Book Review : Bumi by Tere Liye #1


Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
Published: viii, April 2015
Pages: 440
Genre: Science Fiction, Fantasy
Rating: 5
*
Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam.
Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.
Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.
Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.

“Buku pertama dari serial Bumi.”
*
Review:
Akhirnya tuntas juga menamatkan bacaan novel setelah lama reading slump. Hmm.. Sebenarnya masih suka baca sih, cuma lama banget ngebangun mood baca sekali duduk. Pilih buku ini itu dengan asal nggak ada yang beres. Emang bener sih, ya.. Mood baca bisa baik kalau kita memulai dengan memilih buku yang disukai. Salah satunya yang akan saya review berikut ini.

Berkisah tentang gadis berusia 15 tahun, bernama Raib atau lebih sering dipanggil Ra oleh orang-orang di sekelilingnya. Ra punya sahabat bernama Seli. Kehidupan Ra tampak sama seperti remaja pada umumnya, punya orangtua yang menyenangkan, punya sahabat yang solid, punya guru yang spesial dengan keanehan rambutnya yang keriting, juga orang menyebalkan di sekolah bernama Ali, si genius yang suka bikin ulah.
Itulah kehidupan Ra yang terlihat wajar, karena sesungguhnya Ra punya rahasia yang tidak biasa, yang ia simpan sendiri.

“Aku bisa menghilang, dalam artian benar-benar menghilang.” (page 7)

Kekuatan Ra muncul saat ia berusia 2 tahun, saat ia dan orangtuanya sedang bermain petak umpet.
“Aku sungguh tidak menyadari saat itu. Itulah kali pertama kekuatan itu muncul. Kekuatan yang tidak pernah berhasil aku mengerti hingga hari ini, kekuatan yang kurahasiakan dari siapapun hingga usiaku 15. Aku tinggal menutupi wajahku dengan kedua telapak tangan, berniat bersembunyi, maka seketika, seluruh tubuhku tidak terlihat. Lenyap. Orangtuaku sungguh tidak punya ide bahwa anak perempuan mereka yang berusia kurang dari 2 tahun bersembunyi persis di depan mereka, berdiri di tengah karpet, mengintip dari sela-sela jarinya.” (page 7)

Di awal bab, pembaca diperkenalkan dengan keseharian Ra di rumah, tentang interaksinya bersama kedua orangtua juga dengan kedua kucingnya, si Putih dan si Hitam.

Di sekolah, konflik mulai terlihat ketika Ra dan Ali dihukum Miss Selena untuk keluar kelas karena tidak mengerjakan PR Matematika. Ra yang tidak ingin menghabiskan waktu bersama si biang kerok (Ali) memutuskan untuk menghilang(menutup wajahnya dengan tangan). Namun, apa yang terjadi setelah itu ternyata membuat Ra terkena masalah. Ali ternyata sedang berada tidak jauh darinya, hal itu tak sengaja diketahui Ra yang reflek membuka tangannya karena sambaran petir yang tiba-tiba, disusul hadirnya sesosok pria berpakaian hitam yang menyapanya, padahal Ra yakin tidak ada yang bisa melihatnya saat itu. Tapi entah mengapa sosok tinggi kurus itu bisa melihatnya, dan kemudian menghilang begitu saja. Di satu sisi, Ali tidak ada henti-hentinya bertanya pada Ra, mencurigainya karena bisa menghilang.

“Apapun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apapun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang. Kamu akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini, juga masa depan.”

Semenjak kejadian itu, banyak keganjilan yang Ra alami, mulai dari kucingnya yang menghilang satu, juga sosok tinggi kurus itu lagi yang beberapa kali muncul di cermin kamarnya–mengajarinya bagaimana mengendalikan kemampuan menghilang, membuat kemampuan itu semakin terasah. Semua dilakukan tentu saja ada maksud, hingga Ra dan kawan-kawannya bisa terjebak ke dunia lain.

“Dunia ini tidak sesederhana seperti yang dilihat banyak orang. Aku percaya sejak dulu, bahkan membaca lebih banyak buku dibanding siapapun karena penasaran, ingin tahu. Bumi kita memiliki kehidupan yang rumit. Dan hari ini aku menyaksikan sendiri, ada sisi lain dari kehidupan selain yang biasa kita lihat sehari-hari. Dunia lain.”


cr:here

**
Seruuuu. Satu kata yang bisa mewakili novel ini. Saya suka bagian bab per babnya yang bikin tegang, walaupun cukup lama untuk  menemukan ketegangan yang lebih kimaks karena ada di pertengahan bab. Di awal-awal pembaca lebih banyak disuguhkan introduction-nya, tentang Ra dan orangtuanya, konflik dengan Ali, juga dengan gurunya, Miss Selena. Namun, tanpa perkenalan yang panjang, saya rasa novel ini akan sangat hambar. Jadi, sebagai pembaca sejati, saya dengan sabar membacanya dari awal sampai akhir tanpa skip.

Buku ini memang serius seru dan keren, gak kalah serunya dengan seri Harpot maupun Hunger Games. Nggak kepikiran banget ada ide yang liar kayak gini. Tokoh-tokohnya juga sangat menarik. Ada Ra dengan kemampuannya bisa menghilang, Seli dengan kekuatan petir, dan Ali yang tidak punya kemampuan spesial apa-apa seperti Ra maupun Seli, tapi ia punya otak genius, meskipun sangat rese. Memang tokoh Ali ini sih yang saya suka karena genius dan menyebalkan itu perpaduan yang pas. Haha..

Well, penulis sukses membentuk imaji pembaca kedalam bumi yang memiliki empat kehidupan di dalamnya, termasuk kita di dunia tanah, atau disebut manusia tanah, juga ada dunia bulan yang disebut klan bulan, lalu ada klan matahari, dan yang paling tinggi kemampuan rata-rata manusianya adalah klan bintang. Di seri pertama, cerita bergulir dari manusia tanah dan klan bulan. Perpaduan sains dan fantasi buat saya bisa ngebayangin seperti apa dunia bulan dengan segala bentuk rumahnya yang aneh, seperti balon-balon mengantung, sofa dan tempat tidur yang melayang, hutan yang lebat dengan ukuran pohon dan binatang yang raksasa. Air yang tidak tercemar karena segala bentuk penggunaan air digantikan dengan udara.
Hwah, membaca buku ini tidak hanya bisa menghibur tapi juga menambah pemahaman baru dengan sedikit banyak quotes yang menyentil ala Tere Liye.

“Sumber kekuatan terbaik bagi manusia adalah yang sering kalian sebut dengan tekad, kehendak. “

Next series, Bulan.

by. irnari🍅

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s