Book Review: Goodbye Happiness by Arini Putri


Genre: Romance, Young Adult
Buy: bukabuku
More: Goodreads

Rating: 3,5 Bintang

Sinopsis back cover dalam buku ini hanya bertuliskan ungkapan secara umum (goodreads). Orang yang suka dengan bahasa mendayu seperti itu dan cover cantik yang berwarna sendu pasti akan terkejut karena novel ini berunsur Korea, Kpop lebih banyaknya dan seperti Kdrama ceritanya.  

Saya yang sudah lama tidak menyentuh hal-hal yang berbau Korea karena bosan, cukup tertipu saat membuka halaman pertama. Karena dari blurb dan cover tidak ada tanda ini novel kokoreaan.  

Diceritakan seorang aktris bernama Krystal Keyrina membatalkan pernikahannya dengan aktor populer Park Seungho. Krystal dituntut manajemen, media, dan fans untuk menjelaskan pembatalan pernikahan tersebut. Dan, cerita sesungguhnya pun dimulai…

Penulis menggunakan alur mundur dengan sudut pandang orang ketiga. Tapi, begitu sampai ke flashback, penulis membawa kita ke sudut pandang orang pertama di mana Krystal sebagai POV.  

Bermula dari masa SMA, Krystal namanya, ia gadis yang agak pemalu, tidak mempunyai banyak teman yang benar-benar bisa jadi sahabatnya. Impiannya adalah menjadi seorang aktris.  

Dalam seleksi klub teater, Krystal tampak mencolok sebagai peserta yang asyik menyendiri. Rupanya hal itu memancing Skandar, teman sekelasnya yang hobi fotografi untuk memotret momen tersebut.  

“Kamu ternyata bukan model yang bagus.” (page 11)  

Sifat Skandar yang ceria saat bersama kamera dan sikapnya yang spontan sekaligus cuek membuat Krystal nyaman berteman dengan lelaki itu, apalagi dengan sikapnya yang selalu menjaga dan senyum penghipnotisnya yang membuat Krystal terpesona. Namun seiring berjalannya waktu, kedekatan mereka sudah tidak bisa disebut sebagai teman. Mereka menjadi sahabat, bahkan lebih. Tapi tidak ada kata yang memosisikan status mereka lebih dari itu, sebab saat beberapa teman terdekat mereka menanyakan hubungan keduanya, Skandar menjawab tidak ada apa-apa di antara mereka.  

Mengapa hanya Skandar yang menjawab? Karena Krystal sebagai si tokoh aku yang menceritakan kisahnya, memiliki jawaban lain.  

“Dia menahan Tinkerbell untuk terus bersamanya, menemaninya, melindunginya… tanpa memberikan apa pun untuk membalasnya,” ucapnya yakin. Aku terdiam menatap Skandar yang masih serius dengan buku di tangannya. Mungkin memang benar, Peter Pan adalah lelaki yang jahat. Seperti kata Skandar, he’s a devil. Tapi, apa Skandar tahu? Kemungkinan besar dia terlihat seperti Peter Pan di mataku. Skandar… bisa jadi dia adalah… Peter Pan-ku. (page 20)  

Dalam hatinya, Krystal menganggap Skan sebagai Peter Pan-nya. Iya, Skan. Nama panggilan singkat yang ia berikan untuk Skandar. Akhirnya, sebutan Skan dan Tink pun dimulai karena percakapan mereka tentang dongeng ini.  

“Kamu Wendy di pementasan, tapi di mataku kamu tetap Tinkerbell. Mulai sekarang, aku panggil kamu Tink.” (page 23)  

Krystal semakin dekat dengan Skandar saat mereka tinggal serumah. Bukan tanpa alasan bagi ia dan keluarganya untuk mengizinkan Skandar tinggal bersama, sebab Skandar sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Rumahnya terbakar, ibunya meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran itu, sementara ayah dan saudara tirinya tidak bisa merawat Skan lagi. Dan, saudara-saudaranya pun jauh di luar pulau.  

Skandar memang anak laki-laki yang menyenangkan, ibu dan ayah Krystal mengenalnya baik karena sering datang ke rumah. Jadi, bukan hal yang tidak mungkin mengizinkan Skandar tinggal bersama mereka.  

Setelah lulus dari SMA, keduanya melanjutkan kuliah di Chung-Ang University. Krystal diterima di Departement of Theater, sedangkan Skandar di Cinematography. Bagaimana ceritanya mereka bisa sampai kuliah di sana? Ah, baca saja sendiri bukunya. How lucky they are.  

Mereka berdua memang tidak bisa terpisahkan, bahkan tinggal pun memilih bersebelahan di apartemen agar bisa saling menjaga di negeri orang ini. Namun, tentu saja kebersamaan mereka tidak bisa terus disatukan, karena mereka memiliki impian yang berbeda.  

Pertengahan masa kuliahnya, Krystal berhasil menjadi trainee di salah satu manajemen artis ternama di Korea, NK Entertaiment. Sementara itu, Skandar juga tengah diterima bekerja sebagai fotografer di perusahaan majalah Famous.  

Kesibukan Krystal menjalani training, dan Skandar dengan jadwalnya memotret model-model cantik, membuat keduanya semakin berjarak. Terlebih, saat keduanya sama-sama tahu ada orang lain yang mengisi hari-hari mereka di luaran sana. Park Seungho sebagai senior Krystal, danVanessa Ahn sebagai model fotonya Skandar.  

Park Seungho digambarkan sebagai lelaki berhati malaikat, sedangkan Vanessa Ahn layaknya model cantik di luaran sana yang menurut saya tidak ada nilai lebih yang diceritakan.  

Sungguh, saya merasa lelah dengan perasaan yang dialami Krystal. Terlalu bikin nyesek. Cinta yang selalu diperlihatkannya dengan perbuatan, tetap nggak mempan buat lelaki cuek macam Skandar. Dia memang tidak terlalu peka. Ya, kebanyakan lelaki memang punya pola pikir yang rasional, beda dengan perempuan yang lebih memikirkan perasaan.  

Beberapa kejadian seperti ‘yang-tidak-bisa-disebutkan-kejadian-apa-karena-takut-spoiler’ itu sangat disayangkan kurang detil apa penyebabnya, rasa-rasanya penulis ingin membuat kesimpulan cerita untuk diselesaikan dengan cara yang instan. Terlalu Korean drama bangetlah pokoknya. Ya, bahkan drama Korea pun tidak sedramatis ini. Maybe, karena ini novel bukan drama serial yang panjang jadi kita maklumi saja. Tapi, lagi-lagi ada hal yang tidak bisa dimaklumi soal typo. Ini sudah cetakan ke enam tapi kok masih banyak aja typo yang bertebaran?  

Yah, di luar itu semua, novel ini sebenernya bagus banget kok. Ini di luar ekspektasi saya tentang unsur Korea di dalamnya. Karena bahasanya yang mengalir dan enak dibaca menjadi nilai lebih buat novel ini, juga kentalnya chemistry para tokoh yang membuat emosi pembaca ikut merasakan apa yang dirasakan tokoh-tokohnya.  

Kalau digambarkan secara real, Krystal ini memang perempuan yang beruntung sekali, bisa kuliah di Korea, jadi trainee NK Entertaiment, debut dengan sekali kedipan mata dari senior, selalu ditolong oleh malaikat yang baik hati, di sisinya ada Peter Pan yang selalu bersama dengan Tinkerbell. Ah, terlalu sempurna. Hanya saja ketidaksempurnaan Tink terdapat dari kisah cintanya, dan dari sifat pemalunya.

Mungkin ini memang hanya sekedar cerita, tapi saya bisa menangkap maskud dari keseluruhan cerita ini. Janganlah suka memendam-mendam rasa cinta, kalau suka tinggal katakan saja daripada menyesal!

Published: Cetakan VI, 2014
Publisher: Gagasmedia
Pages: viii + 312

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s