The Devil In Black Jeans

Judul Buku: The Devil in Black Jeans

Penulis: aliaZalea

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Cetakan I, Februari 2013

Genre: Metropop, Romance, Non Fiksi

Tebal : 352 halaman

ISBN: 978-979-22-9188-9

Harga: Rp 55.000,-

Blurb:

Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drumer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.

drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.

Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjaddi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan masing-masing terhadap satu sama lain.

Review:

Novel dengan sudut pandang orang ketiga ini mampu menghipnotis pembaca untuk terpesona pada Jo. Yap, Johan Brawijaya yang lebih suka namanya disebut Jo. Kehidupannya yang superbebas harus runtuh dengan hadirnya Blu, adik tirinya yang dititipkan ayahnya sebelum meninggal. Terlebih lagi, Poppy, ibu tirinya yang harus ke Perancis untuk belajar kuliner. Alhasil, dia benar-benar harus mengurus Blu seorang diri. Butuh beberapa tahun untuknya menerima semua warisan yang ayahnya mandatkan padanya, termasuk menjaga Blu ini. Meskipun ia tidak akur dengan ayahnya sewaktu masih hidup, tapi ia tidak mau menjadi anak yang mengecewakan kedua orangtuanya.

Sebagai drummer paling ganteng se-Indonesia dengan segala atribut cool, seksi, dan playboy, Jo kehilangan waktu untuk bisa bersenang-senang dengan kehidupan cintanya. Agar bisa memiliki kebebasan seperti dulu saat tinggal di Berlin, Jo mempunyai ide untuk merekrut seorang PA (Personal Assistent) yang akan memenuhi semua kebutuhan Blu, mulai dari mengantar sekolah, latihan vokal, sampai kebutuhan belanja, juga mengerjakan PR, termasuk jika sibuk-sibuknya akan konser.

Adalah Dara yang akhirnya mendapat pekerjaan PA ini, namun saat di wawancara Jo tidak suka pada Dara, begitupun sebaliknya Dara kesal melihat sikap Jo yang begitu dingin padanya.

“Hell no, I don’t want her working for me,” – Joo (page 30)

Karena terlalu banyak ketemu cewek cantik yang nggak suka dengan kerja keras, Jo menjudge Dara juga sama seperti kebanyakan perempuan di luaran sana. Karena itulah Jo tidak menyukainya.

Alasan yang terlalu gegabah untuk menolak seseorang yang benar-benar melamar kerja. Yah, mungkin karena sifat Jo yang sedikit arogan, jadi ia mudah mengeluarkan pendapat akan kekuasaannya seenak jidatnya.

Seperti hukum karma saja, benci jadi cinta. Lalu sifat Dara yang ternyata sebelas duabelas dengan Jo. Sama-sama keras kepala dan blakblakan.

Konflik semakin memuncak saat Blu dan Dara ketahuan menyembunyikan sesuatu dari Jo. Sesuatu yang amat dibencinya bisa terjadi pada Blu. Kemarahan Jo membuat Dara harus kehilangan pekerjaannya.

Di sini pembaca bisa tahu juga kehidupan Dara dibalik ia sebagai PA. Ternyata Dara sudah bertunangan dengan seorang eksekutif muda bernama Panji. Panji pasangan yang sangat overprotektif, selalu mengatur kehidupan Dara, sampai akhirnya Dara memutuskan untuk menjadi PA saja mereka sampai bertengkar hebat, bahkan hubungan mereka yang sebentar lagi akan menuju pelaminan terpaksa harus hiatus.

Dara yang bersikeras ingin mempertahankan pekerjaan ini, secara tidak langsung akhirnya mengiyakan hubungan mereka hiatus. Meskipun Dara sedih, tapi ia tetap yakin dengan pilihannya, ia mencintai pekerjaan menjadi PA, apalagi dengan gaji yang besar. Gaji yang bisa ia kumpulkan untuk tambahan modal menikah dengan Panji.

Sekarang di saat ia sudah dipecat, ia kembali kepelukan Panji. Tapi, siapa sangka pada akhirnya Dara kembali bekerja lagi. Seperti sudah jodohnya untuk menjadi PA Blu, hubungan Dara dan Jo semakin mencair.

Blu, gadis remaja berusia lima belas tahun yang begitu nyambung dengan Dara, karena segala yang Blu inginkan—Dara tahu dan selalu bisa mengerti, bahkan selalu membantu. Tak heran jika Dara bisa dipecat karena berhasil menyembunyikan rahasia bersama Blu.

Well, kembali ke hubungan Dara dan Jo. Ehm, berhubung ini novel metropop, jadi kesan vulgar sudah menjadi bumbu dalam novel ini. Siapa coba yang nggak tertarik pada Jo? Cowok yang bodinya minta dipanjat itu buat hati Dara jadi nggak karuan. Secara tidak langsung ia sudah tertarik pada Jo, tapi ia mencoba menahan rasa itu, sebab statusnya yang sudah menjadi tunangan Panji.

Begitupun Jo yang tidak bisa menahan diri untuk tidak nempel-nempel pada Dara, semenjak kejadian pemecatan dan kembalinya Dara, Jo bisa menjadi lembut dan itu membuatnya semakin tidak bisa mengelak lagi bahwa sebenarnya memang ia menyukai Dara.

Akhirnya berbagai cara Jo lakukan agar bisa mendapatkan Dara, meluluhkan hati gadis itu. Sebab tidak ada gunanya menyingkirkan Panji.

“Dari observasi saya, kamu nggak pernah begitu aja menurut apa kata orang, jadi kenapa kamu menuruti apa kata Panji kalau itu tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan?” – Jo (page 132).

Memang Jo ini paling bisa meluluhkan hati orang, tapi siapa sangka Dara sangat sulit ditaklukan. Cukup melelahkan juga membaca bab-bab akhir di mana hubungan Jo dan Dara sudah jadi rahasia umum. Entahlah, apa mungkin karena saya sudah keburu ingin cepat-cepat menamatkan baca buku ini. Yang jelas gaya penulisan Aliazalea enak dibaca kok.

At least, tentang bagaimana akhirnya keputusan Jo dan Dara masing-masing. Saya tidak bisa menceritakan lebih detail karena nggak mau bikin spoiler. Jadi, untuk endingnya saya serahkan pada pembaca untuk membaca bukunya sendiri, agar tidak kecewa 😀

Karena banyak kata-kata kasar dalam novel ini, juga adegan vulgar untuk orang dewasa, saya sarankan tidak untuk dibaca oleh anak di bawah umur yang masih pada sekolah.

Oke, saya langsung kasih bintang saja, 3 untuk Dara dan Jo.

Advertisements

One thought on “The Devil In Black Jeans

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s