Opini Bareng/ Ekspektasi: Read But Unfinished


Posting Bareng (Posbar) adalah agenda bulanan dari Blog Buku Indonesia untuk para anggotanya. Tahun ini posbar dibagi dua kategori postingan, yaitu selain baca bareng akan ada juga opini bareng. Bulan ini opini bareng bertema Ekspektasi. Terserah mau bahas apa saja, kita dibebaskan untuk menulis, berpendapat, dan juga berkreativitas–yang penting berhubungan dengan buku dan tidak keluar dari tema. Untuk yang ingin lebih tahu apa itu posbar bisa klik website BBI mengenai itu di sini.
—  

Sunday-Salon-10-26-141-1024x568-1
Pernah baca buku yang tidak selesai dibaca? Bisa saja pernah, iya kan? Ayo tunjuk tangan! Salah satu alasan misalnya karena buku yang dibaca ternyata nggak asyik, jadi segera pindah ke buku lain.

Saya tipe orang yang selalu membaca buku satu per satu untuk diselesaikan. Nggak pernah buat selingkuh apalagi sampai nggak namatin bacaan. Tapi, pada akhirnya saya pun hanyalah seorang pembaca biasa yang tidak lepas dari kesalahan.lol Semakin banyak buku yang saya baca, saya semakin tahu buku apa yang cocok untuk saya.  

8490112
Ini terjadi tahun 2012 lalu ketika saya dipinjami buku bergenre panaromal fantasy yang berjudul Daughter Of Smoke Bone. Saya berekspektasi tinggi terhadap buku tersebut karena teman saya menceritakan kalau buku ini bagus sekali. Dan itu terbukti, banyak review yang bagus di goodreads dengan rating tinggi.  

Screenshot_2015-01-24-07-25-36-1
Bukunya pun ternyata berseri, semakin excited-lah saya dengan cerita cinta yang tidak biasa antara malaikat dan iblis. Saya pun ingin segera membacanya. Namun, sampai di beberapa bab dengan halaman sekian, saya menyerah untuk membacanya. Entah kenapa saya tidak bisa menikmati buku tersebut. Padahal saya akui ceritanya bagus, tapi tetap saja saya tidak bisa benar-benar masuk ke dalam cerita. Sehingga rasanya percuma jika saya lanjutkan karena tidak akan ada yang nyangkut di otak. Pada akhirnya buku itu segera saya kembalikan karena takut terlalu lama dipinjam.

710437
Selanjutnya saya pikir hanya sampai di sini saja saya tidak berhasil menamatkan sebuah buku. Ternyata salah, hal ini masih terus berlanjut pada buku Fly By Night karya Frances Hardinge. Buku ini saya beli saat ada diskon besar-besaran di Penerbit Matahati, karena review dan rating di goodreads bagus, serta cover terjemahannya juga saya suka, akhirnya dengan ekspektasi tinggi saya pun beli buku itu.

20150124_080011
Buku ini berkisah tentang sebuah negeri yang tidak memiliki pemimpin sehingga terjadi perpecahan di beberapa daerah dan kubu profesi. Ada pihak Parlemen, Serikat Pekerja (perjain kunci, ahli cetak, pekerja air), Duke Mandelion, Para Penangkap Burung, dan Sang Terkasih. Banyak sekali tokoh-tokoh dalam buku ini yang membuat saya bingung sendiri.

Ya, saya sedang berusaha menamatkan buku ini, tapi sampai dengan postingan ini pun saya belum berhasil juga menyelesaikannya. Lagi-lagi alasannya simpel karena saya tidak bisa masuk ke dalam cerita. Bahasa si penulis sepertinya memang bukan cangkir teh saya, atau mungkin saja karena ini buku terjemahan, jadi banyak hal yang tidak tersampaikan dalam buku aslinya. Dan ternyata buku ini berseri!
Screenshot_2015-01-24-07-23-47-1

6202556
Yang ketiga, buku karya Jacqueline Kelly yang berjudul The Evolution Of Calpurnia Tate yang menceritakan tentang seorang gadis bernama Calpurnia yang sangat menyukai alam dan bercita-cita menjadi naturalis. Banyak sekali istilah sains di sini. Saya pun berekspektasi bahwa buku ini cocok untuk saya. Namun, semuanya langsung berubah setelah di bab-bab awal, lagi-lagi saya menyerah untuk tidak melanjutkannya. Sebagai almuni anak IPA saya merasa malu tidak bisa menikmati buku ini.lol  
Buku ini juga ternyata berseri!
Screenshot_2015-01-24-07-37-16-1

Kesimpulannya, meskipun saya tidak suka bukan berarti buku ini tidak bagus. Hanya saja ini soal selera dan ekspektasi awal. Ya, ini hanya ekspektasi awal saja karena saya belum selesai membaca buku-buku di atas. Semoga kalau ada waktu saya bisa berani melanjutkan buku-buku tersebut, seberapa pun sulit kata-katanya, saya harus belajar untuk mencerna setiap jenis tulisan. Siapa tahu dengan itu, ekspektasi saya berubah 🙂

Last but not least, pembaca juga punya jodoh bukunya masing-masing.

by.irnari🍅

Advertisements

9 thoughts on “Opini Bareng/ Ekspektasi: Read But Unfinished

  1. Fatiah says:

    saya juga tipe ‘pembaca sampe selesai’, tapi ya gitu, kalo udah males buat lanjutin suatu buku, gak dibaca-baca lagi. Pengennya sih dilanjutin, tapi nanti … kapan tau :p

  2. cut says:

    Aku jarang sih baca buku yang nggak selesai. Tapi, ada buku yang nggak selesai dan nggak dilanjutin baca. Eleanor & Park terjemahan Indonesia. Aduuhh.. membuka bukunya saja butuh perjuangan karena kavernya yg bikin ilfeel dan sepertinya aku enggak cocok sama cerita yang beralur lambat, hehehe.

    • irnari says:

      hihi..wah repot kalau udah soal covernya sih. tapi eleanor and park bagus ceritanya walaupun nggak favorit x)
      sama, aku juga rada males baca novel yang alurnya lambat

  3. Amaya Kim says:

    Wah, saya juga punya pengalaman nggak nyeleseiin buku-buku tertentu. Ada yang karena gak kuat sama pace-nya yang lambat merayap, ada yang karena membosankan. Yang terbaru, Sing Me To Sleep-nya Angela Morison. Sepertinya buku itu terlalu overhype. Saya termakan label “… award winning”-nya. Entah penerjemahannya yang tidak pas atau bagaimana 😦
    Tapi, saya bakal tetap berusaha mengkhatamkan dengan penuh kesungguhan. Biar bisa segera direview, dan mungkin, mencegah orang lain untuk tidak melakukan kesalahan yang sama ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s