[Baca Bareng] Book Review: Fly By Night by Frances Hardinge

20150124_080011
Translator: Maria M. Lubis
Editor: Endah Sulwesi
Proofreader: Peni Astiti
Genre: Fantasy, Young Adult, Children: Middle Grade, Adventure, Mystery, Historical Fiction
More: Goodreads
Rating: 3,5

Bercerita tentang seorang gadis berumur dua belas tahun yang tumbuh sebagai seorang yatim piatu-tinggal di Chough bersama Paman dan Bibinya. Mosca Mye namanya. Dia anak yang pemberani dan cerdas. Tidak heran karena ia merupakan anak dari seorang ahli cetak zaman dulu, yang dianggap pemerintah sebagai seorang radikal karena menulis buku yang tidak sejalur dengan pemerintahan. Tapi bagi rakyat, Quillam adalah seorang pahlawan yang sangat dikagumi. Karena banyak bukunya yang ditulis secara blak-blakan-Quillam Mye dihukum, semua bukunya dibakar dan ia pun ikut dibakar bersama bukunya tersebut (yang saya tangkap seperti itu).

Saat ada kesempatan di malam hari, Mosca kabur dari rumah paman dan bibinya. Ia meninggalkan jejak dengan membakar penggilingan gandum. Bersama angsanya, Saracen, ia pergi dari Chough menuju Mandelion, tempat dulu ayahnya tinggal.

Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Eponymus Clent, seorang ahli cetak yang menyamar sebagai seorang penyair. Hal ini lantaran pekerjaannya sebagai ahli cetak tidak dihargai oleh rekan-rekannya. Ia sering diasingkan karena sifatnya yang sembrono, apalagi cap penipu dan suka main curang sudah melekat didirinya.

“Di Chough dikatakan bahwa para Ahli Cetak memiliki kacamata khusus yang membuat mereka bisa membaca buku-buku tanpa terimbas bahaya dan memutuskan mana yang aman untuk mata orang lain. Di Chough, beredar kabar bahwa jika para Ahli Cetak memergokimu dengan sebuah buku yang belum dilegalkan oleh sebuah segel Ahli Cetak, mereka akan menculikmu dan menenggelamkanmu di dalam kolam tinta. Di Chough, satu-satunya orang yang tidak pernah berbicara tentang para Ahli Cetak adalah Quillam Mye, meskipun sebenarnya, di Mandelion, dia sendiri pernah menjadi seorang Ahli Cetak.” (45)

Mosca tertarik pada Clent yang akan pergi ke Mandelion. Ia pun menawarkan diri untuk bekerja dengannya sebagai sekretaris. Sebenarnya sih ingin cari teman atau pelindung agar ia tidak tersesat.

Bersama Clent, Mosca menemui banyak orang baru yang membuatnya terseret pada masalah besar di masa lalu ayahnya. Ada Kapten Blythe, seorang perampok jalanan. Lady Tamarind, adik perempuan Duke Mandelion yang memiliki kekuasaan di Mandelion. Partridge, pemilik tongkang Mettlesome Maid. Pertellis, seorang radikal yang dicari oleh sang Duke karena keterlibatannya dalam percetakan ilegal. Para ahli cetak, Toke dan kawan-kawan. Kohlrabi, seorang kaki tangan Lady Tamarind. Sang Terkasih: Goodman Palpitattle dan Goodlady Prill.

Sesampainya di Mandelion Mosca dan Clent menginap di wisma pernikahan, si Kue dan Bockerby mengizinkan mereka tinggal sebagai tamu khusus, bukan sepasang mempelai yang akan menikah.

Sebelumnya mereka bertemu dengan Lady Tamarind, di mana saat itu Blythe sedang berusaha merampok Lady. Lady sangat berterima kasih dan memberikan imbalan pada Mosa dan Clent. Tetapi, Clent rupanya cerdik dengan meminta ia bisa bekerja dengan Lady. Lebih cerdik lagi Lady yang diam-diam meminta Mosca untuk bekerja sama dengannya sebagai mata-mata untuk mengorek informasi tentang Clent, dengan apa yang dilakukannya sehari-hari. Rupanya ini merupakan petunjuk dari kasus percetakan ilegal yang meresahkan Mandelion. Tapi sayang, saya baru menyadarinya di akhir.lol

Singkatnya, Duke mengejar kaum radikal dengan dibantu para Perajin Kunci. Sementara itu, Ahli Cetak mengejar Perajin Kunci karena Perajin Kunci disebut-sebut sekongkol dengan sebuah percetakan ilegal.

Banyak hal yang tak terduga dari siapa sebenarnya dalang dari kericuhan di Mandelion. Apakah benar para Ahli Cetak Ilegal? Atau oknum lain yang ingin mengadu domba? Sebuah kasus pembunuhan yang menjerat Partrdige sebagai korban menjadikan kekeliruan bagi Mosca untuk menilai seseorang. Ia bingung dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, siapa sebenarnya yang benar dan salah?

“Mosca-dengarkan aku saat aku mengatakan ini. Tidak ada orang yang persis sama seperti penampilan luarnya, terutama di Mandelion. Kau mungkin akan melihat mereka dari hari ke hari, hingga seluruh tingkah laku mereka menjadi seakrab kicauan burung, tapi tetap saja, kau tak akan mengenal mereka.” (250)

Alhamdulillah banget… saya bisa menamatkan buku ini. haha Setelah bertahun-tahun ditimbun dan dibaca sedikit, akhirnya saya bisa juga menelan ceritanya 😉 Sebenarnya satu hal yang membuat saya sangat lambat membaca buku ini adalah karena gaya tulisan si penulis yang bukan cangkir teh saya. Gaya bahasanya bermajas metafora (korekasi saya kalau salah), banyak kiasan-kiasan yang harus dicerna dan dibaca berulang kali. Jujur, saya nggak suka dengan gaya seperti itu. Secara keseluruhan ceritanya bagus, saya suka petualangan-petualangan yang Mosca lalui. Tapi, ya, lagi-lagi kendala gaya bahasa yang membuat saya jungkir balik buka tutup buku ini berkali-kali.

“Astaga, ini rumit… mungkin aku harus menggambar sebuah diagram untuk menjelaskan segalanya?”(345)  

Favorite Quote:
“Semua buku yang belum terlahir, menunggu untuk tercipta darinya.” (402)

Published: August 2010
Publisher: QWERTY (Matahati)
Pages: 412

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s