Bianglala Cinta Lima Jomblo (Seri Dago 335)


Judul Buku: Bianglala Cinta Lima Jomblo
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: PT Syaamil Cipta Media
Genre: Fiksi, Humor
Terbit: Cetakan I, Agustus 2005
Tebal: 240 halaman
ISBN: 979-3977-78-7

Apa jadinya jika lima jomblo eksentrik tinggal dalam satu rumah kontrakan? Guyudasa (komedian), Laa Tahzan (pemilik toko buku), Sibijeh Mato (kolomnis), Garudeya (pebisnis MLM), dan Benua (dubber) adalah jomblo-jomblo mandiri yang punya cara tersendiri menikmati gemerlap kota metropolitan, Bandung.

Mereka tinggal dalam satu rumah kontrakan di Jalan Dago no 335. Setiap malam Minggu, berlima mereka melakukan ritual rahasia.

Sementara itu, belakangan, para jomblo ini juga dibuat penasaran oleh kejadian-kejadian membingungkan. Guyu terheran-heran oleh kehadiran perempuan misterius yang selalu menonton pertunjukannya dai meja nomor 13. Sibi dibuat gemas oleh e-mail aneh yang terus dikirim ke mail box-nya

Laa Tahzan tak kalah pening kepala ketika Benua memintanya untuk melakukan sesuatu yang mencengangkan. Kehebohan apa yang menunggu mereka?

Dago 335 adalah gula rendah kalori untuk secangkir kopi hangat di tangan kamu. Santai saja, dan kamu akan percaya…
**


Ini adalah novel Tasaro pertama yang kubaca. Memang cukup lawas, sementara novel-novelnya yang baru telah terbit, aku malah baca buku ini. Hehe… Sebenarnya karena ini novel dapat dikasih sohibku, jadi dengan senang hati aku menerimanya. Karena sudah lama, jadi tema yang dibicarakan dalam dialog antar tokoh BCLJ ini pun cukup tren pada masa itu. Tapi, setelah dipikir-pikir tahun sekarang pun isu seperti pencekalan miss universe masih terjadi, dan masalah korupsi pun tidak pernah habis ditelan zaman. Huh.

Kelima cowok yang bisa dibilang sudah cukup dewasa, punya pekerjaan dengan passion berbeda-beda, seperti yang tertulis di blurb: Guyu seorang komedian di kafe Archilles, Tahzan pemilik toko buku Jendela, Sibi seorang penulis (lebih fokusnya kolomnis surat kabar lokal Bandung), Garu si pebisnis yang berkecimpung di dunia MLM yang susah move on :p, yang terakhir adalah Benua, dubber film-film india, mandarin, dan sejenisnya xD

Mereka berlima memiliki kebiasaan atau ritual setiap malam minggu harus kumpul bareng di Dago 335, lebih tepatnya sih nomor kosan mereka (kontrakan). Tak lain karena mereka adalah para jomblo. Yap, sudah jadi kesepakatan nomor sekian kalau mereka tidak akan berpacaran dulu. Lebih asyik kumpul bareng dengan tema obrolan yang cukup konyol, namun kadang diplomatis x)

Untuk Guyu, nggak usah ditanyakan lagi! Dia ini pelawak, tentu obrolannya pun nggak jauh-jauh dari guyonan. Benua yang seorang dubber juga agak sulit untuk diajak serius. Ya, tentu mereka tidak seserius Tahzan dan Sibi.
Tahzan ini orangnya memang serius, tapi serius yang punya dasar teori, seperti buku-buku yang pernah dibacanya. Anehnya sih dia nggak pernah sharing banyak tentang isi buku yang pernah dibacanya, lebih ke pemahaman sendiri.
Beda dengan Sibi, yang serius karena dia penulis, kolomnis sih lebih tepatnya. Setiap dia ngomong pasti selalu diawali/diakhiri quotes yang pas dari para ilmuan/penulis ataupun orang terkenal. Bisa dibilang Sibi itu yang paling peka diantara yang lainnya, karena selalu menghubungkan setiap kejadian dengan quotes andalannya.
Nah, yang terakhir ini, Garu. Dia pebisnis berbasis MLM. Cukup keras kepala, semacam teguh pendirian gitu… seperti kata Sibi, hidup Garu itu udah enak, orangtuanya punya usaha SPBU, diwaariskan pada anak tunggalnya, eh, malah ditolak. Lebih memilih merintis pekerjaan sendiri, yaitu MLM. Hubungan antara orangtua dan anak ini pun tidak begitu harmonis, walaupun Garu menekankan dia tidak merasa bermusuhan dengan orangtuanya, hanya beda prinsip saja. garu ingin sukses dengan caranya sendiri, tanpa melinatkan orangtua. Bagus sih, tapi… orangtua mana yang tega membiarkan anaknya kerja belum jelas seperti MLM.

Oke, lanjut… seperti di blurb, sebenarnya inti cerita ini udah jelas, kehidupan tentang lima cowok. Yang membuat cerita menarik, apalagi kalau bukan mahluk bernama cewek. Eitss, ini bukan versi F4 ngejar-ngejar Shancai loh, BCLJ ini benar-benar alami kehidupan para cowok di kota metropolitan Bandung, jauh sekali dari kesan drama.

Aku simpulkan, perempuan misterius ada disekeliling BCLJ.

Guyu yang tidak sengaja bertemu pandang dengan gaddis cantik di kursi penonton nomor 13. Penonton nomor 13 ini terbilang tidak biasa, karena setiap hari selalu datang dan duduk di tempat yang sama. Anehnya cewek itu tidak pernah tertawa, jelas-jelas dia menonton komedi show. Nah loh, kalau memang nggak lucu, kenapa masih mau datang terus tiap hari?

Berbeda dengan Guyu, Sibi malah mendapat email misterius dengan kata-kata bak puisi namun nyindir. Jleb banget buat Sibi :p

Lalu pengakuan Benua pada Tahzan yang mencengangkan adalah si dubber itu ingin mencari calon istri. Wah, ternyata dari kelima cowok jomblo itu ada juga yang waras ingin menikah x). Tapi, Benua masih merahasiakan ini ke sohibnya yang lain, dia mempercayakan rahasianya itu baru pada Tahzan saja, seakan Benua yakin Tahzan lah yang paling bener diantara teman-temannya lain. Sudah pasti perempuan yang akan dicarikan Tahzan adalah perempuan baik-baik.
Berhasil? Belum tahu tuh :p karena banyak tempat yang ditunjukkan Tahan pada Benua. Mulai dari tempat baik-baik sampai ke tempat yang di luar dari kata baik. Lol. Dari sini, Benua terkejut ternyata Tahzan punya sisi hitam juga xD

Gara-gara masalah inilah kelima cowok Dago 335 ini sibuk masing-masing, udah jarang kumpul bareng tiap malam minggu. Kalaupun kumpul, obrolannya udah nggak asyik lagi. Saling sindir? Bisa jadi. Eh, tidak tidak :p

Yang belum ke absen Garu nih. Kemana ya dia? Sibuk!
Ya, sibuk, sampai-sampai hilang entah kemana, tak ada kabar. Sibi yang paling dekat dengannya merasa khawatir, sementara teman-temannya itu seperti tidak peduli dengan kepergian Garu yang berhari-hari tanpa kabar. Biasanya kalau berpergian bisnis, dia selalu memberitahu penghuni Dago 335 itu tanpa terkecuali, bahkan pintu kamarnya terbuka lebar untuk sohib-sohibnya meskipun ia sedang tidak ada.

Karena ini novel berseri, aku jadi penasaran dengan lanjutannya x) kira-kira masih ada nggak ya…

Covernya tahun milenium banget. Suka. Haha… karena ukurannya yang kecil dan tipis enak dibawa kemana-mana. Pokoknya renyah 😉

Kekurangan novel ini hanya dari typo, beberapa nama masih salah disebutkan dalam dialog. Lagi enak-enak baca jadi agak tersendat karena bikin bingung.

3 Bintang untuk BCLJ.

Quotes yang kusuka:

“Salah satu hadiah indah kehidupan adalah tidak ada seorang pun yang bisa dengan tulus berupaya menolong orang lain tanpa menolong dirinya sendiri: Charles Dudley Warner.” – Sibi (page 173)

“… Sebuah persahabatan tak mungkin ada tanpa kepercayaan, dan kepercayaan tak mungkin ada tanpa integritas: Samuel Johnsen.” – Sibi (page 182)

“Jika manusia merasa tentram dengan fasilitas hidup yang ia punya, dan panik ketika kehilangannya, artinya segala fasilitas hidup itulah apa yang dia anggap sebagai Tuhan?”
“Dalam makna tidak sebenarnya?”
“Tentu saja dalam makna sebenarnya. Sebab, orang yang memercayai bahwa Tuhan bukanlah harta benda, dia tidak akan terpengaruh jika segala kemewahan ada atau tidak ada pada dirinya.” (page 211)

“Tidak ada sesuatu pun yang bergerak sendirian. Segala sesuatu yang kita kirimkan ke dalam kehidupan orang lain akan kembali ke dalam kehidupan kita: Edwin Markham.” – Sibi (page 228)

“Orang yang tidak pernah berubah pikiran adalah orang yang tidak pernah memakai pikirannya: Ali Sariyati.” – Guyu (page 233)

Advertisements

One thought on “Bianglala Cinta Lima Jomblo (Seri Dago 335)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s