The Sound Of Munich

20141226_131545
Title: The Sound Of Munich
Author: Suzanne Nelson
Published: October 2010
Publisher: Wortel Books Publishing
Genre: Fiction, Romance, Young Adult
Format: Paperback, 356 pages
ISBN: 979-780-669-3
Goodreads
Rating: 3 stars

Blurb:

Daftar Carpe Diem Bill Bernstein (Ayahku)
1. Menemukan belahan jiwa. 14/1/84 (Hari orangtuaku bertemu)
2. Merasakan kebahagian yang amat sangat. 29/11/89 (Hari lahirku)
3. Merasakan kesedihan yang mendalam. 13/10/85 (Hari kematian kakekku)
5. Berenang telanjang di tengah malam di Laut Mediterania. 15/2/89 (9 Bulan sebelum aku lahir)
6. Terbang keliling dunia setidaknya sekali, walaupun tidak harus sekalilgus dalam waktu yang bersamaan. 15/3/79 dan 8/6/85 (Kedengarannya aneh, tapi menarik bagiku. Dan yang pasti: Dingin!!!)
10. Menemukan Peter Schwalm untuk berterima kasih.

Hanya nomor 10 yang tidak bertanggal, dan itulah alasanku pergi ker Jerman! Aku tahu bahwa satu harapan ayahku yang belum tercapai adalah menemukan orang yang dulu membantu dia kabur dari balik Tembok Berlin, untuk berterima kasih secara langsung.

Review:
Siena, gadis kelahiran Amerika yang memiliki keturunan darah Jerman dari ayahnya dan Amerika dari ibunya. Ayahnya meninggal saat Siena masih kecil, jadi sekarang ini ia hanya tinggal bersama ibunya dengan membuka usaha kafe Sweet Sara’s di kota asalnya tersebut.

Di umur tujuh belas tahun Siena mendapatkan daftar Carpe Diem milik ayahnya dari ibunya. Dalam daftar terakhir yang tidak bertanggal-ia menemukan maksud ayahnya ingin menemukan Peter Schwalm. Menurut ibunya, Peter Schwalm adalah orang yang berjasa menyelamatkan ayah dan kakek neneknya untuk kabur dari Jerman akibat peperangan. Semenjak berhasil kabur, mereka kehilangan kontak dengan Peter sampai saat ini. Karena itulah Siena mengikuti program SASS dengan mendapatkan beasiswa belajar keluar negeri di Munich, Jerman.  

‘Tentu saja inilah tujuan dari perjalanan ini, bukan? Menemukan sisi Jerman-nya, di mana pun hal itu bersembunyi. Dan perjalanan ini adalah untuk Papa juga.’  

Yang mengetahui misi ker Jerman ini hanya dua sahabatnya, Foster dan Lizzie, sementara ibunya hanya tahu Siena murni belajar di sana.

Sesampainya di Munich, Siena bertemu sahabat baru, Meg dan Chen. Meg anaknya asyik, periang, dan rame. Sedangkan Chen, anaknya idealis, pintar, dan agak tertutup. Tapi dibalik itu semua ia penuh kejutan, karena berkat Siena ia mau menunjukkan jati dirinya.  

Selain dengan mereka, Siena juga dekat dengan cowok Jerman yang cakep dan keren. Namanya Stefan. Ia mahasiswa di Universitas Munich yang bekerja sebagai RA (pembimbing murid) di program SASS. Mereka bertemu saat Stefan menjemput Siena dan Briana (murid program SASS juga) di bandara.  

Kedekatan Siena dengan Stefan tidak begitu lancar karena Briana-yang sangat kelihatan naksir Stefan selalu menonjolkan diri ingin memiliki popularitas di depan semua orang dengan melakukan cara apapun. Sifatnya ini mirip tokoh antagonis di sinetron-sinetron. Untungnya Siena bukan tipe orang yang mudah terpancing, jadi selow-selow aja baca jalan ceritanya. Yang paling gereget malahan Stefan, pendiriannya teguh banget, orangnya profesional!  

Porsi ceritanya pas antara perjalanan, pencarian Peter, perkembangan program belajar, dan cerita cinta para tokoh. Sayangnya terjemahannya kurang enak, jadi nilai minus buat kasih rating x)

Advertisements

One thought on “The Sound Of Munich

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s