The Naked Traveler #1

Judul Buku: The Naked Traveler #1

Penulis: Trinity

Penerbit: C Publishing (Bentang Pustaka)

Terbit: Cetakan ke-25, Mei 2013

Genre: Traveling, Non Fiksi

Tebal : xii + 282 halaman

ISBN: 978-979-24-3936-6

Harga: Rp 44.500

Beli di bukabuku.com : Rp 37.825

Blurb:

Catatan Seorang Backpacker

Wanita Indoesia Keliling Dunia

 banyak kisah menarik yang dituturkan dengan gaya bahasa yang santai dan ringan oleh Trinity dalam buku ini. Lucu, sedih, mendebarkan, bahkan menyebalkan. Semua itu menjadi bumbu sedap dalam pengalamannya menjadi “backpacker” yang melanglang buana ke berbagai tempat, baik di dalam maupun di luar negeri.

Membaca buku ini, kita akan memperoleh bermacam informasi tentang kebudayaan berbagai bangsa yang unik, tempat-tempat yang “harus” dikunjungi atau dihindari, serta tips dan trik saat traveling ke sebuah negeri. Pada akhirnya, setelah menutup buku ini, bisa jadi kita semakin mecintai negeri sendiri.

Happy traveling!

Review:

“Kalau Anda terbang long flight dan maunya bayar murah, harusnya Anda pernah terpaksa menginap di airport.” (Page 3)

Seru dan penuh kejutan. Jadi mupeng jalan-jalan keliling dunia. Tulisan Trinity enak dibaca, cuek, santai, dan ceplas-ceplos. Saya sebagai pembaca seperti dibawa pergi melihat langsung apa yang terjadi di setiap destination yang Trinity kunjungi. Ada yang bikin ketawa sampe ngakak, miris, serem, ada juga yang bikin iri.

“Traveling-lah selagi muda.”

Setuju banget. Kenapa? Karena jadi seorang backpacker tuh ternyata nggak gampang, kita harus tahan banting, seperti tahan rasa malu alias kudu berani, tahan gengsi, tahan boros, tahan untuk nggak mudah cape alias harus sehat dan kuat jalan kemana-mana (darah muda gitu deh :p) pokoknya dalam buku ini tergambar seperti apa real-nya para traveler khususnya backpacker.

Ya, wajar jika harus banyak menahan diri, kalau mau kelliling dunia kayak Trinity ini, kecuali kalau cuma sekedar traveler biasa.

“Mengapa disebut backpackers? Karena para traveler membawa ransel (backpack), bukannya koper (suitcase).” (Page 154)

Untuk ku pribadi, sejujurnya belum pernah ngalamin, jadi nggak tahu persis apa perbedaannya, yang jelas dari buku-buku yang kubaca jadi backpacker itu lebih ekstrem dan banyak sekali pelajaran luar biasa yang dapat diambil dari itu (intinya sih nggak mengekspos atau mengambil sisi senang-senangnya doang). Tetapi, the naked traveler juga mengupas sisi-sisi lain dibalik tempat yang dikunjunginya. Bagaimana perjalanannya (orang-orang yang ditemui entah di bandara atau jalanan dan tempat-tempat lain yang terpencil sekalipun–yang tidak terpikirkan dapat terjangkau oleh kita. Seperti apa fasilitasnya, adat istiadatnya, makanannya, bahasanya, semua dibahas secara gamblang dengan kritikan maupun pujian). Inilah yang sering terlewatkan oleh buku-buku traveler lain yang kebanyakan hanya mengupas keindahan tempat yang dituju beserta budget berapa yang harus dikeluarkan.

So, bosan dengan buku seperti itu, coba baca buku ini bikin lebih fresh lho… dijamin nggak akan kecewa 😀 selain itu juga kita bisa tahu bagaimana bersyukurnya kita yang tinggal di negera Indonesia tercinta 🙂

“Berbahagialah kita sebagai orang Indonesia yang mempunyai keanekaragaman hayati. Mari kita lestarikan dan komersilkan ke turis asing yang tidak pernah masuk hutan dan tidak pernah lihat pohon pisang.” (page 107)

4 bintang untuk the naked traveler 1. Sebenernya pengin ngasih bintang 5 cuma masih kurang puas, mungkin bisa nambah 1 bintang lagi dibuku selanjutnya. Pengin baca buku ke-2, 3, 4 nya 😀

About Author:

Trinity is Indonesia’s leading travel writer. In 2005, she started a travel blog at naked-traveler.com and in less than two years the blog was already nominated as Finalist in Indonesia’s Best Blog Award at Pesta Blogger. This led her to switch her corporate career to become full-time traveler and freelance travel writer.

Her debut book “The Naked Traveler” was a compilation of thoughtful but hilarious short stories from her adventure around the world. The book inspired many Indonesians, especially the youth, to travel – something that was rarely done at that time. Up to now, “The Naked Traveler” has been published in its third sequel and all are Indonesia’s best-selling travel book to date.

Together with Erastiany and illustrator Sheila Rooswitha, they created Indonesia’s first graphic travelogue “Duo Hippo Dinamis: Tersesat di Byzantium” (The Dynamic Hippos: Lost in Byzantium) about traveling misadventure of two fat girls in Turkey. She also contributed to anthology “The Journeys” along with 11 other writers.

Between dealing in her writing deadline, she still found time to become Editor in Chief of Venture travel magazine, regular contributor of Yahoo! Travel, contributor for various magazines, radio personality of Indika FM, social media entrepreneur, and speaker in creative writing/blogging/tourism events. In 2010, Trinity won “Indonesia Travel & Tourism Awards” as Indonesia Leading Travel Writer and dubbed as “Heroine for Indonesian tourism” by The Jakarta Post.

Trinity has Bachelor Degree in Communications from Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, and awarded Asian Development Bank-Japan Scholarship to take up Master in Management in Asian Institute of Management, Manila, Philippines.

She has traveled to almost all provinces in Indonesia as well as 46 countries and counting. In any case, she thinks Indonesia is yet the best country ever.

website: http://naked-traveler.com/

(source: goodreads)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s