When Author Meet Editor

Judul Buku: When Author Meet Editor
Penulis: Luna Torashyngu dan Donna Widjajanto
Genre: Pengembangan Diri
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan ke-1, 2012
Tebal: 236 halaman
ISBN: 978-979-22-8322-8

Rating: 3 Bintang

Blurb:
Review:

Buku tentang kepenulisan yang bukan pertama kalinya saya baca, tapi ini jadi review pertama dari buku non fiksi semacam ini.

Isinya ringkas dan jelas untuk dibaca, meskipun entah kenapa saya cukup jenuh. Mungkin saat membacanya saya sedang dalam mood yang tidak bagus jadi tidak terlalu bersemangat.  

Yang membuat buku ini berbeda dari yang lain adalah karena yang dipaparkan tidak hanya mengenai kiat penulis saja, tetapi juga mengenai editor–yang ternyata cukup banyak punya peran membantu penulis menerbitkan buku–yang dulunya belum saya ketahui, sekarang jadi lebih tahu setelah membaca buku ini.

Tips dan trik, masalah dan solusi yang dijabarkan sangat membantu sekali bagi kita yang ingin jadi penulis tapi masih awam dalam dunia kepenulisan.  

Seperti biasa, review non fiksi biasa saya tuliskan judul-judul per babnya agar pembaca semuanya jadi semakin penasaran. 1. When Author Meet Editor
2. Menulis Novel
3. Yang Penting dalam Penulisan Novel
4. Mengirim Naskah
5. Penilaian Editor
6. Revisi dan Pengeditan Novel
7. Setelah  Pengeditan
8. Masalah-masalah yang Mungkin Dihadapi Pengarang dan Editor
9. Di luar Urusa Naskah
10. Dan akhirnya…
(+) bonus cerita Mawar Merah: Matahari yang dihapus  

Bonus ini sebenarnya tidak begitu menarik bagi pembaca yang belum pernah membaca novelnya Luna yang berjudul Mawar Merah itu. Jadi, untuk mengikuti bab yang dihilangkan itu sulit untuk dimengerti karena langsung ke pertengahan cerita yang tidak kita ketahui awalnya seperti apa (iyalah, bagi yang belum baca bukunya-_-)

Ya, akan lain ceritanya bagi penikmat buku Luna. Penggemarnya pasti senang sekali dengan adsnya bonus itu.  

Bonus ini bukan serta merta hal yang disengaja disisipkan, tapi sebagai pembelajaran bahwa ada kalanya naskah si penulis dipangkas lebih runut oleh editor.   Jadi, cerita yang sekiranya hanya sempalan dan jika dihilangkan tidak menimbulkan efek merubah cerita, sebaiknya memang dibuang saja. Nah, jadi bonus cerita itulah yang sebenarnya sempalan dari naskah Luna yang berjudul Mawar Merah: Matahari.  

Last, but not least, saya suka dengan akhir penutup (sebelum ke bonus) dari buku ini:
“Jangan berhenti menulis.”
Sederhana, tapi begitu dalam maknanya bagi kelangsungan hidup penulis 🙂

Advertisements

2 thoughts on “When Author Meet Editor

  1. Harianto Sutrisno says:

    Buku Mbak Donna bagus dan bermanfaat banget bagi saya penulis pemula, tapi maaf Mbak, saya pernah ikut diskusi dalam forum When author meet editor, tapi kenapa sekarang forum itu nggak diteruskan lagi, padahal saya banyak mendapat pelajaran yang sangat berharga dari forum itu. Mohon diteruskan lagi forum itu ya Mbak. Terimakasih.

    • irnari says:

      Wah, kalau itu saya kurang tahu ya, Mas. Karena saya juga baru membaca karyanya Mbak Donna. Dan, saya di sini hanya sekedar pembaca yang mereview bukunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s