Menanti Cinta


Judul: Menanti Cinta
Penulis: Adam Aksara
Terbit: Cetakan I, Februari 2014
Penerbit: Mozaik Indie Publisher
Genre: Fiction, Romance, Adult
Goodreads
Rating: 2 stars

Blurb:

Cinta tak pernah membebani… Ia meringankan yang memilikinya…

Cinta tak pernah membebani, baik bagi yang dicintai, maupun yang mencintai. Karena cinta adalah sebuah keagungan yang melembutkan hati dan mencerahkan kehidupan bagi yang memilikinya.

Alex berhasil memiliki kekayaan meski terlahir cacat. Ia sadar, seperti cacatnya, ada hal yang tidak pernah akan dimilikinya dalam hidup. Cinta adalah salah satunya.

Namun, cinta menjeratnya dalam diam dan menawarkan sebuah hasrat terpendam. Kini, ia hanya dapat mencintai dan terus mencintai, tak berdaya menolak pesonanya.

Claire terlahir berlumur kemiskinan dan penderitaan. Semua yang diinginkannya hanyalah sebuah tempat untuk dapat berteduh dan lepas dari cengkraman orang tuanya.

Ia tahu, cinta dan kebahagiaan adalah sebuah kemewahan. Ia tidak berani menginginkan mereka. Ia tidak ditakdirkan untuk bahagia.

Cinta mempertemukan mereka. Menjerat mereka dalam mimpi kebahagiaan yang seolah tak pernah berakhir dalam kehidupan. Bersama Alex, Claire berani mulai bermimpi dan menocba mempercayai, kebahagaian pantas untuknya.

Namun…

Alex menyimpan rahasia gelap demi memepertemukan mereka. Claire menyimpan rahasia yang membuat merea tidak akan pernah bersatu. Takdir mendekatkan dan menjauhkan mereka. Cinta juga yang menghanyutkan dan menenggelamkan mereka dalam penantian, kehampaan dan kesakitan. Semuanya atas nama cinta dan kasih sayang.

Apakah cinta akan dapat mempersatukan?  

Review:
Saya dapat novel ini dari Teh Ain aka Yuki Hikari. Teh Ain memberikannya secara cuma-cuma pada saya. Saya seneng dong dapet novel gratis, belum memandang itu ceritanya bagus atau nggak. Tapi, setelah selesai menamatkan buku ini, saya jadi paham kenapa Teh Ain memberikannya (….)

Buku ini bercerita tentang seorang dosen Kimia bernama Alex, yang juga merupakan Ilmuan di bidang Kimia. Penemuannya tentang produk sabun berformula baru menjadikannya kaya raya, produknya laris di pasaran, kekayaannya sekarang ada di mana-mana. Mengajar adalah salah satu upayanya mengalihkan kejenuhan karena dalam hidupnya ia hanya berkutat di laboratorium, bereksperimen dengan produk-produknya. Secara materi Alex sempurna, tapi secara fisik tidak. Sejak kecil Alex lumpuh terkena folio, ia harus menggunakan kursi roda dalam kesehariannya.  

Kehidupan Alex yang monoton berubah setelah bertemu dengan seorang perempuan penyendiri bernama Claire, mahasiswi jurusan perawat di universitasnya mengajar. Sikap Claire yang aneh karena selalu pulang jam sepuluh malam, padahal tidak ada jadwal kuliahnya yang sampai pada jam itu. Penasaran, Claire membuat Alex memiliki perasaan yang berbeda setiap kali melihatnya.

Claire adalah mahasiswi yang mendapatkan beasiswa satu semester dari universitas. Ia berasal dari keluarga yang tidak mampu, ibunya mantan seorang pelacur yang sekarang ini suka menghabiskan waktu dengan mabuk-mabukkan di rumah. Ayah tirinya juga suka mabuk dan berjudi, dan tidak segan-segan sering berusaha melecehkan Claire. Adik tirinya yang masih berumur lima tahun adalah satu-satunya alasan ia masih bertahan di rumah itu.

Kelebihan materi yang Alex miliki rupanya dapat menghalalkan segala cara agar masalah yang dihadapi Claire bisa teratasi. Berkat kaki tangannya, Suryo, Alex jadi tahu semua tentang Claire, latar belakang keluarga dan pekerjaan part time-nya di Mark’s Burger (Yang ngomong-ngomong, tempat kerjanya juga tidak aman karena Markus si pemilik restoran burger ini orangnya mesum). Malang sekali memang nasib Claire ini, musibah seperti tidak ada hentinya bertubi-tubi.  

Untungnya, Alex tidak berlama-lama jadi secret admirer karena dengan berbagai taktik akhirnya ia bisa berkenalan dengan Claire. Ia juga bisa terang-terangan untuk membantu kesulitan yang dihadapi perempuan yang diam-diam sudah membuatnya jatuh cinta.  

Sudut pandang cerita yang dipakai diawal dan akhir nanti adalah pertama karena buku ini bercerita tentang biografi Alex dan Claire yang ditulis oleh si tokoh aku (penulis itu sendiri). Jadi selama cerita Alex dan Claire ini berlangsung akan ada sudut pandang pihak ketiga. Terus terang saya tidak nyaman dengan gaya penulisannya, inget buku diari zaman masih SMP-SMA. Serius! Tulisan saya kalau cerita tentang ‘dirinya’ itu kayak gini. lol (…)  

Saya suka pusing baca buku diari zaman dulu, soalnya tulisannya masih acak-acakan. (lho, malah jadi bahas buku diari -_-)  

Selain karena gaya penulisannya, yang bikin novel ini sedikit drop karena tokoh-tokoh yang digambarkannya tidak memiliki perkembangan yang berarti sampai kisahnya berakhir. Padahal banyak sekali masalah yang menimpa si tokoh, tapi kenapa tidak ada perubahan cara atau bersikapnya mereka. Adegan-adegannya juga terlalu drama, terlalu ajaib. Ceritanya seperti ingin dibuat cepat selesai dengan menarasikannya lompat-lompat.

Prolog dan Epilog-nya…. Ah, sudahlah -_-

Advertisements

2 thoughts on “Menanti Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s