[Anticipated Book] Ally: All These Lives by Arleen A

cover ally final
Published: January, 2015
Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
Pages: 264
More: Synopsis

Dua bab novel Ally di dapat dari giveaway yang dihost oleh blog Hobby Buku. Saya ikut mendaftar jadi first reader novel Ally yang akan terbit 22 Januari nanti. Yang kemudian saya beri kesan dengan review singkat setelah membaca dua bab dari novel ini.  

Kesan saya setelah menyelesaikan dua bab yang terasa begitu singkat adalah ‘Kurang Puas!’ Saya masih mau lagi baca bab-bab selanjutnya. So now i’m looking forward to reading it.

Dua bab yang cukup membuat saya terpikat dibuat penasaran, jantung saya juga deg-degan menantikan setiap adegan apa lagi yang akan dialami Ally.  

Aku duduk di dapur, berbicara pada Mama tentang ulangan matematika yang baru saja dibagikan. Seperti biasa, aku mendapatkan nilai A. Mama sedang mengeluarkan seloyang kue kering cokelat dari dalam oven. Sampai sekarang, aku masih dapat mengingat bau harum cokelat yang memenuhi udara.

Pada jumat siang, Ally, seorang anak perempuan berumur sepuluh tahun merasakan kesemutan di tangannya yang langsung menjalar keseluruh tubuh. Karena kesemutan itu, ia tiba-tiba merasakan ‘saat-saat ketidakberadaanya’. Semua yang ada di sekitarnya mendadak menghilang selama beberapa saat. Begitu semuanya kembali, tahu-tahu banyak momen yang tidak ia sadari telah ia lewatkan.  

Mama berdiri di depanku. Namun alih-alih sedang mengeluarkan seloyang kue kering cokelat dari oven, ia sedang memasak sup.

Salah satu yang mengawali keanehan ini adalah saat Ally tidak ingat kalau ia mempunyai seorang adik laki-laki, namanya Albert.  

Dan di sana, di kursi, duduk seorang anak lelaki kecil. Kira-kira usianya lima tahun. Rambutnya yang merah berantakan membingkai wajahnya yang bulat. Pipinya besar dan ia terlihat lucu dengan senyumnya. Senyumnya lebar dan terlihat seolah ia memang sudah terbiasa tersenyum seperti itu padaku seumur hidupnya.

Mungkin orang yang melihat sikapnya akan berpikir Ally sedang bercanda atau mungkin memang hilang ingatan. Tapi sungguh, Ally tidak sedang hilang ingatan apalagi bercanda. Ia ingat semua tentang dirinya selama lima tahun terakhir ini, tapi tidak dengan adanya adik laki-laki.  

“Dia… dia siapa?”  

Setelah tidak menemukan jawaban apapun dari pengobatannya ke psikiater maupun ahli saraf, akhirnya orangtuanya hanya bisa meyakinkan Ally dengan foto-foto masa kecilnya bersama Albert. Namun hal itu tetap tidak membuatnya ingat semua itu. Sampai akhirnya ia menyerah untuk menerima kenyataan bahwa ia memiliki seorang adik, karena Albert memang benar-benar nyata.  

Lima tahun kemudian, kesemutan itu muncul lagi. Kini sensasinya berbeda, ia merasa ketakutan kalau-kalau ‘saat ketidakberadaanya’ itu ia rasakan dan tiba-tiba saja ada yang berubah lagi. Dan benar saja, sesuatu telah berubah.  

“Buat apa kau harus berbicara seolah Albert masih ada? Kau tahu… sangat berat bagi mamamu untuk kehilang dia. Papa tahu itu berat untuk kita semua. Tolong lain kali jangan membuat lelucon-lelucon yang kasar seperti itu lagi.”  

Adiknya, Albert, sudah meninggal, tapi ia tidak ingat kapan itu terjadi. Rasanya waktu tidak berputar saat itu, bagaimana caranya sedetik ketidakberadaaanya mampu membuat waktu di dunia nyata berjalan begitu cepat, bahkan seperti melompat.  

Membaca tulisan karya Arleen adalah yang pertama kalinya untuk saya. Saya cukup menikmati tulisannya yang simpel tapi dapet feel-nya. Saya bisa terbawa suasana oleh setiap kata-katanya, idenya juga brilian. Saya jadi penasaran bagaimana kelanjutan kisah Ally setelah ini. Apa akan ada saat-saat ketidakberadaannya yang lain? Lalu sebenarnya kenapa Ally bisa mengalami hal semacam kesemutan itu? Bisakah disembuhkan?  

Masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang ingin saya tuangkan, tapi semua itu tidak akan berguna kalau saya tidak membaca kelanjutan bab-nya nanti. So, novel ini sangat pantas untuk dinantikan!

Advertisements

2 thoughts on “[Anticipated Book] Ally: All These Lives by Arleen A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s