Book Review: Kreativitas Tanpa Batas by Tim Kick Andy


Genre: Non Fiksi, Inspiratif
Price: Rp 59.000
More: Goodreads
Rating: 4

Kreativitas atau daya cipta adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (konsep) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. (sumber: Wikipedia)

Sejauh yang saya ketahui, kreatif identik dengan orang-orang maju, berpikiran ke depan dan terbuka, juga mereka-mereka yang telah sukses. Continue reading

Kreativitas Tanpa Batas

Judul Buku: Kreativitas Tanpa Batas
Penulis: Tim Kick Andy
Terbit: Cetakan I, November 2014
Penerbit: Bentang Pustaka
Genre: Non Fiksi, Inspiratif
Tebal: x + 234 halaman
ISBN: 978-602-291-066-4
Harga: Rp 59.000

Rating: 4 Bintang

Blurb:

Menjadi kreatif bisa jadi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan. Ya, kreatif bukan lagi milik artis atau seniman, dan tak selalu berbentuk produk fisik. Ide kreatif bisa lahir dari mana saja dan digunakan untuk tujuan apa pun.

Melalui buku ini, simak kisah mereka yang berhasil mewujudkan ide-ide untuk mempermudah hidup sesama. Ridwan Kamil, penggagas gerakan Indonesia Berkebun, mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan dengan memanfaatkan lahan semaksimal mungkin yang dimiliki sebagai kebun. Ada Andreas Aditya Swasti yang melahirkan komunitas Nebengers, sebuah konsep tebeng-menebeng untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Bertahun-tahun hidup berdampingan dengan orang-orang tunagrahita di “Desa Idiot”, Eko Mulyadi hingga kini terus berusaha membuat mereka lebih mandiri.

Jadi, jangan takut untuk kreatif, biarkan ide-ide kita berkembang. Wujudkan selagi mampu. Then good luck, and remember the sky is the limit.

Review:
Kreativitas atau daya cipta adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (konsep) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. (sumber: Wikipedia)

Sejauh yang saya ketahui, kreatif identik dengan orang-orang maju, berpikiran ke depan dan terbuka, juga mereka-mereka yang telah sukses. Continue reading

Madre

Judul: Madre

Penulis: Dewi Lestari (Dee)

Terbit: Cetakan VI, Februari 2013

Penerbit: Bentang Pustaka

Genre: Fiksi, Romance

Tebal:  xiv + 162 halaman

ISBN: 978-602-8811-49

Harga: Rp 47.000,- (Pinjam dari Aini)

Blurb:

“Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari?

darah saya mendadak sepermpat Tionghoa,

nenek saya ternyata tukang roti, dan dia,

bersama kakek yang tidak saya kenal,

mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu:

Madre.”

Terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek, Madre Continue reading

Rectoverso

cr:photo addeection

Judul: Rectoverso

Penulis: Dewi Lestari (Dee)

Terbit: Cetakan II, Februari 2013

Penerbit: Bentang Pustaka

Genre: Fiksi, Science-Romance

Tebal:  x + 174 halaman

ISBN: 978-602-7888-03-6

Harga: Rp 69.000,- (Pinjam dari Aini)

Blurb:

Dewi Lestari, yang bernama pena See, kali ini hadir dengan mahakarya unik dan pertama di Indonesia. Rectoverso merupakan hibrida dari fiksi dan musik, terdiri dari sebelas cerita pendek dan sebelas lagu yang bisa dinikmati secara terpisah maupun bersama-sama. Keduanya saling melengkapi bagaikan dua imaji yang seolah berdiri sendiri, tetapi sesungguhnya merupakan satu kesatuan.

Inilah cermin dari dua dunia Dewi Lestari yang ia ekspresikan dalam napas kreativitas tunggal bertajuk Rectoverso.

Dengar fiksinya. Baca musiknya. Lengkapi penghayatan Anda dan temukanlah sebuah pengalaman baru.

Review:

Rectoverso adalah buku kumpulan cerpen karya Dee yang sebelumnya pernah diterbitkan pada tahun 2008.  Continue reading

Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh


Judul Buku: Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh
Penulis: Dewi Lestari (Dee)
Penyunting: Dhewiberta
Penerbit: Bentang Pustaka
Kategori: Fiksi
Genre: Sci-fi, Romance
Terbit: Cetakan I, Maret 2012 (Pernah diterbitkan Truedee Books dengan judul yang sama pada 2001)
Tebal: 322 halaman
ISBN: 978-602-8811-72-9
Harga: Rp 64.000

Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan reuben mulai menulis roman yang diberi judul
Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.

Paralel dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah cinta terlarang terjalin antara Ferre dan Rana. Hubungan cinta mereka mempresentasikan dinamika yang terjadi antara tokoh Kesatria dan Putri dalam fiksi Dimas dan Reuben.
Tokoh ketiga, Bintang Jatuh, dohadirkan oleh seorang peragawati terkenal bernama Diva, yang memiliki profesi sampingan sebagai pelacur kelas atas.

Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merjaut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-Diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Reuben dalam satu dimensi kehidupan yang sama.
***

Seri Supernova pertama yang kubaca. Begitu baca di bab-bab awal aku langsung terpukau dengan diksi, plot, tema cerita yang berbeda dari penulis-penulis indonesia kebanyakan.
Meskipun dihiasi diksi yang berat dengan sains, tapi tidak membuat novel ini terkesan serius. Sangat ringan dan tidak membingungkan.

Dimas adalah cowok yang berwajah manis-yang suka sekali dengan puisi dan dongeng—cerita roman picisan. Sementara itu, Reuben sowok yang bertampang tegas—lulusan sekolah kedokteran. Ia menyebut dirinya sebagai sang psikologi kuantum. Paling suka berceloteh panjang lebar tentang teori-teori kosmologi dan ilmu psikologi yang Cuma bisa dimengerti olehnya sendiri.
Keduanya berjanji setelah sepuluh tahun mereka akan membuat masterpiece, sebuah karya tulisan yang dibumbui sains bagi Reuben, dan bagi Dimas tulisan roman sastra. Tapi, siapa sangka sepuluh tahun kemudian mereka menulis bersama−satu karya dengan dua buah pemikiran yang sangat jauh berbeda. Perpaduan sains dan roman picisan. Keduanya melebur jadi indah−menjadi cerita dalam cerita yang benar-benar masterpiece.

Cerita yang mereka buat diberi judul Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Ketiga tokoh fiksi buatan mereka, Ferre, Rana, dan Diva− terjaring cinta yang tak biasa. Ferre jatuh cinta pada istri orang lain (Rana)−putrinya.

“Re,” panggil Ale di antara kunyahannya, “penerangan di sini remang-remang. Apalagi di tempat kamu berdiri tadi. Tapi, saking bersinarnya mukamu, semua orang di sini sampai silau.” – Ale (page 109)

Sahabatnya yaitu Ale, yang selalu mewanti-wanti Ferre untuk berhati-hati dengan perasaannya yang seperti dilihat dikutipan dialognya itu, Ferre benar-benar jatuh cinta pada Putri aka Rana.

Di sisi lain Kesatria dan Putri, ada sang Bintang Jatuh−Diva, pelacur kelas atas dengan bayaran dolar.

Ferre dengan sifatnya yang pekerja keras dan tipe sangat setia jika sedang jatuh cinta, di satu sisi dia egois. Begitu pula Rana yang setia, berhati lembut (hingga menghadapi suaminya pun dia tidak tega)
Diva, wanita cerdas−yang siapa saja tidak akan menyangka bahwa profesinya hanya seorang peragawati dengan sampingan sebagai pelacur.

Di balik itu semua, kehadiran sosok Suprnova−si cyber avatar mampu mengkhiri rajutan kusut ykehidupan nyata Kesaria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Dengan mengambil sudut pandang orang ketiga, cerita ini sangat enak untuk diikuti.

Satu hal yang mengapa novel ini menurutku masterpiece adalah bu suri membuat cerita yang tokoh nya itu sendiri benar-benar bercerita, sehingga diksi yang nyastra itu enak dibaca tanpa ada kesan menggurui.

Aku suka bagaimana obrolan-obrolan Reuben dan Dimas dalam pembuatan karyanya itu. Dimana Reuben bagai seorang inspirator dan kritikus bagi karya yang ia dan Dimas buat. Dan bagaimana Dimas meluluhkan kebakuannya Reuben tersebut dari sains berpadu dengan puisi roman picisannya.

Novel ini recommended sekali, gak ada kata terlambat untuk membacanya−meskipun aku sadari sudah lama novel ini ada. Tapi, baru bisa membacanya sekarang.
Aku rasa novel supernova ini tidak akan pernah ketinggalan zaman. Supernova adalah karya yang masterpiece, akan tetap ada dan terbukti sampai saat ini dari tahun 2001 tetap kekal. Terlebih lagi, novelnya yang selalu cetak ulang. Yang bikin nyamannya itu bersih dari typo 😀

Aku beri 5 bintang untuk kehidupan dalam kehidupan Supernova.

Quotes yang kusukai:
“Manusia bermimpi tidak hanya waktu ia tidur. Menurut saya, mimpi merupakan bentuk dari kreativitas. Menjadi kreatif tidak kenal siang atau malam. Ada banyak pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi, tapi banyak juga pekerjaan yang menyita segalanya. Pekerjaan tanpa mimpi, atau tanpa waktu untuk bermimpi, adalah pekerjaan robot. Bukan manusia,” Rana (page 32)

“Segalanya terjadi tak terduga-duga. Hanya ada satu yang pasti dalam hidup, yaitu ketidakpastian. Hanya satu yang patut Anda harapkan datang, yaitu yang tidak diharapkan.” (page 227)

Perahu Kertas

6765740

Judul: Perahu Kertas 

Penulis: Dewi ‘Dee’ Lestari 

Terbit: Cetakan I, Agustus 2009 

Penerbit: Bentang Pustaka    

Genre: Novel populer

Tebal:  444 halaman

ISBN: 978-979-1227-78-0

Harga: Rp. 69.000,-

Namanya Kugy. Mungil, pengkhayal, dan berantakan. Dari benaknya, mengalir untaian dongeng indah. Keenan belum pernah bertemu manusia seaneh itu.

Namanya Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya, mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah bertemu manusia seajaib itu.

Dan kini mereka berhadapan di antara hamparan misteri dan rintangan. Akankah dongeng dan lukisan itu bersatu?

Akankah hati dan impian mereka bertemu?

Setelah satu bulan hiatus baca dan ngreview buku karena KKN Tematik, akhirnya saya bisa kembali lagi ke dunia teasure book ini, dunia saya yang sesungguhnya.hehe

Review kali ini saya akan mengulas tentang novel best seller karya Dewi ‘Dee’ Lestari yang cukup lama sudah ku baca dan jadi incaran, sebelum akhirnya novel ini di film kan.

Berhubung udah telat banget ngreview apalagi hampir semua orang udah tahu, saya ga akan panjang lebar buat ngebahasnya.

Novel ini menceritakan tentang empat orang sahabat bernama Kugy, Keenan, Noni dan Eko. Mereka berempat adalah orang-orang yang sangat unik. Kugy dengan ciri khasnya yang berantakan, pengkhayal. Keanehannya pun terlihat dari cita-citanya menjadi penulis dongeng di jaman yang sudah modern di tahun itu.

Keenan. Cowok kalem, cool, kaku dan mencintai melukis sejak kecil. Ia bercita-cita ingin menjadi pelukis, namun ditentang ayahnya yang menginginkan anaknya menjadi seorang manajer di perusahaan.

Noni. Sahabat Kugy yang paling dekat dengannya. Cerewet, perhatian dan sangat jujur. Noni ini pacar sejatinya Eko.

Eko. Cowok gokil, rame, dan asyik kalau udah beradu argumen dengan Kugy. Hal semacam inilah bentuk kasih sayang yang tulus dari Eko pada Kugy begitupun sebaliknya,. bahkan antara mereka berempat.

Kisah cinta, keluarga, persahabatan, impian dan cita-cita, serta tema sosial. Semuanya disatu padukan dalam sebuah novel yang sangat menyentuh. Tidak monoton, meskipun memiliki akhir kisah yang mudah ditebak. Namun tidak menyurutkan novel ini menjadi menarik untuk dibaca sampai tuntas.

Tak ada kesan dibuat-buat, gaya bahasa, tokoh-tokoh cerita dalam novel ini benar-benar hidup dan membekas dalam hati. Tak ada kesan menggurui, semuanya begitu natural dan apa adanya.

Agen Neptunus yang dibentuk Kugy membuat siapa saja yang membacanya pasti ingin ikut serta menjadi rekan agen rahasia. Tidak hanya menarik, namun keunikan itu menciptakan trend tersendiri ke dunia nyata.

Sebenarnya banyak kejutan-kejutan yang menggelitik pikiran saya saat membaca novel ini, namun tidak bisa disebutkan karena terlalu banyak. Enggak akan nyesel jika novel ini dibeli atau dipinjam buat menambah koleksi rak buku.

Kadang-kadang saya yang juga sudah membacanya merasa ketagihan untuk membaca ulang. Ditambah lagi saya sudah menonton filmnya. Rasanya mencicipi novel plus film itu tuh merupakan kombinasi yang sangat sempurna.

Jika ditilik letak antara novel dan film, jelas keduanya memiliki perbedaan. Ada sedikit adegan film yang berbeda dari novelnya. Ada adegan yang ditambah ada juga yang dikurangi. But, over all keren kok. Kalau menurut saya sih gak masalah, karena saya lihat filmnya tidak mengecewakan, sangat bagus malah. Inti dari ceritanya nyampe sesuai dengan isi novel.

Asyiknya baca novel tuh lebih ke memperkaya daya imajinasi dan kosa kata. Sekedar membaca juga gampang buat diinget. Sementara asyiknya nonton film karena tokohnya yang jadi nyata, bisa lihat akting dan bikin gemasnya mereka. Maudy Ayunda (Kugy) dan Adipati Dolken (Keenan) mereka couple yang sangat serasi di film ini, chemistry nya dapet sekali.

Kayaknya cukup segini aja postingan saya, bingung mau gimana lagi, mau cerita panjang lebar soal ceritanya juga udah cukup nempel di hati semua orang. Udah hampir banyak blog ini itu yang memposting novel dan film Perahu Kertas secara mendetail.

So saya sudahi sampai disini…

Buat mba Dee saya semakin ngfans ama gaya penulisan  mba.

Membaca novel ini membuat saya termotivasi untuk terus bangkit menggapai cita-cita, meskipun harus melewati jalan yang berputar-putar. Tapi saya yakin suatu saat nanti saya pun bisa menjadi seorang penulis profesional dan sukses. Melihat karakter Kugy seperti bercermin melihat diri sendiri yang punya keinginan kuat m
enjadi seorang penulis.

Ini cover Perahu Kertas versi fimnya:

Film_perahu_kertas_new2

Tentang Penulis:

Images

Dewi Lestari, yang bernama pena Dee, lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Novel Perahu Kertas ini
sudah lebih dulu dilansir dalam versi digital (WAP) pada April 2008, dan kini diterbitkan atas kerja sama antara Truedee Books dan Bentang Pustaka. Naskah yang awalnya ditulis pada 1996 dan sempat ‘mati suri’ selama 11 tahun ini akhirnya ditulis ulang oleh Dee pada akhir 2007, menjadikan Perahu Kertas sebagai novel pertamanya yang bergenre populer. Kecintaan Dee pada format cerbung dan komik drama serial telah menginspirasinya untuk menuliskan cerita memikat ini. Kiprah Dee dalam dunia kepenulisan telah membawanya ke berbagai ajang sastra bergengsi di dalam maupun luar negeri. Beberapa prestasi dan penghargaan yang baru-baru Women in Indonesia (Globe Asia), The Most Outstanding Woman 2009 (Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Kantor Berita Antara). Nama Dee juga muncul sebagai peringkat pertama dalam polling nasional “Penulis Perempuan Paling Dikenal di Indonesia” tahun 2009. Perahu Kertas adalah karya Dee yang keenam sesudah Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh, Supernova: Kini, Dee dan keluarga mungilnya menetap di Jakarta.

Aku kasih 5 bintang untuk Perahu Kertas.

Quotes yang kusukai:

“Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi,” – Keenan (page 46)

“Jalan kita mungkin berputar, tapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri,“ – Keenan (page 62)

“Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu,” – Ludhe (page 205)

“Ikuti saja kata hati kamu. Kemana pun itu. Hati tidak bisa berbohong,” – Ludhe (page 296)

“Berhenti berpikir pakai kepala. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati. Dengerin aja hati kamu,” – Karel (page 404)

“Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.” – Remi (page 427)

“Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih,”

“Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh,” – Ludhe (page 430)


Melajulah Perahu Kertasku

Novelperahukertas

d(n_n)b radar neptunus