Book Review: Bastian dan Jamur Ajaib by Ratih Kumala


Author: Ratih Kumala
Genre: Fiction, Fantasy Romance, Asian Literature, Short Story
Published: 2014
Publisher: PT. Gramedia Pustaka Utama
Pages: 124
Rating: 3

Jamur ini bukan sembarang jamur. Jamur ini mampu membuka luka hati siapa pun yang memakannya. Buku ini bukan sembarang buku. Buku ini mampu membuka dunia imajinasi yang penuh makna. (more)

Buku ini berisi kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh Ratih Kumala. Ada 13 judul cerita yang beberapa di antaranya pernah dipublikasikan di media. Bastian dan Jamur Ajaib adalah salah satu cerpen yang baru dibuat Ratih, sekaligus memang jadi judul utama buku ini. Judulnya memang sangat menarik dan memikat karena kata “ajaib” dalam cerita mengandung hal-hal yang berbau fantasi. Baca lebih lanjut

Book Review: Skenario Dunia Hijau by Sitta Karina


Genre: Teenlit, Romance
More: Goodreads
Rating: 3


Skenario Dunia Hijau dan cerita-cerita lain adalah sekumpulan cerpen karya Sitta Karina yang sudah pernah dimuat di beberapa majalah seperti Cosmo Girl dan Cerita Kita sebelum akhirnya diterbitkan dalam bentuk sebuah buku seperti ini.

Saya belum pernah sama sekali membaca karya-karyanya Sitta Karina, dan ini adalah yang pertama kalinya. Pengalaman pertama ini saya tidak memiliki ketertarikan yang lebih pada tulisan Sitta Karina. Entah karena ini kumpulan cerpen atau apa, saya tidak bisa menikmatinya, tidak ada daya tarik yang membuat saya penasaran akan tulisannya. Baca lebih lanjut

Madre

Judul: Madre

Penulis: Dewi Lestari (Dee)

Terbit: Cetakan VI, Februari 2013

Penerbit: Bentang Pustaka

Genre: Fiksi, Romance

Tebal:  xiv + 162 halaman

ISBN: 978-602-8811-49

Harga: Rp 47.000,- (Pinjam dari Aini)

Blurb:

“Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari?

darah saya mendadak sepermpat Tionghoa,

nenek saya ternyata tukang roti, dan dia,

bersama kakek yang tidak saya kenal,

mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu:

Madre.”

Terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek, Madre Baca lebih lanjut

Rectoverso

cr:photo addeection

Judul: Rectoverso

Penulis: Dewi Lestari (Dee)

Terbit: Cetakan II, Februari 2013

Penerbit: Bentang Pustaka

Genre: Fiksi, Science-Romance

Tebal:  x + 174 halaman

ISBN: 978-602-7888-03-6

Harga: Rp 69.000,- (Pinjam dari Aini)

Blurb:

Dewi Lestari, yang bernama pena See, kali ini hadir dengan mahakarya unik dan pertama di Indonesia. Rectoverso merupakan hibrida dari fiksi dan musik, terdiri dari sebelas cerita pendek dan sebelas lagu yang bisa dinikmati secara terpisah maupun bersama-sama. Keduanya saling melengkapi bagaikan dua imaji yang seolah berdiri sendiri, tetapi sesungguhnya merupakan satu kesatuan.

Inilah cermin dari dua dunia Dewi Lestari yang ia ekspresikan dalam napas kreativitas tunggal bertajuk Rectoverso.

Dengar fiksinya. Baca musiknya. Lengkapi penghayatan Anda dan temukanlah sebuah pengalaman baru.

Review:

Rectoverso adalah buku kumpulan cerpen karya Dee yang sebelumnya pernah diterbitkan pada tahun 2008.  Baca lebih lanjut

Filosofi Kopi


Judul Buku: Filosofi Kopi
Penulis: Dewi Lestari (Dee)
Penerbit: Truedee Books & Gagasmedia
Genre: Fiksi, Sci-fi, Romance
Terbit: Cetakan I, Februari 2006
Tebal: xii + 134 halaman
ISBN: 979-96257-3-4

Sebuah kumpulan cerita dan prosa satu dekade.
Ada delapan belas judul cerpen dan prosa dalam buku ini. Diantara kedelapan belas judul tersebut, aku menyukai dua cerpen dan satu prosa.
Untuk cerpen aku menyukai Filosofi Kopi dan Rico de Coro, sedangkan untuk prosa aku menyukai Spasi.
Cerita yang disuguhkan dalam buku ini cukup absurd dan nelangsa. Absurdnya sendiri saja sampai menjadi tokoh bernama Absurdo di Rico de Coro. LOL! Nelangsanya…karena begitu menyedihkan. Yap, salah satunya ada pada cerita berjudul Mencari Herman yang bikin aku merinding karena dibaca pas tengah malam x)

Untuk Filosofi Kopi sendiri aku sangat suka dengan ceritanya dan makna diakhir ceritanya, begitu mengena dan hmm aroma kopinya sampai terasa :p
Adalah Ben dan Jody yang menjadi tokoh utama dalam novel ini. Dua cowok, iya, dua cowok yang bersahabat dekat. Ben penyuka kopi kelas berat, mampu membuat jenis kopi apapun, hingga ia bisa menciptakan jenis kopi baru yang sempurna. Sementara Jody yang tidak se-addicted itu pada kopi, hanya mendampingi sahabatnya membuka kedai kopi tersebut dengan mengambil peran sebagai kasir saja.

Nama awal kedai mereka adalah “Kedai Koffie: Ben & Jody.” Namun, berubah menjadi “Filosofi Kopi: Temukan Diri Anda di Sini.” Konsep yang menarik dengan memberikan selembar kertas setiap pembelian kopi di kedainya, dengan kata: Kopi yang Anda minum hari ini, beserta keterangan filosofisnya.
Sampai suatu hari seseorang yang mengaku pecinta kopi sejati menantang Ben untuk membuatkannya kopi yang paling enak, hingga membuatnya mampu berkata ‘Hidup ini sempurna’. Dengan imbalan 50 juta, Ben menerima tantangan tersebut. Bukan, bukan karena uangnya tapi karena Ben memang ingin membuktikan bahwa dia pembuat kopi terbaik di seluruh dunia. Kalau untuk Jody sendiri sih, yang penting uangnya. Hihi… seru kan? Kalau mau tahu kelanjutannya baca sendiri :p nggak panjang kok, namanya juga cerpen.

Next story, Rico de Coro. Kebayang nggak sih kalau tokoh dalam cerpen ini seekor kecoak, ihh… geli banget kan. Tapi, sukses loh, cerpen ini bikin aku tertawa renyah dan manggut-manggut terkesima dengan makna dibalik akhir ceritanya.
Seekor kecoak yang hitam, kecil, jelek, dan bau itu jatuh cinta pada seorang puteri bernama Sarah. Bukan, Sarah itu bukan puterinya kecoak, melainkan manusia. Waah, kecoak jatuh cinta sama manusia?? Geli banget, ya. Haha… Tapi, disitulah keunikan dan konfliknya bermula.

Sebuah kerajaan kecoak ‘Hunter’ yang tinggal di rumah keluarga Haryono, memberikan aksi balas dendam bagi keluarga tersebut karena suka membasmi bangsanya secara tidak hewani, apalagi meremehkan bangsa mereka sebagai binatang yang menjijikkan. Hunter ini memiliki anak bernama Rico de Coro, sebenarnya nama Rico de Coro itu disematkan sendiri oleh anaknya, karena ngakunya sih pemberian dari Sarah. Sarah itu anak dari Tuan Haryono. Nah, ternyata tidak hanya di bangsa manusia saja yang jatuh cinta dikekang oleh orangtua, di bangsa kecoak pun bisa terjadi,LOL! Yap, Rico de Coro tak direstui untuk menyukai Sarah oleh Hunter x)
Bagiku yang nggak suka kecoak, entah kenapa suka dengan cerita ini. Hihi…

3 bintang untuk kumcer dan prosa satu dekade 🙂

Autumn Once More

17725142Judul Buku: Autumn Once More
Penulis: aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Genre: M-pop
Terbit: Cetakan I, April 2013
Tebal: 232 halaman
ISBN: 978-979-22-9471-2
Harga: Rp. 40.000,-

Cinta : suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat.

Aku bahagia dan kepedihan dalam cinta. Cintabyang terpendam menimbulkan resah, pengkhianatan pun tak lepas dari cinta, atau bahkan cinta berlebihan sehingga menyesakkan. Galau dan rindu pun dituturkan dalam ribuan kata di buku ini.
AUTUMN ONCE MORE membawa kita ke banyak sisi cinta dari kumpulan pengarang, mulai dari pengarang profesional hingga editor yang harus jadi pengarang “dadakan” dan menunjukkan kreativitas mereka dalam tema abadi sepanjang masa.
Inilah tumpahan rasa dan obsesi karya aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan.

Waktu pertama kali tahu GPU akan menerbitkan kumcer ini, aku sangat excited..karena ada salah satu penulis yang sangat ku sukai, Ilana Tan. Selain itu dua nama yang sudah tidak asing lagi bagiku, Ika Natassa dan Aliazalea yang novelnya cukup banyak digemari dan terbilang penulis yang profesional dan produktif. Akhirnya aku bisa beli juga buku ini, meski pada akhirnya ke excited an saya tak terbayar setelah membaca kumcer ini. Yang mengecewakan adalah justru ketiga penulis yang saya nanti-nantikan membuat cerpen bagus itu malah ceritanya biasa saja, tidak begitu menonjol. justru penulis-penulis lain yang dibilang jadi penulis dadakan itu memiliki cerita yang lebih menarik dan aku suka. Entah kenapa mungkin memang tiga penulis itu lebih cocok nulis novel, cerpen mereka sangat menggantung, seperti hanya mengambil potongan kejadian dari sebuah novel.
Berikut beberapa cerpen yang kusuka di buku ini:
– Love is verb
More than words. Is all you have to do to make it real. Then you wouldn’t have to say, that you love me. Couse I’d already know.
– Perkara bulu mata
Aku suka dengan persahabatan Vira, Lilian, Jojo, dan Albert. Meski perkara bulu mata bikin aku geli sendiri. Kok bisa? haha welcome to the club my friend 😉
– The unexpected surprise
Meski ini buku metropop, aku suka ada nilai-nilai attitude tentang hubungan anak dan orangtua. Dalam cerita ini aku mendapat pelajaran bahwa jangan mikirin diri sendiri sudah merasa paling bener, feel orangtua gak pernah salah, mereka lebih berpengalaman, meski yang kita judge itu kenyataan. Tapi orang tua kita jelas lebih tahu. Their feeling are never wrong.
– Senja yang sempurna
Nah ini nih cocok banget dibaca ama cowok. hihi.. nyesek…nyesek deh :p

Anyway, untuk cerpen mba ika “critical eleven” sebenarnya menarik, cuma aku masih gak ngeh dengan endingnya.. overall, aku emang selalu suka diakhir setiap sudah membaca karya mba ika (maksudnya harus dibaca dua kali). Aku suka dengan gaya tulisannya yang begitu alami bercerita dengan mencampurkan dua bahasa.
Meski kurang puas dengan kumcer ini, dipikir-pikir aku gak menyesal tuh sudah membelinya karena semua royalti penjualan buku ini akan disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas untuk membantu sesama kita…
Terakhir, tidak lupa aku kasih rate untuk kumcer ini 3 bintang saja ^^

Satsuki Sensei

13074860

Judul Buku: Satsuki Sensei

Penulis: Primadonna Angela

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: November, 2011

Tebal: 216 halaman

ISBN: 978-979-22-7759-3

Harga: Rp. 35.000

Satsuki dan Evan sama-sama suka judo. Evan kalah dalam pertandingan persahabatan, karenanya ia memberi julukan Satsuki Sensei, alias Guru Satsuki. Satsu kesal saat Evan memintanya bertanding sekali lagi untuk membuktikan siapa yang lebih kuat di antara mereka. Nggak penting banget, kan?

Apakah Satsu dan Evan akan terus berseteru? Bagaimana kalau cinta mendadak menyergap dan mengalahkan seluruh jurus yang mungkin diketahui Satsuki?

Satsuki Sensei adalah kumcer yang berisi sepuluh cerpen, dengan tema cinta dan kepercayaan. Di antaranya mengenai kasih sayang antara anak dan orangtua, antarsahabat, juga indahnya cinta pertama

Kumcer yang satu ini lumayan juga… yah walau pada awalnya sedikit kurang asik. sedikit sih hehe 🙂

cerita yang disuguhkan sederhana, ringan, dan berkiblat pada kegiatan sehari-hari yang pernah kita jumpai di kehidupan remaja pada umumnya, anak SMA sih tepatnya.

Ada 10 cerpen yang memadati isi buku ini, tokoh-tokoh yang ada dalam setiap cerita saling berkaitan, dengan judul cerpen yang beda-beda, dengan kisah berbeda-beda pula tentunya.

kesepuluh judulnya:

1. Rahasia Debora

2. Objet d’Art

3. Bintang dan Lazuardi

4. Satsuki Sensei

5. Transformasi Sita

6. Dewi Inspirasi

7. Kopdar

8. Kabarnya…

9. Surat Cinta

10. Devon, itu Nama Gue

Dari kesepuluh judul itu, saya paling suka kisah surat cinta, kalau yang lainnya lumayan…lahh karena ceritanya menarik dan sayang banget sih cuma sekedar cerpen, yang lain juga sama, seru, tapi sayang hanya cerpen, dan geregetnya tuh kurang (karena saya terbiasa baca novel kali ya).

Farah selalu mendapat surat cinta yang terselip di buku catatannya yang sering dipinjam teman-teman sekelasnya. Ia jatuh cinta dengan kata-kata puitis berbahasa inggris dalam buku catatannya itu, entah siapa yang sering menuliskannya hampir setiap hari. Kecurigaannya ada pada empat cowok di kelas yang sering meminjam buku catatannya dan diantara mereka memang kebetulan sedang jomblo. Mm, salah satu kandidat terkuat adalah Honda, yang lainnya Gandhi, Elman, dan terakhir Calvin. Calvin, cowok paling rese menurut Farah, walaupun mereka tetanggaan rumah, tapi mereka kurang akur.

Tauk gak, siapa sebenernya yang nulis surat cinta itu, Honda? Yup, ternyata dia. Eh bukan bukan… bukan dia, tapi Calvin. Calvin yang menulis surat itu meskipun sebenernya Honda yang nyuruh. Karena dia gak bisa bahasa inggris, akhirnya pake jasa Calvin deh, jadi secara tidak langsung ya…Calvin dong yang ngirim surat itu. Dan benar saja, sebenarnya Calvin yang tulus menyatakan perasaannya itu, kata-kata yang memang ditujukkan untuk Farah, bukan sekedar atas disuruh dan gak niat. Yang dia lakuin TULUS.

aku kasih 3,5 bintang untuk sensei 😀

“Unlike what confucius said,

I believe sincere words can be both beautiful and meaningful.

You’ll know the words are empty

When they are all that you can see.

You know words can be trusted

When they are followed by actions, unlimited.”

 

Profil Penulis:

Kalau memang itu mimpimu, kejarlah, dan jangan biarkan orang lain mencegahmu menjalani hidupmu sendiri.

Mimpi, ide, revisi, kerja keras, lekat dengan keseharian Primadonna Angela. Selain menulis, ia juga menerjemahkan dan menyunting, sesekali menerima tawaran pekerjaan atau melakukan apa pun yang sedang menarik minatnya. Ia tinggal di Bandung bersama mitra hidupnya, Isman H. Suryaman, dan kedua buah hati mereka. Dalam menuliskan karya ini, ia banyak mendengarkan aneka simfoni indah karya Rachmaninoff. Satsuki Sensei adalah buku kesembilan belasnya dan kumcernya yang ketiga setelah Ratu Jeruk Nipis dan salah dua yang ingin diraihnya segera adalah menerbitkan buku puisi dalam bahasa Inggris kemudian berjalan-jalan di Jepang dan berharap bisa bertemu Hattori Heiji dan Kudo Shinichi, atau minimal mengunjungi Koshien dan Fujiyama.

Pengin lebih tahu dan dekat dengan sang penulis bisa kunjungi jejaring sosialnya disini:)

http://facebook.com/primadonnaangela

http://twitter.com/cinnamoncherry

http://twitter.com/angeliers_id

Berjuta Rasanya

Berjuta

Judul: Berjuta Rasanya

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Mahaka 

Tebal:  205 halaman 

ISBN: 978-602-9474-03-9

Harga: Rp. 40.000,-

Untuk kita, yang terlalu malu walau sekedar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan.

Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan.

Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi, dan berharap esok lusa ia akan sempat membacanya.

Semoga pemahaman baik itu datang. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederahan apa pun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik.

Selamat membaca cerita-cerita yang berjuta rasanya.

**
“Kalian akan merasakan remuk seketika tepat di dada saat membaca buku ini,” – Fatimah Ratna Wijayanthi, Karyawan.

“Cinta adalah sekumpulan paradoks yang membingungkan. Maka meskipun menyakitkan, cinta tetaplah membahagiakan. Bacaan yang tepat, bagi mereka yang ingi mengeja makna cinta, dan patah,” – Galih Hidayatullah, Mahasiswa.

“Saya bahkan sampai 5 kali membacanya tanpa bosan. Sebuah karya yang patut dinikmati lagi, lagi, dan lagi,” – Sulistyowati, Ibu Rumah Tangga.

“Saya memang meyelesaikan membaca bukunya dalam waktu singkat. Tetapi setelah saya baca, membutuhkan waktu yang lama sekali merenungkan isi ceritanya,” – Rian Mantassa SP, Mahasiswa.

“Buku galau, yang mengobati galau,” – Hanif Khoiriyah, Mahasiswi.

Kumcer yang bikin galau, haha.. setuju dengan testimoni Hanif, yang bilang ini buku galau, yang mengobati galau. Lol.
Ada 15 cerita yang sungguh berjuta rasanya, sekelumit kisah yang sederhana namun ngena ke jantung. Cocok dibaca untuk orang-orang yang sudah mengenal cinta.
Dari buku ini banyak makna tersembunyi yang terselip ditiap kisahnya, kalo kalian menyadarinya pasti merenung.
Syarat akan pesan dan amanat. Nyampe banget..bikin saya sedikit sadar hehe tentang definisi cinta itu sendiri. patut dibaca untuk tahu arti cinta sesungguhnya : )
aku kasih 4 bintang untuk Berjuta Rasanya ^-^

Quotes yang kusukai:
“Urusan ini sebenarnya amat sederhana. Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang akan pergi karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.” (Page 26)

“Aku tidak ingin cintanya kembali karena dia merasa berhutang budi,” – Istri Fram. (Page 145)
Jawaban seorang istri pada dewa tentang suaminya yang pergi bersama belibis, menyentuh banget kisah ini. hiks

“Percayalah, hal yang paling menyakitkan di dunia bukan saat kita sedih banget tapi nggak ada satu pun teman untuk berbagi. Hal yang paling menyakitkan adalah saat kita lagi happy banget tapi justru nggak ada satu pun teman untuk membagi kebahagiaan tersebut.” (Page 156)

 

Tentang Penulis

“Tere Liye” merupakan nama pena dari seorang novelis yang diambil dari bahasa India dengan arti : untukmu, untuk-Mu. Tampaknya Tere-Liye tidak ingin dikenal oleh pembacanya. Hal itu terlihat dari sedikitnya informasi yang pembaca dapat melalui bagian “tentang penulis” yang terdapat pada bagian belakang sebuah novel. Agak sulit ketika mencari tahu tentang Tere-Liye
Tere-Liye Lahir pada tanggal 21 Mei 1979 dan telah menghasilkan 14 buah novel.
Sedikit mengulas profil sang penulis,
lelaki bernama Darwis (mungkin itu nama aslinya,dilihat dari e-mailnya), yang beristrikan Riski Amelia, adalah seorang ayah dari Abdullah Pasai.
Lahir dan besar di pedalaman sumatera, berasal dari keluarga petani, anak keenam dari tujuh bersaudara.

Riwayat
pendidikannya nya:
-SDN 2 Kikim Timur Sumasel
-SMPN 2 Kikim Timur Sumsel
-SMUN 9 Bandar Lampung
-Fakultas Ekonomi UI

Karya-karyanya:

1. Negeri Para Bedebah (Gramedia Pustaka Utama, 2012)

2. Sepotong Hati yang Baru / Berjuta Rasanya 2 (Republika, 2012)

3. Berjuta Rasanya (Penerbit Mahaka, 2012)

4. Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah (Gramedia Pustaka Utama, 2012)

5. Ayahku Bukan Pembohong (Gramedia Pustaka Utama, 2011)

6. Sunset Bersama Rossie (Republika, 2011)

7. Kisah Sang Penandai (Republika, 2011)

8. Daun yg Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Gramedia Pustaka Umum, 2010)

9. Pukat (Penerbit Republika, 2010)

10. Burlian (Penerbit Republika, 2009)

11. Hafalan Shalat Delisa (Republika, 2005)

12. Moga Bunda Disayang Allah (Republika, 2007)

13. Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Republika, 2007)

14. The Gogons Series: James & Incridible Incidents (Gramedia Pustaka Umum, 2006)

15. Bidadari-Bidadari Surga  (Republika, 2008)

16. Sang Penandai (Serambi, 2007)

17. Rembulan Tenggelam Di Wajahmu (Grafindo, 2006; Republika 2009)

18. Mimpi-Mimpi Si Patah Hati (AddPrint, 2005)

19. Cintaku Antara Jakarta & Kuala Lumpur (AddPrint, 2006)

20. Senja Bersama Rosie (Grafindo, 2008)

21. ELIANA ,serial anak-anak mamak

Tere-liye tidak seperti penulis lain yang biasanya memasang foto, contact person, profil lengkap pad
a setiap bukunya sehingga ketika buku/novel tersebut meledak biasanya langsung membuat penulis tersebut terkenal dan diundang serta melanglangbuana kemana-mana. Padahal novel-novel karya tere liye terbilang sukses di pasaran.

Aku tidak tahu persis mengapa sang penulis tidak ingin dikenal, menurut pendapatku alasannya mungkin karena Tere ingin mempersembahkan karya terbaiknya dengan sederhana dan tulus.

Gaun Gaun Kesunyian

Ggk

Judul: Gaun Gaun Kesunyian
Penulis:
mayokO aikO
Genre:
Kumcer
Tebal:
139 halaman
Penerbit : Universal Nikko
Terbit:
Mei 2011

Kumcer ini gak ada sinopsisnya, tapi dibalik cover ada sekilas tentang pak mayoko aiko dimata orang-orang yang mengenalnya.

Untuk orang-orang tersayang di sekelilingku, yang selalu hidup di hati, jiwa dan pikiranku

Kumcer yang satu ini sangat klasik, kenapa? Karena ceritanya ala cerpen-cerpen jaman dulu, dilihat dari segi bahasa dan pemaparannya. Tapi, menurutku walaupun klasik, cerpen ini masih enak dibaca di jaman yang sudah modern sekarang ini, gak kuno kok!

Kumcer yang pak mayokO aikO buat adalah kmpulan dari bebrapa cerpennya di majalah gadis jaman dulu. Pak aikO gak lupa mencantumkan tanggal tahun dan majalahnya di setiap akhir cerita.

Tadinya aku cukup terkejut… tapi semua terasa biasa saja saat aku menikmati setiap cerita yang disuguhkan pak aiko. Membaca kumcer ini membuatku seperti berenkarnasi kembali ke masa tahun 97’an (saat itu umurku 6 tahun) dimana di jaman itu, FTV-FTV laris manis hadir di layar televisi. ???

Btw, pak aiko ini entah mengapa selalu membuat cover dengan warna hitam. Jujur… pertama kali baca judul di depan covernya aja bikin aku merinding. Apa ceritanya bakal ada horor lagi seperti DSS? Ternyata aku salah, Gaun-Gaun Kesunyian ini Cuma sepenggal judul yang paling menarik diantara ketiga belas judul yang lain. Semua kumcer di dalamnya bertema kisah cinta yang rumit, namun sebenranya sangat sederhana.

Beberapa judul yang kusuka dari keempat belas buku GGK ini diantaranya:

          Seindah Mata Krystalnya

          Diary Ketujuh Belas

          Gadis Itu Bernama Kirei Na

          Opera Tahun Baru

          Scraf Merah Jingga

Quote yang kusuka:

“Hidup adalah hari ini dan esok. Bukan kemarin dan masa lalu,” – Dewa (Scraf Merah Jingga)

Aku kasih 3 bintang untuk GGK 🙂