[Baca Bareng] Book Review: Pulang by Leila S. Chudori



Author: Leila S. Chudori
Genre: Historical Fiction, Romance, Adult
Published: Cet. I, December 2012
Publisher: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Pages: viii + 464
Rating: 4

Paris, Mei 1968.
Ketika gerakan mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo, seorang eksil politik Indonesia, bertemu Vivienne Deveraux, mahasiswa yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya ditangkap tentara dan dinyatakan tewas.

Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris, Dimas bersama tiga kawannya, Nugroho, Tjai, dan Risjaf-terus menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan peristiwa 30 Spetember. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari-isteri Hananto-yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan untuk diinterogasi tentara.

Jakarta, Mei 1998.
Lintang Utara, puteri Dimas dari perkawinan dengan Viviene Deveraux, akhirnya berhasil memperoleh visa masuk Indonesia untuk merekam pengalaman keluarga korban tragedi 30 Sepetember sebagai tugas akhir kuliahnya. Apa yan terkuak oleh Lintang bukan sekedar masa lalu ayahnya dengan Surti Anandari, tetapi juga bagaimana sejarah paling berdarah di negerinya mempunyai kaitan dengan Ayah dan kawan-kawan ayahnya.Bersama Segara Alam, putera Hananto, Lintang menjadi saksi mata apayang kemudian menjadi kerusuhan terbesar dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

Pulang adalah sebuah drama keluarga, persahabatan, cinta, dan pengkhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 Spetember 1965, Prancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998.

Empat pilar tanah air adalah pemilik dari restoran tanah air Indonesia di Paris. Empat, karena mereka terdiri dari empat orang, yaitu Dimas Suryo, Nugroho, Tjai, dan Risjaf. Mereka bukanlah orang-orang kaya yang berprofesi pengusaha di Paris, mereka adalah orang-orang yang kehilangan identitas sejak kekisruhan 30 S PKI di Indonesia. Tahun 1965, ketika Dimas dan Nugroho diundang menghadiri konferensi International Organization of Journalists di Santiago, Cile. Dimas dan kawan-kawannya dianggap terlibat dalam golongan PKI karena tertangkapnya Hananto, sahabatnya Dimas dan kawan-kawannya itu. Continue reading

Book Review: The Wind Leading to Love by Ibuki Yuki


Translator: Mohammad Ali
Editor: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Dini Novita Sari
Cover & Illustration: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Genre: Romance, Adult, Family, J-lit
More: Goodreads / booksfromjapan
Rating: 4

—  

Cerita bermula dari para supir truk yang sedang beristirahat sambil mengobrol di rest area Ya no Hana. Mereka membicarakan wanita tengah baya yang mirip dengan Peko-chan karena wajahnya yang bulat. Karena panggilan tersebut wanita itu banyak dikenali oleh para supir yang berbaik hati selalu memberinya tumpangan. Bagi yang memberikan ia tumpangan, Peko-chan akan memberikan imbalan dengan mencukur rambut si supir. Terdengar kabar juga kalau memberikan tumpangan pada Peko-chan, niscaya hidup orang yang mengantarnya itu akan berubah, jauh lebih bahagia dan beruntung.  

Suga Tetsuji yang sedang beristirahat di rest area tak sengaja mendengar percakapan itu, tapi ia tidak mendengarkan secara serius karena rasa kantuknya. Tetsuji pun memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan mobil kecil yang dipinjami oleh seorang pemilik toko aneka ikan kering Miwashi.

Miwashi. Daerah terpencil yang menjadi tempat tujuan Tetsuji. Ia sebenarnya berasal dari Tokyo. Di musim panas ini ia sedang mengambil cuti selama enam minggu di Rumah Semenanjung, rumah peninggalan ibunya yang sudah meninggal belum lama ini. Continue reading

Menanti Cinta


Judul: Menanti Cinta
Penulis: Adam Aksara
Terbit: Cetakan I, Februari 2014
Penerbit: Mozaik Indie Publisher
Genre: Fiction, Romance, Adult
Goodreads
Rating: 2 stars

Blurb:

Cinta tak pernah membebani… Ia meringankan yang memilikinya…

Cinta tak pernah membebani, baik bagi yang dicintai, maupun yang mencintai. Karena cinta adalah sebuah keagungan yang melembutkan hati dan mencerahkan kehidupan bagi yang memilikinya. Continue reading

Mahogany Hills

Judul Buku: Mahogany Hills

Penulis: Tia Widiana

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Cetakan I, Mei 2013

Genre: Amore, Romance, Drama, Non Fiksi

Tebal : 344 halaman

ISBN: 978-979-22-9584-9

Harga: Rp 58.000,- (pinjam dari Kak Ren)

Blurb:

Jagad Arya dan Paras Ayunda mendapatkan kehidupan yang mungkin diharapkan oleh semua pasangan pengantin baru. Segera setelah menikah, mereka tinggal di rumah bernama Mahogany Hills, di pelosok pegunungan Sukabumi yang sejuk dan indah.

Yang membedakan Jagad dan Paras dengan pasangan pengantin lainnya adalah mereka menikah bukan karena cinta. Baik Jagad maupun Paras punya rahasia  Continue reading

The Devil In Black Jeans

Judul Buku: The Devil in Black Jeans

Penulis: aliaZalea

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Cetakan I, Februari 2013

Genre: Metropop, Romance, Non Fiksi

Tebal : 352 halaman

ISBN: 978-979-22-9188-9

Harga: Rp 55.000,-

Blurb:

Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drumer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.

Continue reading

My Princess

My_princess

Judul: My Princess

Penulis: Hyun Kyung Sohn 

Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas

Penerbit: Qanita (PT Mizan Pustaka)

Tebal:  348 halaman 

ISBN: 978-602-9225-44-0

Harga: Rp. 45.000

Seol tak pernah menyangka dirinya seorang putri Kerajaan Korea. padahal, sebelumnya dia hanyalah mahasiswi yang memilki banyak pekerjaan paruh waktu. Dia pun diboyong ke istana dan harus mempelajari etika-etika menjadi putri. Yang mengejutkan, guru yang mengajarinya adalah Hae Young, diplomat eksentrik yang berkali-kali bermasalah dengannya.

Rupanya, Hae Young sama sekali tidak tulus mengajari Seol. Demi harta kerajaan, Hae Young akan melakukan apapun agar Seol angkat kaki dari istana. Namun, tanpa disadari, dia dan sang Putri semakin dekat dan saling bergantung. Akankah Hae Young menyerah dan lebih memilih Seol daripada harta yang diperjuangkannya?

My Princess disiarkan oleh MBC pada 2011 dan banyak digemari oleh pemirsa di Korea Selatan maupun internasional. Sebuah komedi romantis yang manis dan tak terlupakan.

Yap, bagi pecinta Kdrama pasti sudah tahu kalau novel ini sebelumnya pernah ditayangkan di MBC TV Korea dengan masa tayang 16 episode dan rating akhir 15,4%.

Dramanya sendiri aku tidak terlalu mengikuti karena dari awal aku lihat plotnya terlalu lambat, hingga membuatku malas menonton lanjutannya. Hehe.. ternyata tidak beda jauh juga dengan novelnya sendiri. klimaks muncul hampir di lembar-lembar terakhir, sementara di lembar-lembar pertama hanya disuguhkan tentang cerita di masa lalu Raja Soon Jong dan keturunannya, hingga lahirlah Seol.

Secara singkat ceritanya sudah tergambar jelas di sinopsis, namun aku akan mengulas lagi sedikit, ya sedikit saja..

Novel ini menceritakan tentang Lee Seol, mahasiswi jurusan Antiquities Study of History di Universitas Seorim. Dia menyukai dosennya sendiri yang sering ia panggil Profesor Nam Jung Woo.

Dulunya Seol tinggal di panti asuhan, lalu pada suatu hari dia diadopsi oleh Lee Dong Goo dan Kim Da Bok yang tidak memiliki anak. Selain Seol, mereka juga mengadopsi Lee Dan yang kebetulan teman Seol di panti asuhan. Mereka berdua memang biasa bersama namun tidak akrab, malah Dan selalu saja sinis melihat Seol. Seol tidak mengerti dengan sikap unnienya itu padanya.

Selain menjadi mahasiswi, Seol memilki kerja paruh waktu sebagai model untuk berfoto dengan pengunjung di Istana Deoksu.

Tak berapa lama waktu berputar, hidup Seol kini berubah total saat mengetahui kalau dia adalah seorang Putri, ya.. putri sungguhan dari Kerajaan Korea yang sudah lama punah.

Presiden Korea lalu menugaskan Park Hae Young yang seorang Diplomat untuk menjadi tutor sang Putri. Hae Young sendiri menentang dengan diberlakukannya sistem Kerajaan pada abad 21 ini. Karena itu artinya dia akan kehilangan harta warisannya. Grup DaeHan yang akan memberikan seluruh hartanya untuk rakyat dan Kerajaan, setelah Seol disahkan menjadi seorang putri nantinya. Ini semua berasal dari rencana kakeknya Park Dong Jae.

Seperti drama-drama populer lainnya, cinta segi empat dan cerita benci jadi cinta sudah menjadi tradisi bagi setiap drama-drama di Korea maupun di Tanah Air. Lee Seol, Park Hae Young, juga Nam Jung Woo dan Oh Yoon Joo yang menjadi tokoh penguat cinta dalam novel ini.

Profesor Nam Jung Woo dan Oh Yoon Joo mereka berdua dulunya adalah sepasang kekasih namun terpisah karena mereka menyibukkan diri dengan profesi masing-masing.

Yoon Joo yang merupakan Kurator Museum Hae Young adalah anak dari pelayan Ki Tae yang bekerja dengan Dong Jae kakek Hae Young. Kedekatan Hae Young dan Yoon Joo tidak dapat dipungkiri, mereka saling menyukai, namun pandangan Hae Young berubah saat bertemu dengan Seol. Karena ternyata selama ini dia tidak merasakan sesuatu yang dapat membuat hatinya bergetar setiap kali di dekat Yoon Joo. Dia sadar dia tidak jatuh cinta dengan Yoon Joo, melainkan selama ini dia hanya berpikir bahwa Yoon Joo adalah gadis yang pantas untuknya.

Sekarang aku bahas beberapa tokoh yang kusuka dan tidak kusuka:

Lee Seol dan Park Hae Young adalah tokoh yang sangat ku suka. Chemistry antara mereka berdua membuatku bisa menggetarkan senyuman, eaa xD

Lee Dong Goo dan Kim Da Bok yang merupakan kedua orangtua angkat Seol dan Dan juga sangat manis dan baik hati. Mereka benar-benar seperti orangtua kandung bagi Seol dan Dan. Tidak ada pilih kasih diantara mereka. (aku jadi iri >_<)

Untuk Park Dong Jae, kakek yang cukup keras kepala dan hanya mementingkan dirinya sendiri agak sebal juga deh. Mungkin sifat itu terlahir karena perasaan bersalahnya pada Kerajaan Soon Jong. Miris sekali memang…cucunya Hae Young selama 20 tahun tidak mendapat kasih sayang dari seorang kakek dan ayah. Ya, disini Hae Young menceritakan bahwa ia kira ayahnya sudah mati dan kakek selalu menyembunyikan tentang ayahnya yang sebenarnya sudah mati atau masih hidup.

Ayah Hae Young yang bernama Park Seung Kyu ini lucu sekali, bukan
orang atau sifatnya yang lucu, melainkan lucu karena dia muncul di akhir cerita dengan tiba-tiba, kemunculannya di rumah sakit tempat Dong Jae di rawat dan Hae Young yang sedang berada disana. Dari cerita awal sama sekali tidak ada tanda-tanda tentang Park Seung Kyu, sehingga cukup mengejutkanku. Tahu darimana dia kalau ayahnya dan anaknya Hae Young ada di rumah sakit? Juga Seol yang sedang ada dalam masalah? Apa selama ini Park Seung Kyu sebenarnya mengawasi hidup mereka secara diam-diam. Wow benar-benar aneh dan ya… mengejutkan. Agak sulit memang menceritakan seseorang yang akan muncul tiba-tiba dalam sebuah tulisan, berbeda dengan film yang adegannya bisa di ambil dari bayangan sesosok pria atau jejak-jejak kaki yang tertinggal di depan rumah. Haha

Lee Dan. Aku tidak suka dengan tokoh yang satu ini. Tidak jelas mengapa dia benci pada Seol. Mungkin iri menjadi alasan pastinya. Tapi, dibagian terakhir dijelaskan ternyata bukan karena itu alasannya, tapi karena Dan cuma ingin melakukannya. Ya, cuma karena dia ingin melakukannya. Aneh sekali.. apa Dan benar-benar memilki sifat seperti itu? Melakukan sesuatu karena dia memang ingin melakukannya…? Terbesit salah atau benar yang penting dia cuma ingin melakukannya.

Namun tokoh Dan memiliki kekuatan sendiri dalam cerita ini, meskipun dia hanya muncul sebentar saja dalam beberapa adegan.

Tokoh Oh Yoon Joo seperti tokoh-tokoh wanita lainnya yang merupakan cinta pertama pemeran utama pria. Tokoh seperti itu selalu digambarkan berwajah cantik dan baik hati, namun ternyata sifatnya sama seperti rubah. Sebenarnya dalam cerita ini Yoon Joo sendiri berbuat jahat seperti itu karena dia ingin menolong Hae Young, dia ingin agar Hae Young bahagia dan bisa bersamanya. Namun rubah tetaplah rubah, walaupun dia berniat baik untuk Hae Young, dia tetap salah karena berbuat sesuka hatinya sehingga menyakiti orang lain. Sama seperti Dan, dia melakukan sesuatu tanpa berpikir itu salah.

Ki Tae tidak banyak mendapat adegan yang penting. Dia hanya seorang ayah yang bekerja sebagai pelayan setia bagi Dong Jae, sifatnya disini cukup baik.

Nam Jung Woo. Profesor muda yang tampan, pria yang sangat setia dan cukup tegas dalam mengambil keputusan. Dia tidak plin plan dengan cintanya pada Yoon Joo. Sekalipun Yoon Joo berbuat jahat, dia tetap mencintainya dan melindunginya sampai kapan pun. Jung Woo juga sangat baik hati membantu Seol dan Hae Young dalam menguak Hyangnang yang hilang dan palsu.

Jika kalian udah pernah nonton drama “My Princess” pasti bertanya-tanya, ada ga sih bedanya drama dengan versi novelnya? Jawabannya… Ya, pasti ada.

Jadi kalau penasaran apa bedanya kedua versi ini, sebaiknya anda segera beli ke toko buku terdekat XD

Oh, ya.. aku juga tidak menemukan typo dalam buku ini : )

Dialog yang kusuka antara Hae Young dan Seol:

(Page 212)

“Kau tahu kenapa Tae Jong bisa sangat sukses dalam bidang politik?” – Hae Young.

“Karena dia mau mendengarkan kritikan pedas dari bawahannya. Memang harus begitu. Ada orang yang hanya berkata-kata manis agar dia bisa menyenangkan lawan bicaranya, tapi hubungan kita dengan orang seperti itu takkan awet.” – Seol.

“Kalau begitu, kau siap mendengarkan kritikan pedas tentangmu?” – Hae Young.

“Iya, asalkan itu demi diriku. Itulah kenapa perkataan pahit yang disisipkan dengan kasih sayang dapat terasa manis. Tapi bisa juga tidak seperti itu, sih. Apalagi, sekarang banyak orang di internet yang mancaci maki kita hanya karena mereka menginginkannya. Menurutku, lebih baik tidak usah mendengarkan perkataan pahit orang-orang yang hanya ingin memojokkanku, karena aku hanya akan merasa sakit jika mendengarkannya.” – Seol.

“Nanti jangan main internet lagi, ya.” – Hae Young

“Kenapa?” – Seol.

“Karena kau akan kesakitan.” – Hae Young.

LOL XD

Quotes yang kusukai :

(Page 275)

Sepenggal dialog dari film Days Of Being Wild

“Kau dan aku telah menghabiskan semenit bersama. Aku takkan melupakan satu menit yang berharga ini. takkan bisa terhapus. Karena satu menit itu telah menjadi masa lalu.”

“Putri-putri kami yang berasal dari hati kami,” – Lee Dong Goo dan Kim Da Bok.

Aku kasih 4 bintang untuk pasangan yang serasi Lee Seol dan Park Hae Young. Lebih tepatnya Kim Tae Hee dan Song Seung Heon… please jadi real couple. Hehehe

So I Married The Antifan

So-i-married_promo

Tittle : So, I Married the Anti-fan
Genre : Romance, comedy
Category: Fiksi, novel terjemahan
Pages : 550 halaman
Price : Rp 60.000
Published : Maret 2012

Aku tinggal dengan idola paling terkenal se-Korea. Tapi… Aku adalah antifan-nya.

H, salah satu bintang pemicu hallyu wave akan tinggal dengan antifan-nya dalam sebuah variety show.

Mr. H: Tentu saja aku bisa menangani antifan-ku. Aku ini pria yang penuh dengan kejutan

Ms. L: Sebagai antifan-nya, aku akan membuka semua rahasia busuknya. Lihat saja nanti

Begitu berita itu keluar, para fans Mr. H segera membentuk pertahanan untuk melindungi idolanya.

Dan jika Ms. L melukai Mr. H barang sedikitpun maka mereka tidak segan-segan untuk bertindak

Geun Young seorang wartawan yang harus dikeluarkan dari tempat kerjanya. Ini bermula dari ketidaksengajaannya memergoki seorang artis terkenal bernama Hu Joon yang tengah berbincang dengan seorang perempuan di depan toliet, Geun Young yang saat itu mual karena terlalu banyak minum alkohol buru-buru ke toilet, namun langkah kakinya terhenti saat melihat Hu Joon memperlakukan kasar perempuan itu…

Geu Young tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya, ia berlari dan menghindar takut ketahuan jika ia mengintip…

Geun Young yang sangat mual dan ingin muntah akhirnya tidak bisa menahan diri, ia muntah di sisi mobil milik seseorang, entah mobil milik siapa itu… namun ternyata pertemuan tak terduga datang kembali, Geun Young yang masih merasa mual harus kembali muntah, kali ini pada sepatu putih yang mengkilat di hadapannya (dekat mobil itu). Apa yang terjadi? Ternyata pemilik mobil dan sepatu putih itu adalah Hu Joon.

Dari sinilah konflik bermunculan, ketidaksengajaan Geun Young bertemu dengan Hu Joon malah membuat malapetaka baginya, ia harus kehilangan pekerjaannya dan tempat tinggalnya, serta harus meninggalkan hutang yang menumpuk.

“Hu Joon selama ini terkenal dengan sifatnya yang baik hati, lembut, dan tidak pernah menyakiti atau merugikan orang lain, kan? Namun, Hu Joon yang saya lihat langsung adalah Hu Joon yang bersikap dingin, tega membuat wanita menangis, dan mendorongnya dengan kasar sampai terjatuh ke lantai, tanpa mengedipkan mata sedikit pun. Benar-benar tidak bisa dipercaya.”

Dikeluarkannya Geun Young dari pekerjaannya sebagai wartawan sangat tidak terduga, sehingga ia menganggap bahwa dalang dibalik semua ini adalah Hu Joon yang melakukannya. Hu Joon yang mentang-mentang artis terkenal itu sudah bertindak seenaknya pada seorang wartawan. mungkinkah Hu Joon takut jika Geun Young menyebarkan berita tentang dirinya yang kepergok memukul seorang perempuan di depan toilet? Atau ada alasan lain?

Karena perlakuan Hu Joon yang sepihak itu, Geu Young sangat marah besar, ia benci pada artis itu, dan segera membuat pengakuan diri bahwa ia anti-fansnya. Apapun akan Geun Young lakukan agar pria brengsek itu karirnya hancur dan reputasinya buruk di muka umum.

Tekadnya tidak main-main, Geun Young mendatangi gedung manajemen tempat Hu Joon berada, saat ia kesana, banyak sekali fans-fans Hu Joon yang sedang berkumpul ingin betemu dengannya. Ini sungguh memuakkan Geun Young, momen seperti ini ia jadikan untuk berkesempatan bicara di depan fans-fansnya bahwa Hu Joon itu berengsek dan tidak pantas untuk disukai. Bukannya pembelaan dan persetujuan yang ia terima, melainkan ia diserbu oleh fans Hu Joon dan menganggapnya perempuan gila.

PD Han yang merupakan produser dari sebuah acara reality show menawarkan Geun Young (yang sudah mulai terkenal dikalangan para netizen karena keberaniannya mengaku sebagai anti-fans Hu Joon). Tawaran untuk mengikuti acara reality show bernama So I Married The Antifan, Geun Young begitu tergoda dengan iming-iming uang jutaan won, akhirnya menerima tawaran itu. Namun siapa sangka jika lawan mainnya ternyata musuh besarnya sendiri, Hu Joon.

Jelas Geun Young menolaknya mentah-mentah, tapi berpikir bahwa itu kesempatan bagus akhirnya Geun Young tetap menyetujuinya, meskipun Hu Joon sendiri masih menolak. Berkat PD bahwa acara reality show ini sebenarnya untuk kepentingan Hu Joon, membantu menyelamatkan reputasinya dan mempertahankan eksistensi Hu Joon, maka Hu Joon akhirnya menerimanya.

Kisah yang cukup menarik dan jarang terjadi di novel-novel lain. Walaupun ending nya udah bisa ke tebak, tapi masih bisa sukses bikin aku geregetan dan senyum-senyum sendiri karena chemistry antara Geun Young dan Hu Joon yang klop banget. Novel ini memang kdrama banget, bahkan menurutku, cerita ini lebih bagus dari awalnya dibuat drama dibandingkan dibuat novel (walaupun emang sih katanya mau dibuat drama juga).

Sayangnya… geregetnya baca ini masih kurang, soalnya kisah cinta Geun Young dan Hu Joon gak terlalu banyak, malah lebih banyak tentang Konflik Hu Joon dengan JB.

Novel ini cukup menghiburlah, dan bagi yang suka Korea dan dunia keartisannya… jangan lewatkan So I Married The Anti-fan yang buat kamu lebih banyak tahu tentang seluk beluk dunia keartisan di Korea.

Sesuai dengan judulnya yang antifan, kalian ga akan kelewat menemani perjalanan syuting mereka yang selalu diwarnai pertengkaran dan kekonyolan.

Umm, untuk masalah typo… lumayan banyak. sangat disayangkan sekali. mungkin karena novel terjemahan ya…?

Quotes yang ku sukai: 

“Satu desa ini adalah anti-fanku rupanya.” – Hu Joon *lol

“Kau pasti sama sekali tidak suka padaku. Sama, aku juga begitu. Makanya aku suka. Karena aku bisa rileks dan santai…. Maksudku aku suka padamu karena kau tidak menyukaiku dan tidak mengharapkan apa pun dariku, sehingga aku merasa nyaman.” – Hu Joon

“Tempat ia ‘jatuh‘ ini, akan menjadi titik balik bagi seseorang untuk bangkit kembali. Kini ia mengerti, segala hal mempunyai dua sisi.”

Aku kasih 4 bintang untuk pasangan yang serasi ini, hehe 🙂

 

Tentang Penulis

Kim Eun Jeong: Lahir pada tahun 1975. Eun Jeong mulai menulis sejak duduk di sekolah menengah pertama. Tahun 1991, cerpennya yang berjudul Love isn’t just about adults diterbitkan. Sejak karyanya mulai diterima di festival penulisan, ia mulai menulis secara profesional. Karyanya yang sebentar lagi akan dibuat K-dramanya berjudul So, I’m Married the Antifans.