkadang hasil tangkapannya pun ia makan sendiri untuk keluarganya. Hidup sebagai tulang punggung keluarga adalah tanggung jawabnya. Ibunya depresi semenjak ayahnya meninggal, sementara adiknya, Prim, masih terlalu muda. Dan ia sangat sayang pada adiknya melebihi siapapun.
Gale adalah sahabat Katniss, teman berburunya. Gale sudah seperti kakak baginya, tapi perasaan nyaman dan menenangkan membuat Katniss menginginkan sesuatu yang lebih dari hubungan sebagai partner berburu. Tapi, itu semua masih sekedar harapan.

“Aku ingin melakukan sesuatu, disini, sekarang, membuat mereka bertanggung jawab, menunjukkan pada Capitol bahwa apa pun yang mereka lakukan atau mereka paksakan pada kami, ada bagian dari setiap peserta yangtak dapat mereka miliki. Bahwa Rue lebih dari sekedar poin dalam permainan mereka. Dan aku juga bukan.” – Katniss (page 261)

Seru, keren, menantang, tapi juga mengharukan dengan bumbu romance yang membuat siapapun pasti bakal nagih bacanya, termasuk aku.

Kompetisi yang tidak biasa, membunuh atau dibunuh. Setiap Distrik wajib mengirimkan dua peserta (laki-laki dan perempuan). Dari kedua belas distrik, didapat dua puluh empat peserta yang akan bertarung, saling mengalahkan, meskipun dari distrik yang sama sekalipun. Karena hanya akan ada satu pemenang. Satu orang yang hidup dalam acara Hunger Games ini.

Hunger Games merupakan acara besar yang ditunggu-tunggu oleh seluruh warga Panem-Capitol, tapi juga merupakan hal yang paling ditakuti, karena bagi anak yang berusia dua belas tahun ke atas, mereka harus mendaftarkan diri sebagai peserta Hunger Games. Bagi mereka warga miskin, bisa mendapatkan tessera (mendaftarkan lebih dari satu nama undian, berkali-kali lipat jumlahnya untuk ditukarkan dengan makanan bagi keluarganya−−jika dia terpilih sebagai peserta). Salah satunya adalah Katniss dan Gale yang memiliki nomor undian paling banyak. Kemungkinan untuk menjadi peserta cukup besar peluangnya, dan Katniss sudah siap dengan resiko itu. Akantetapi, pada akhirnya nama Prim, adiknya yang dimuncul dari undian. Katniss tidak bisa membiarkan hal itu, ia pun mengajukan diri sebagai peserta−−menggantikan adiknya. Semua orang merasa tergugah dengan kerelaan Katniss. Dan, anak laki-laki yang terpilih adalah Peeta (anak dari tukang roti) yang mengingatkan Katniss akan masa lalu, ketika anak laki-laki itu pernah menolongnya, dan ia masih merasa berhutang budi sampai saat ini.

Satu tim bersama orang yang sudah pernah menolongnya, lalu apa yang harus Katniss lakukan di dalam kompetisi ini? Di satu sisi ia harus menang dengan membunuh kedua puluh tiga peserta.

Yang paling buat aku nggak bisa lepas dari novel ini adalah pengakuan Peeta yang mengejutkan, ternyata dia menyukai Katniss, padahal nih Peeta cuek-cuek dingin gitu. Makanya Katniss nggak sadar-sadar kalau Peeta beneran suka. Hwaa semakin dilema…
Bagaimana akhir dari kompetisi ini, apakah Katniss bisa menang (dengan membunuh Peeta) atau malah ia yang dibunuh (mengingat peserta dari distrik 1,2,3 yang kuat dan memiliki banyak sponsor).

“Dengan caraku sendiri, aku akan mati, tapi tak terkalahkan,” – Katniss (page 315)

Dengan sudut pandang orang pertama, ceritanya enak sekali dibaca, terjemahannya oke. Nyaris bersih dari typo.

Novel ini tidak hanya sekedar fiksi fantasi yang berbumbu thriller dan romance. Tapi, Hunger Games ini memberikan pembelajaran tentang kehidupan, seperti kekeluargaan, kepercayaan, kekuasaan, persahabatan, dan cinta.
Kekuasaan pemerintah yang−−well−−kita tahu siapa yang berkuasa akan bisa mengatur segalanya. Termasuk Capitol−−yang ish bikin emosi kita terkuras habis.
Suspense yang menarik diending buku #1 buat aku penasaran dengan kisah Katniss dan Peeta selanjutnya… Next to read Hunger Games: Catching Fire #2

5 bintang untuk Hunger Games

Tentang Penulis:
Sejak tahun 1991 Suzanne Collins bekerja sebagai penulis televisi untuk program anak-anak. Belakangan ia juga dikenal sebagai penulisnovel fantasi remaja dengan beberapa serialnya yang sukses termasuk The Hunger Games.

Saat ini ia tinggal di Connecticut with bersama keluarganya dan sepasang kucing yang dipungut dari halaman belakang rumah mereka.

Lainnya:
PUBLISHER WEEKLYS BEST BOOKS OF THE YEAR
NEW YORK TIMES NOTABLE CHILDREN’S BOOK OF 2008
Selain mendapatkan banyak penghargaan dan apresiasi yang bagus dari para pembaca, novel ini juga diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama The Hunger Games, pada tahun 2012. Yang diperankan oleh Jennifer Lawrence dan Josh Hutcherson.

Advertisements

2 thoughts on “The Hunger Games #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s