Fangirl



Judul Buku: Fangirl
Penulis: Rainbow Rowell
Penerjemah: Wisnu Wardhana
Design Cover: Bambang “Bambi” Gunawan Terbit: November 2014
Penerbit: Penerbit Spring
Genre: Romance, Contemporary, Young Adult
Tebal: 456 halaman
ISBN: 978-602-71505-0-8
Bisa beli di: OwlBookStore

Rating: 4 Bintang

Blurb: (more)

Review:
Tokoh utama dalam novel ini adalah Cath yang memiliki saudara kembar bernama Wren. Meskipun kembar identik mereka tetap punya perbedaan, hal yang paling mencolok adalah gaya dan sifat-sifatnya. Cath cenderung introvert, kutu buku, dengan style kacamata dan rambut panjang diikat ekor kuda. Sedangkan, Wren adalah tipe extrovert dengan gaya lebih fashionable dengan rambut pendeknya.

Di luar perbedaan itu, mereka punya kesamaan selera pada tokoh fiksi dalam serial novel bergenre fantasi–yang berjudul Simon Snow, yang ditulis oleh Gemma T. Leslie.  

Nge-fans terhadap sesuatu nggak afdol rasanya kalau nggak nyari sebuah komunitas yang bisa mewadahi pikiran seorang fangirl. Ahayde… xD

“Inti dari fanfiksi… adalah bahwa kau harus bermain di dalam alam semesta orang lain. Menulis ulang aturannya. Atau membengkokkannya. Ceritanya tidak perlu berakhir ketika Gemma Leslie sudah lelah menulisnya. Kau bisa tetap berad di dunia ini, dunia yang kau cintai, selama yang kau inginkan, selama kau memikirkan cerita baru…”

So, si kembar ini pun punya wadahnya dengan membuat blog fan fiction bernama Fanfixx.net, yang isinya tentu berupa fanfic dari idola yang mereka kagumi Simon dan Baz, dua tokoh utama dari novel Simon Snow. Di blog tersebut Cath-lah yang paling dominan untuk menulis cerita fanfic-nya itu, dengan nama pena Magicath–yang begitu terkenal di dunia maya dan sangat dinanti karya-karyanya.  

Dalam novel, setting waktu dibagi dua, yakni semester musim gugur 2011 dan semester musim semi 2012. Awal musim gugur adalah awal bagi Cath dan Wren masuk universitas, menjadi mahasiswa baru di Lincoln University yang jauh dari tempat tinggal asal mereka di Omaha, Nebraska. Mereka meninggalkan seorang ayah yang sudah lama jadi orangtua tunggal,  karena ia  sudah bercerai dengan istrinya, Laura, sejak usia Cath dan Wren 8 tahun.

Cath dan Wren yang sejak kecil sudah terbiasa bersama-sama, akhirnya dengan sepihak memutuskan mengambil passion yang berbeda di kehidupan kampus. Kenapa disebut sepihak? Karena hanya Wren yang menginginkannya: tidak sekamar di asrama, tidak satu jurusan, tidak lagi ber-fangirl ria about Simon-Baz. Pokoknya kehidupan mereka jadi bergerak ke arah yang tidak sejalur lagi.  

Hal ini kan kemauan sepihak dari Wren, lalu bagaimana dengan Cath sendiri? Terus terang dia kecewa, masih belum berani untuk menjalani keseharian tanpa saudara kembarnya.

“… Aku tidak suka tempat-tempat baru. Situasi baru. Bakal ada banyak orang, dan aku tidak tahu harus duduk di mana-aku tidak mau ke sana.”- Cath

Tapi disitulah letak ceritanya, Cath tidak akan jadi tokoh utama kalau ia tidak punya konflik. Ini sih seperti sentilan tersendiri bagi kaum introvert untuk ‘kamu tuh harus yakin, kamu bisa!’  

Jadi, ceritanya, Cath sekamar dengan Reagan, cewek yang cukup membuat kesan pertamanya terlihat menakutkan, cuek, dan suka bawa teman lelakinya yang bernama Levi ke dalam kamar mereka. Cath begitu risih karena privasi dan ketenangan menulisnya selalu terusik. 

Bagi Cath, berbicara dengan Reagan rasanya seperti berdiri di depan kereta yang sedang mendekat. LOL
Lain lagi dengan Levi, bagi saya, Cath itu cocok banget dipasangain sama cowok extrovert kayak dia. Yang suka dengan orang banyak, kerja, dan lingkungan luar. Pokoknya manis banget kalau mereka disatuin… Jadi bisa saling mengimbangi.

“Ketika kau menyadari ada seorang cowok yang menatapmu dengan pandangan berbeda-bahwa kau memenuhi lebih banyak tempat di bidang pandangnya. Saat itulah ketika kau tahu dia tidak bisa melihat hal lain selain dirimu lagi.” (page 41)

Terus mengenai permasalahan Cath di kampus nih, soal kelas penulisan fiksi. Profesor Piper memberi tugas menulis cerita fiksi yang sebenarnya sih simpel aja, seperti tugas di awal sebelumnya–ia bersama Nick, teman sekelasnya yang super kece baik-eh ternyata-sudahlah, baca sendiri bukunya x) nilai kepenulisan kelompok mereka berdua bagus lho. Tapi, pas dapet tugas individu gini Cath kok kewalahan ya… soalnya dia tuh ternyata jagonya cuma nulis Fanfic. Profesor Piper jelas kecewa! Fanfic bukan sebuah karya original.

“Aku tidak tahu apa yang sedang kuketik sekarang, blah, blah, blah, blah.” – Cath (page 225)

So, apa Cath bisa membuktikan bahwa menulis itu bukan untuk menghilang dari dunianya?  

Konflik-konfliknya mengalir dalam cerita ini. Itulah yang saya suka dari karya Rainbow Rowell, selalu ada sesuatu dibalik tema yang disuguhkan. Bisa bikin senyum-senyum dan emosi sendiri. Apalagi judulnya Fangirl, ini sih sudah nggak asing lagi bagi saya.

Saya dulu juga suka buat fanfic, tapi tidak seproduktif Cath. Dan, tahu banget rasanya tuh beda kalau disuruh nulis dengan tema sendiri. Kalau udah kecintaan banget sama idola cukup lama bisa move on. Jadi, butuh proseslah. *cieeilah, curhat*  

Selain itu, saya sangat suka dengan cerita dalam novel ini yang nggak melulu membahas soal cinta-cintaan dan tulis menulis. Tapi, ada juga kisah keluarga, antara anak dan orangtua, antara kakak dan adik. Hubungan masa kecil yang lengket banget kayak lem bisa jadi berubah setelah beranjak dewasa, istilahnya sih pencarian jati diri. Duh, pokoknya sensitif banget deh soal ini, bikin terharu ;_;

“Dan menurutku dia terus memilih begitu. Menurutku kalian berdua begitu. Kalian lebih suka hancur daripada melanjutkan hidup.” – Wren (page 249)

Di awal-awal cerita memang alur-nya cukup lambat, apalagi dengan terjemahannya yang masih rada kaku, rasanya kurang lepas/bebas. Beberapa typo juga ditemukan sedikit. Tapi, overall saya suka kok dengan covernya yang cute ^^  

Sangat ditunggu banget lho novel terjemahan Rainbow Rowell lagi, hehe… dan tentunya juga novel-novel dari penulis lainnya dengan genre yang beragam. Semoga ke depannya lebih baik lagi dari yang perdana ini. Sukses selalu buat Penerbit Spring 😀 dan terima kasih untuk bukunya 😀  

Quotes yang disukai:
“…Mulailah sekarang. Kunci diri kalian jauh dari dunia. Matikan internet, halangi pintunya. Menulislah seolah nyawa kalian tergantung pada itu.” – Profesor Piper (page 218)  

“Kelas ini untuk para penulis… Untuk orang-orang yang bersedia menyingkirkan ketakutan mereka dan mengatasi gangguan.” – Profesor Piper (page 218)  

“Hanya karena… segalanya. Ada terlalu banyak orang. Dan aku tidak cocok. Aku tidak tahu caranya. Yang merupakan keahlianku tidak penting di sana. Kecerdasan tidak penting-dan pandai merangkai kata-kata juga. Dan ketika hal-hal itu menjadi penting, itu hanya karena orang-orang menginginkan sesuatu dariku. Bukan karena mereka menginginkanku.” – Cath (page 259-260)  

“Tidak ada sesuatu yang lebih hebat daripada menciptakan sesuatu dari nol.” – Profesor Piper (page 274)  

“Kau bisa memulainya dengan sesuatu yang nyata. Dengan satu hari dari hidupmu. Sesuatu yang membuatmu bingung atau membangkitkan rasa ingin tahumu, sesuatu yang ingin kau jelajahi. Mulailah dari sana dan lihat apa yang terjadi. Kau bisa tetap membuatnya nyata, atau kau bisa membiarkannya berubah menjadi sesuatu  yang lain-kau bisa menambahkan sihir-tapi berilah dirimu titik awal.” – Profesor Piper (page 323)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s