Book Review: Kreativitas Tanpa Batas by Tim Kick Andy


Genre: Non Fiksi, Inspiratif
Price: Rp 59.000
More: Goodreads
Rating: 4

Kreativitas atau daya cipta adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (konsep) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. (sumber: Wikipedia)

Sejauh yang saya ketahui, kreatif identik dengan orang-orang maju, berpikiran ke depan dan terbuka, juga mereka-mereka yang telah sukses.

Sebuah pertanyaan yang berkelebat di benak saya, bener nggak kalau kreatif itu membuat titik minoritas? Kalau menurut saya sih, iya. Di mana-mana yang namanya minoritas sering menjadi sorotan, seperti orang-orang kreatif yang selalu punya magnet tersendiri dalam menciptakan hal yang baru. Jadi, tidak heran faktor pendukung dari mereka adalah kaum mayoritas. Tapi, sebenarnya orang kreatif itu ada di mana-mana kok. Nggak butuh bakat untuk jadi kreatif, yang penting orang tersebut punya kemauan. Sepintas, itulah kesimpulan saya mengenai kreativitas setelah membaca buku ini. Karena dalam buku Kreativitas Tanpa Batas banyak sekali contoh orang kreatif dalam kehidupan nyata kita. Jadi, jangan berpikir bahwa buku ini berisi teori mentah-mentah mengenai tips menjadi orang yang kreatif. Jauhi deh pikiran itu, karena jelas kita akan dibawa enjoy dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan nggak bikin kaku kayak buku pelajaran.

“Kita tidak boleh takut mencoba hal-hal yang di luar kebiasaan.” (page 87)

Berlanjut ke isi buku, ada 46 cerita tentang mereka yang berhasil membangun kreativitas. Mulai dari pengusaha, pejabat, hingga pelajar. Dengan tiga poin utama dalam buku ini, yaitu Pelangi Kreativitas, Banyak Cara Untuk Berbagi, dan Semangat Untuk Maju.

Di awali dengan pelangi kreativitas, kita dihadapkan pada berwarnanya ide orang-orang dalam memulai usaha. Ternyata orang Indonesia itu tidak kalah keren dan kreatifnya dengan orang luar. Saya yakin sebenarnya banyak potensi dari orang-orang kita untuk maju dan bersaing dengan pasar internasional. Hanya saja butuh cara untuk menyadarkan diri masayarakat kita agar tidak terlalu konsumtif memakai produk asing, sementara produk lokal tidak kalah bagus dengan produk impor. Produk di sini tidak terpaku pada wujud secara fisik saja lho, tetapi bisa juga berupa karya.

“Seorang pebisnis tidak bisa memecah fokusnya untuk mengurus berbagai usaha sekaligus.” (page 6)

Seringkali, kita (termasuk saya) yang ingin sukses, suka banyak maunya—ingin ini, ingin itu, semua dijabanin. Padahal menurut orang yang sudah sukses, kuncinya adalah fokus dalam meraih cita-cita, disertai dengan work hard dan work smart.

Sebagai contoh, saya sangat suka dengan cerita Calvin Kizana dalam membuat aplikasi PicMix di android. Kemudian ada juga para sineas muda dengan film animasi dan film pendeknya yang super keren. Serta beberapa kesenian karya anak bangsa, dan tidak lupa pengusaha-pengusaha muda lainnya yang begitu menginspirasi saya.

Mereka semua memulai usaha dari nol. Mereka tidak pernah takut untuk gagal, karena menurut mereka kendala itu pasti ada, yang perlu dilakukan hanyalah terus berusaha.

“Allah selalu memberikan jalan selama kita memikirkan hal-hal baik.” (page 145)

Kreatif itu juga ternyata bisa diaplikasikan dalam bentuk berbagi, diantaranya dengan menolong orang lain, dan juga melestarikan alam seperti yang Bapak Ridwan Kamil lakukan.

Tidak perlu menunggu tua atau mapan untuk berbagi, karena satu hal kecil saja jika dikerjakan dengan setulus hati dan dimodifikasi secara berbeda, hasilnya pasti akan mengesankan dan tentunya bermanfaat. Salah satu contoh lainnya, saya sangat suka dengan kisah inspiratif dari Ibu Chusniati dalam mengelola bank sampah.

“Jangan pernah merasa hidup kita tidak berguna karena bisa jadi hidup kita begitu berguna bagi orang lain.” (page 48)

Dan yang terakhir, Semangat Untuk Maju. Siapa pun yang memiliki semangat tinggi pasti akan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan cita-citanya. Seperti para pelajar yang berhasil lulus Ujian Nasional dengan nilai paling tinggi. Juga kisah inspiratif dari Pak Kasmin, seorang anggota suku Baduy Luar yang nekat pergi ke Jakarta bersama dua temannya dari Baduy Dalam untuk mencari tahu pesawat terbuat dari apa.

Sesuai adat mereka yang tidak boleh menggunakan fasilitas (katakanlah “modern”), maka mereka memilih berjalan kaki ke Jakarta yang berbekal seadanya, pisang tanduk dan gula aren. Sungguh, saya kagum dengan rasa ingin tahu mereka yang begitu besar, hingga sukses mengantarkan Pak Kasmin yang sekarang ini menjadi anggota komisi V DPRD Lebak. Wah, hebat kan? 😀 Lho, kok bisa, ya? Mau tahu cerita lengkapnya, kita bisa membacanya di buku Kreativitas Tanpa Batas.

Review ini memang posting ulang dari review aslinya tahun lalu dengan sedikit editan dan tambahan. Berhubung saya pakai untuk RC Non Fiksi maka saya repost. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kaen buku ini saya dapat cuma-cuma dari pengundian buntelan BBI yang diberikan oleh Bentang Pustaka untuk saya.

Saya pun ingin menambahkan bahwa buku ini membuat saya belajar banyak hal. Bahwa dibutuhkan ketekunan untuk mencapai kesuksesan, dibutuhkan pula fokus dan kreatif dalam proses mencapai tujuan.

Buku ini tidak akan bermanfaat kalau hanya saya baca lalu disimpan di rak. Buku ini diterbitkan tidak hanya sebagai inspirasi dan motivasi sesaat ketika saya sedang membacanya. Tetapi, saya sadar… semua harus lebih dari itu.

Saya harap buku ini bisa bermanfaat bagi semua kalangan, terutama anak-anak muda yang sedang mencari jati diri. Karena itu saya telah memberikan buku ini untuk mereka yang lebih membutuhkan suntikan motivasi tapi minim bacaan dan pengetahuan.

Saya rasa buku ini akan bernilai lebih tinggi harganya apabila kita bisa berikan pada orang-orang yang tepat. Pada dasarnya buku itu berisi ilmu pengetahun, dan membagi-bagikannya adalah sebuah keharusan.

“Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza Wajalla. Dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahunn adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii’)

Quotes favorit di buku:

“Toleransi tidak bisa cukup diajarkan atau baca buku PPKn. Toleransi harus dialami dan dirasakan.” (page 14)
“Orangtua yang baik akan menghasilkan anak yang baik.” (page 61)
“Kita tidak bisa mengarahkan angin, tapi kita masih bisa mengarahkan layar. Tuhan memang sudah memilihkan jalan hidup yang harus kita lalui, tapi kita masih bisa memilih bagaimana cara melaluinya.” (page 81)
“Kalau ingin menjadi orang di atas rata-rata, kita bisa ikuti arus, tapi harus memodifikasinya. Kalau ingin lebih hebat lagi daripada yang di atas rata-rata, kita harus berani menentang arus.” (page 94)

Published: Cetakan I, November 2014
Publisher: Bentang Pustaka
Pages: x + 234

Advertisements

One thought on “Book Review: Kreativitas Tanpa Batas by Tim Kick Andy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s