Book Review: Bastian dan Jamur Ajaib by Ratih Kumala


Author: Ratih Kumala
Genre: Fiction, Fantasy Romance, Asian Literature, Short Story
Published: 2014
Publisher: PT. Gramedia Pustaka Utama
Pages: 124
Rating: 3

Jamur ini bukan sembarang jamur. Jamur ini mampu membuka luka hati siapa pun yang memakannya. Buku ini bukan sembarang buku. Buku ini mampu membuka dunia imajinasi yang penuh makna. (more)

Buku ini berisi kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh Ratih Kumala. Ada 13 judul cerita yang beberapa di antaranya pernah dipublikasikan di media. Bastian dan Jamur Ajaib adalah salah satu cerpen yang baru dibuat Ratih, sekaligus memang jadi judul utama buku ini. Judulnya memang sangat menarik dan memikat karena kata “ajaib” dalam cerita mengandung hal-hal yang berbau fantasi. Continue reading

Advertisements

Book Review: Skenario Dunia Hijau by Sitta Karina


Genre: Teenlit, Romance
More: Goodreads
Rating: 3


Skenario Dunia Hijau dan cerita-cerita lain adalah sekumpulan cerpen karya Sitta Karina yang sudah pernah dimuat di beberapa majalah seperti Cosmo Girl dan Cerita Kita sebelum akhirnya diterbitkan dalam bentuk sebuah buku seperti ini.

Saya belum pernah sama sekali membaca karya-karyanya Sitta Karina, dan ini adalah yang pertama kalinya. Pengalaman pertama ini saya tidak memiliki ketertarikan yang lebih pada tulisan Sitta Karina. Entah karena ini kumpulan cerpen atau apa, saya tidak bisa menikmatinya, tidak ada daya tarik yang membuat saya penasaran akan tulisannya. Continue reading

Madre

Judul: Madre

Penulis: Dewi Lestari (Dee)

Terbit: Cetakan VI, Februari 2013

Penerbit: Bentang Pustaka

Genre: Fiksi, Romance

Tebal:  xiv + 162 halaman

ISBN: 978-602-8811-49

Harga: Rp 47.000,- (Pinjam dari Aini)

Blurb:

“Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari?

darah saya mendadak sepermpat Tionghoa,

nenek saya ternyata tukang roti, dan dia,

bersama kakek yang tidak saya kenal,

mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu:

Madre.”

Terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek, Madre Continue reading

Rectoverso

cr:photo addeection

Judul: Rectoverso

Penulis: Dewi Lestari (Dee)

Terbit: Cetakan II, Februari 2013

Penerbit: Bentang Pustaka

Genre: Fiksi, Science-Romance

Tebal:  x + 174 halaman

ISBN: 978-602-7888-03-6

Harga: Rp 69.000,- (Pinjam dari Aini)

Blurb:

Dewi Lestari, yang bernama pena See, kali ini hadir dengan mahakarya unik dan pertama di Indonesia. Rectoverso merupakan hibrida dari fiksi dan musik, terdiri dari sebelas cerita pendek dan sebelas lagu yang bisa dinikmati secara terpisah maupun bersama-sama. Keduanya saling melengkapi bagaikan dua imaji yang seolah berdiri sendiri, tetapi sesungguhnya merupakan satu kesatuan.

Inilah cermin dari dua dunia Dewi Lestari yang ia ekspresikan dalam napas kreativitas tunggal bertajuk Rectoverso.

Dengar fiksinya. Baca musiknya. Lengkapi penghayatan Anda dan temukanlah sebuah pengalaman baru.

Review:

Rectoverso adalah buku kumpulan cerpen karya Dee yang sebelumnya pernah diterbitkan pada tahun 2008.  Continue reading

Filosofi Kopi


Judul Buku: Filosofi Kopi
Penulis: Dewi Lestari (Dee)
Penerbit: Truedee Books & Gagasmedia
Genre: Fiksi, Sci-fi, Romance
Terbit: Cetakan I, Februari 2006
Tebal: xii + 134 halaman
ISBN: 979-96257-3-4

Sebuah kumpulan cerita dan prosa satu dekade.
Ada delapan belas judul cerpen dan prosa dalam buku ini. Diantara kedelapan belas judul tersebut, aku menyukai dua cerpen dan satu prosa.
Untuk cerpen aku menyukai Filosofi Kopi dan Rico de Coro, sedangkan untuk prosa aku menyukai Spasi.
Cerita yang disuguhkan dalam buku ini cukup absurd dan nelangsa. Absurdnya sendiri saja sampai menjadi tokoh bernama Absurdo di Rico de Coro. LOL! Nelangsanya…karena begitu menyedihkan. Yap, salah satunya ada pada cerita berjudul Mencari Herman yang bikin aku merinding karena dibaca pas tengah malam x)

Untuk Filosofi Kopi sendiri aku sangat suka dengan ceritanya dan makna diakhir ceritanya, begitu mengena dan hmm aroma kopinya sampai terasa :p
Adalah Ben dan Jody yang menjadi tokoh utama dalam novel ini. Dua cowok, iya, dua cowok yang bersahabat dekat. Ben penyuka kopi kelas berat, mampu membuat jenis kopi apapun, hingga ia bisa menciptakan jenis kopi baru yang sempurna. Sementara Jody yang tidak se-addicted itu pada kopi, hanya mendampingi sahabatnya membuka kedai kopi tersebut dengan mengambil peran sebagai kasir saja.

Nama awal kedai mereka adalah “Kedai Koffie: Ben & Jody.” Namun, berubah menjadi “Filosofi Kopi: Temukan Diri Anda di Sini.” Konsep yang menarik dengan memberikan selembar kertas setiap pembelian kopi di kedainya, dengan kata: Kopi yang Anda minum hari ini, beserta keterangan filosofisnya.
Sampai suatu hari seseorang yang mengaku pecinta kopi sejati menantang Ben untuk membuatkannya kopi yang paling enak, hingga membuatnya mampu berkata ‘Hidup ini sempurna’. Dengan imbalan 50 juta, Ben menerima tantangan tersebut. Bukan, bukan karena uangnya tapi karena Ben memang ingin membuktikan bahwa dia pembuat kopi terbaik di seluruh dunia. Kalau untuk Jody sendiri sih, yang penting uangnya. Hihi… seru kan? Kalau mau tahu kelanjutannya baca sendiri :p nggak panjang kok, namanya juga cerpen.

Next story, Rico de Coro. Kebayang nggak sih kalau tokoh dalam cerpen ini seekor kecoak, ihh… geli banget kan. Tapi, sukses loh, cerpen ini bikin aku tertawa renyah dan manggut-manggut terkesima dengan makna dibalik akhir ceritanya.
Seekor kecoak yang hitam, kecil, jelek, dan bau itu jatuh cinta pada seorang puteri bernama Sarah. Bukan, Sarah itu bukan puterinya kecoak, melainkan manusia. Waah, kecoak jatuh cinta sama manusia?? Geli banget, ya. Haha… Tapi, disitulah keunikan dan konfliknya bermula.

Sebuah kerajaan kecoak ‘Hunter’ yang tinggal di rumah keluarga Haryono, memberikan aksi balas dendam bagi keluarga tersebut karena suka membasmi bangsanya secara tidak hewani, apalagi meremehkan bangsa mereka sebagai binatang yang menjijikkan. Hunter ini memiliki anak bernama Rico de Coro, sebenarnya nama Rico de Coro itu disematkan sendiri oleh anaknya, karena ngakunya sih pemberian dari Sarah. Sarah itu anak dari Tuan Haryono. Nah, ternyata tidak hanya di bangsa manusia saja yang jatuh cinta dikekang oleh orangtua, di bangsa kecoak pun bisa terjadi,LOL! Yap, Rico de Coro tak direstui untuk menyukai Sarah oleh Hunter x)
Bagiku yang nggak suka kecoak, entah kenapa suka dengan cerita ini. Hihi…

3 bintang untuk kumcer dan prosa satu dekade 🙂

Autumn Once More

17725142Judul Buku: Autumn Once More
Penulis: aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Genre: M-pop
Terbit: Cetakan I, April 2013
Tebal: 232 halaman
ISBN: 978-979-22-9471-2
Harga: Rp. 40.000,-

Cinta : suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat.

Aku bahagia dan kepedihan dalam cinta. Cintabyang terpendam menimbulkan resah, pengkhianatan pun tak lepas dari cinta, atau bahkan cinta berlebihan sehingga menyesakkan. Galau dan rindu pun dituturkan dalam ribuan kata di buku ini.
AUTUMN ONCE MORE membawa kita ke banyak sisi cinta dari kumpulan pengarang, mulai dari pengarang profesional hingga editor yang harus jadi pengarang “dadakan” dan menunjukkan kreativitas mereka dalam tema abadi sepanjang masa.
Inilah tumpahan rasa dan obsesi karya aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan.

Waktu pertama kali tahu GPU akan menerbitkan kumcer ini, aku sangat excited..karena ada salah satu penulis yang sangat ku sukai, Ilana Tan. Selain itu dua nama yang sudah tidak asing lagi bagiku, Ika Natassa dan Aliazalea yang novelnya cukup banyak digemari dan terbilang penulis yang profesional dan produktif. Akhirnya aku bisa beli juga buku ini, meski pada akhirnya ke excited an saya tak terbayar setelah membaca kumcer ini. Yang mengecewakan adalah justru ketiga penulis yang saya nanti-nantikan membuat cerpen bagus itu malah ceritanya biasa saja, tidak begitu menonjol. justru penulis-penulis lain yang dibilang jadi penulis dadakan itu memiliki cerita yang lebih menarik dan aku suka. Entah kenapa mungkin memang tiga penulis itu lebih cocok nulis novel, cerpen mereka sangat menggantung, seperti hanya mengambil potongan kejadian dari sebuah novel.
Berikut beberapa cerpen yang kusuka di buku ini:
– Love is verb
More than words. Is all you have to do to make it real. Then you wouldn’t have to say, that you love me. Couse I’d already know.
– Perkara bulu mata
Aku suka dengan persahabatan Vira, Lilian, Jojo, dan Albert. Meski perkara bulu mata bikin aku geli sendiri. Kok bisa? haha welcome to the club my friend 😉
– The unexpected surprise
Meski ini buku metropop, aku suka ada nilai-nilai attitude tentang hubungan anak dan orangtua. Dalam cerita ini aku mendapat pelajaran bahwa jangan mikirin diri sendiri sudah merasa paling bener, feel orangtua gak pernah salah, mereka lebih berpengalaman, meski yang kita judge itu kenyataan. Tapi orang tua kita jelas lebih tahu. Their feeling are never wrong.
– Senja yang sempurna
Nah ini nih cocok banget dibaca ama cowok. hihi.. nyesek…nyesek deh :p

Anyway, untuk cerpen mba ika “critical eleven” sebenarnya menarik, cuma aku masih gak ngeh dengan endingnya.. overall, aku emang selalu suka diakhir setiap sudah membaca karya mba ika (maksudnya harus dibaca dua kali). Aku suka dengan gaya tulisannya yang begitu alami bercerita dengan mencampurkan dua bahasa.
Meski kurang puas dengan kumcer ini, dipikir-pikir aku gak menyesal tuh sudah membelinya karena semua royalti penjualan buku ini akan disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas untuk membantu sesama kita…
Terakhir, tidak lupa aku kasih rate untuk kumcer ini 3 bintang saja ^^