Book Review: Merry Riana Langkah Sejuta Suluh by Clara Ng


Published: Cet. II, Juni 2014
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Pages: 450
About Author: Clara Ng
Desain Sampul: Mila Hidajat
Genre: Non Fiksi, Motivasi, Pengembangan Diri
More: Goodreads
Rating: 5

“Arahkanlah pandanganmu kepada Tuhan, dan Dia akan memberimu jalan. Tidak semuanya sekaligus, tetapi selangkah demi selangkah. Dan setiap langkah adalah mukjizat.”

Formula sukses Merry Riana adalah: Vision-Action-Passion. Berbeda dengan buku pertama Mimpi Sejuta Dolar yang mengisahkan tentang Vision (Mimpi), buku sekuel Langkah Sejuta Suluh ini berfokus pada Action (Langkah).   Bertujuan membayar utang-utangnya dan mencapai mimpinya untuk meraih kebebasan finansial, setelah lulus Merry mengambil sebuah keputusan ekstrem untuk menjadi seorang entrepreneur.

Merry memimpin sekelompok pemuda-pemudi yang mulanya bukan siapa-siapa, yang berangkat dari nol, dan yang mengalami kejatuhan berulang-ulang, sebelum kemudian menjadi tim tangguh yang memecahkan rekor industri.

Buku ini membeberkan kisah yang seru dan mendebarkan; penuh ketegangan dan tikungan-tikungan terjal. Tentang sekelompok anak muda yang mulanya disepelkan, namun selalu bertekad tidak mau kalah, sampai pada akhirnya berhasil membuktikan bahwa mereka layak menjadi juara.

Ikuti perjalanan Merry selangkah demi selangkah, dari sejak lulus kuliah tanpa modal, koneksi, dan keahlian; sampai bagaimana dia menyatukan timnya untuk berjuang bersama demi satu tujuan: mengukir sejarah
**

Buku ini bukan buku motivasi biasa. Di dalamnya ada cerita, ada juga ajakan yang secara tidak langsung bisa membuat pembaca mengikuti jejaknya. Pembaca akan tertular semangat Merry Riana yang pantang menyerah untuk bisa bekerja sebagai seorang sales konsultan keuangan. Semangatnya yang tak pernah padam itu antara lain karena dukungan dari sang kekasih yang kini sudah jadi suaminya: Alva Tjenderasa. Alva berperan aktif di belakangnya, sementara Merry aktif melangkah di depan untuk mewujudkan mimpinya.

Membaca buku ini menghilangkan prespsi saya atau mungkin Anda-tentang bagaimana menjadi orang yang paling beda di antara mayoritas. Konsekuensi dibully, dianak tirikan berakibat rasa minder dan rendah diri, sehingga bagi beberapa orang yang mentalnya tidak cukup kuat akan tidak sanggup menghadapi tekanan di lingkungan yang seperti itu. Tapi Merry Riana di Langkah Sejuta Suluh-nya, ia mampu membuktikan bahwa menjadi berbeda bukanlah suatu halangan untuk bisa sukses.

Ya, Merry dianggap tidak sesuai jika harus bekerja di Singapura, apalagi ia tidak punya izin kerja, masih mahasiswa, dan tidak bisa berbahasa Mandarin, penampilannya pun juga sangat jauh dari kata pantas untuk disandingkan dengan para pekerja sales lainnya.

Berkat buah pemikirannya dan Alva, Merry bisa membuat rekor penjualan tiket seminar, mendapat klien untuk manajer, sampai ia mendapat posisi top sales di perusahaan. Karena hasil dari kerja keras dan keberaniannya, ia menduduki posisi sebagai manajer setelah dua tahun mencapai prestasi Quality Club. Menjadi manajer artinya ia akan mempunyai bawahan, sebuah tim/kelompok yang nantinya akan bekerja dengannya mencapai target. Keren kan? Ini belum seberapa lho, karena selanjutnya kesuksesannya seperti tidak ada habisnya menempel pada orang yang punya keberanian serta kerja keras yang luar biasa seperti Merry Riana.

Kesuksesannya untuk mencapai posisi manajer tidak tanpa hambatan, ia harus bekerja dari pagi sampai malam di jalanan, yang bagi banyak orang mungkin pekerjaan sebagai sales sangat tidak diminati. Belum lagi menghadapi penolakan-penolakan-yang belum saja para Sales menyapa-sudah tidak diacuhkan duluan. Kadang, kita sering kesal didatangi petugas Marketing atau Sales yang menawarkan sesuatu agar kita mau beli, paling males lagi kalau tidak bisa menolak.

Merry Riana juga mengalami hal itu, dan sempat menyerah. Tapi, Alva terus memberinya suntikan semangat, mengingatkannya bagaimana ia bisa mendapatkan pekerjaan ini, bagaimana dengan janjinya pada orangtua untuk sukses, dan bagaimana ia dulu bertekad untukmencapai satu mimpi, yaitu mempunyai kebebasan finansial sebelum umur tigapuluh tahun.

Setelah dua tahun menjadi manajer, Merry berhasil menjadi direktur di perusahaannya sendiri yang bernama MRO. Chin Sun yang merupakan rekannya di agensi Mr. Tan, kini kembali menjadi rivalnya-karena di saat yang bersamaan pun Chin Sun telah memiliki perusahaan sendiri. Merry bersama timnya mempunyai target untuk mendapatkan penghargaan sebagai Agency of the Year, syaratnya adalah ia bersama timnya harus memiliki penjualan tertinggi selama setahun.

Sebagai pembaca, saya merasakan debaran penuh semangat ketika tim MRO harus bersaing dengan tim Chin Sung. Rasa lelah, ingin menyerah, dan buntu ide selalu mengelilingi kepala saya jika saya berada di posisi mereka. Tapi nyatanya berpikir out of the box atau open minded bisa memecahkan keraguan saya tentang kerja keras. Kesuksesan itu memang bukan sesuatu yang instan, ada air mata dan keringat di dalamnya. Saya sangat takjub pada tulisan Clara Ng yang membuat cerita nyata ini seperti novel. Sebuah tulisan yang bercerita memang membuat saya atau mungkin banyak orang bisa merasa dekat dan masuk ke dalam kehidupan cerita tersebut. Sehingga makna nyata atau fiktifnya saya tidak peduli itu, yang saya sadari hanya buku ini bisa menggugah alam bawah sadar saya, menjadi orang yang lebih baik.

Menamatkan buku ini membuat saya semakin percaya akan mimpi saya yang suatu hari nanti juga akan terwujud, caranya dengan memiliki keberanian dan kerja keras; baik dalam berusaha maupun berdoa.

Kekurangan untuk buku ini hanya pada beberapa quotes yang terlalu besar memakan tempat. Tapi selebihnya sangat bagus, saya suka cover-nya, bookmark-nya, dan juga ukuran font serta tata letaknya.

Buku ini sangat rekomen bagi mereka yang berani untuk berubah. Ada lima kunci formula kesuksesan di dalamnya, juga empat rahasia untuk meraih keberhasilan. Buku ini memang sekuel dari Mimpi Sejuta Dolar, tapi dengan loncat membaca buku ini tidak akan mengurangi makna dari ceritanya.

Favorit Quotes:
“Jauh di dalam hati, kita tahu apa yang kita suka. Perjalanan mencapai mimpi sebenarnya sangat filosofis. Ini adalah perjalanan untuk mengenali diri sendiri. Menggali diri sendiri. Tahukah bahwa yang paling sulit di dunia ini adalah mengenali diri sendiri? Setiap hari kita bersama dengan “diri sendiri”, tapi tidak semua orang mengenali dirinya dengan (sangat) baik. Untuk dekat dengan diri sendiri, satu-satunya jalan adalah terus-menerus bertanya kepada diri sendiri. Sebab di sana-di dalam hati yang terdalam-tersimpan sumber jawaban dari segala pertanyaan.” (p. 20)

“Kubunuh rasa gugup dengan mengingat mimpi yang telah kudeklarasikan. Lebih baik aku mecoba dan gagal daripada aku tidak pernah mencoba apa-apa.” (p. 89)

“Yang kita pikirkan lebih seram daripada apa yang harus kita lakukan.” (p. 111)

“Menang atau kalah urusan belakangan, tapi tak pernah menyerah itu harga mati.” (p. 346)

“It’s not how we start it, but how we end it that really matters. Yang penting bukanlah bagaimana kita memulai sesuatu, tapi bagaimana kita menyelesaikan sesuatu.” (p. 350)

Advertisements

2 thoughts on “Book Review: Merry Riana Langkah Sejuta Suluh by Clara Ng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s