Opini Bareng/ Alur Cerita: Suka Suka

Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin sebuah cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita. (rumpunnektar.com)

“Apakah kamu tipe yang ingin alur cerita maju teratur/melompat-limpat? Buku dengan alur yang paling menyenangkan dan paling menyebalkan yang pernah kamu baca?” (BBI)

Sewaktu masih sekolah dulu siapapun pasti pernah belajar mengenai alur atau plot dalam pelajaran  Bahasa Indonesia. Alur atau plot ini umumnya kita kenal ada tiga jenis, yaitu Alur maju (Progresif), Alur mundur (Regresif), dan Alur maju mundur (Campuran). Pembahasan mengenai alur akan cukup panjang, tapi karena saya belum cukup ilmu untuk menjelaskannya, maka kita bisa buka-buka lagi buku pelajaran Bahasa Indonesia masing-masing. 😉

Sebenarnya mau alur cerita maju, mundur, maupun campuran, saya suka-suka saja. Yang penting bagaimana si penulis memaparkan ceritanya dengan baik, yakni mudah dicerna atau dimengerti maksudnya oleh pembaca.

Saya pernah mendapati cerita beralur campuran dalam novel romance lokal. Ceritanya terkesan loncat-loncat, nggak paham, nggak ada benang merahnya, otomatis bikin mood baca saya jelek dan bikin malas baca bukunya.

Tapi, ada juga penulis-penulis yang memang sudah jadi favorit saya, salah satunya Tere Liye. Di beberapa novelnya ia sering menggunakan alur campuran yang membuat saya nyaman dan senang membacanya.

Ini bukan karena bias atau apa, kalau dilihat dari jam terbang saja pasti sudah bisa kelihatan. Tanpa bermaksud membanding-bandingkan dam memikirkan siapa penulisnya, saya mau menyuarakan.. yang penting alur ceritanya konsisten, pasti saya suka.

Ini ulasan tersingkat saya dalam tiga bulan ini beropini di event bulanannya BBI. Sampai jumpa bulan depan dengan tema Hubungan dengan Pembaca. Penasaran? Looking forward to it, okay?

Untuk melihat opini teman-teman BBI yang lain kamu bisa mengunjunginya di blogbukuindonesia.com.

by.irnari🍅

Advertisements

2 thoughts on “Opini Bareng/ Alur Cerita: Suka Suka

  1. Rico says:

    ujung-ujungnya memang kembali pada kelihaian penulis ya. Dipikir-pikir emang alur campuran cenderung lebih menantang daripada alur maju. Tapi kalau penulisnya gagal menuliskannya, malah jadi bikin bete & menyebalkan ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s