Book Review: The Evolution Of Calpurnia Tate by Jacqueline Kelly

20150124_075956
Translator: Berliani M. Nugrahani
Editor: Nady Andwiani
Proofreader: Nani
Genre: Young Adult, Children: Middle Grade, Parenting, Historical Fiction
More: Goodreads
Rating: 4

Buku yang sudah lama saya timbun sejak tahun 2012 ini akhirnya selesai juga dibaca. Yang membaca opini bareng bertema ekspektasi saya bulan lalu pasti tidak asing dengan buku ini. Awalnya saya memang berekspektasi bahwa buku ini bergenre science fiction, tapi ternyata bukan.

Buku ini bercerita tentang seorang gadis berumur 11 tahun dari Fentress, Texas. Calpurnia Virginia Tate atau Callie Vee namanya. Ia anak ke empat dari tujuh bersaudara, satu-satunya anak perempuan dari pasangan Alferd dan Margaret. Keenam saudaranya laki-laki dengan tiga kakak: Harry, Sam Houston, dan Lamar, serta adik laki-laki: Travis, Sul Ros, dan Jim Bowie (J.B). Ayahnya adalah pemilik pabrik pengolahan kapas dan perkebunan pecan. Continue reading

Advertisements

Love, Aubrey

Lau

Judul: Love, Aubrey

Penulis: Suzanne LaFleur

Penerjemah: Ary Nilandari

Penerbit: M-pop (Matahati)

Tebal:  256 halaman

Genre: Teen Fiction

Aubrey baru saja kehilangan ayah dan adiknya dalam kecelakaan tragis yang membuat seluruh hidupnya jungkir balik. Bersama ibunya, gadis itu berusaha menata hidupnya kembali. Namun pada suatu hari, sang ibu pergi meninggalkannya, entah kemana, tanpa pesan, tak ingat pada dirinya.

Gadis berusia sebelas tahun itu terpaksa mengurus diri dan menjalani hari-harinya sendirian, menunggu ibunya kembali. Satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah menulis surat untuk mengungkapkan perasaan bahkan di saat tak ada seorang pun yang dapat membacanya.

Ini adalah kisah mengharukan tentang keluarga, persahabatan, kenangan, cinta, serta kekuatan untuk memaafkan. Pada akhirnya, semua pengalaman itu memaksa Aubrey membuat salah satu keputusan terbesar dalam hidupnya.

Sinopsis diatas sudah cukup jelas menggambarkan isi cerita dari novel ini. Ketegaran Aubrey menghadapi musibah patut diacungi jempol, seorang gadis cilik berusia sebelas tahun sudah berani hidup sendiri dan harus menjadi dewasa sebelum waktunya, dibandingkan orang dewasa sesungguhnya (ibu Aubrey) yang terlihat rapuh dan tak bisa bertahan hingga ia nyaris melupakan Aubrey dan telah pergi meninggalkannya sendirian.

Namun itu semua tidak berlangsung lama karena sang nenek (Gram) datang ke Virginia membawa Aubrey pergi ke Vermont untuk tinggal bersamanya. Awalnya Aubrey tidak nyaman tinggal dengan Gram, ia masih diliputi kesedihan dan ingatannya akan Dad, Savannah, dan juga ibunya yang menghilang. Hanya ikan piaraannya (Sammy) yang menjadi teman setianya saat ini. Selain itu Aubrey masih sering menulis surat untuk Jilly (teman khayalan Savannah) untuk menceritakan semua isi hatinya setiap hari.

Gram tidak pernah menyerah untuk membuat Aubrey hidup ceria kembali, Gram menyuruh cucunya itu melakukan kegiatan dan bersekolah agar ia tidak terus mengurung diri di kamar.

Berkat neneknya Aubrey bisa bertemu Bridget, gadis cilik seusianya yang tinggal disebelah rumah Gram. Keluarga Bridget sangat baik sekali terhadap Aubrey. Mereka berdua kini bersahabat baik, di sekolah pun kompak selalu bersama-sama.

Masa lalu Aubrey sudah banyak diketahui pihak sekolah, ia pun diberi guru konseling bernama Amy. Amy selalu memberikan nasihat dan solusi pada Aubrey, meskipun setiap obrolan mereka seperti halnya seorang teman, tidak terlihat menggurui ataupun memerintah.

Ini yang saya suka dari novel ini, tidak ada kesan menggurui dalam setiap kata-katanya.

Sang Nenek tidak hanya berdiam diri, ia selalu berusaha mencari tahu keberadaan putrinya (ibu Aubrey) sampai sanak saudara semua dilibatkan dalam pencariannya.

Bagaimana usaha Gram untuk menemukan ibu Aubrey dan apakah Aubrey bisa bertahan di rumah neneknya? Akankah ia bisa kembali dengan ibunya? Lalu kisah apa saja yang terjadi di sekolahnya bersama Bridget juga seseorang yang disukainya?

Semua jawabannya ada di novel ini, kalau tertarik baca saja selengkapnya dibuku ini, saya tidak mau bikin spoiler,hehe meskipun sudah banyak clue yang diceritakan,kkk.

Aku kasih 3 bintang untuk Love, Aubrey.

Sebenarnya cerita dalam buku ini gak buat aku sedih, tapi sedikit tersentuh saat membaca surat Aubrey untuk Dad (page 167).

School Of Fear

Sof

Judul: School Of Fear

Penulis: Gitty Daneshvari 

Penerjemah: Maria M. Lubis 

Penerbit: Matahati

Genre: Teen Fiction, Fantasy 

Tebal:  348 halaman

Harga: Rp 53.000,-

Setiap orang memiliki rasa takut terhadap sesuatu. Namun, jika ketakutannya sangat parah sehingga merepotkan diri sendiri maupun orang lain di sekitar, hal itu harus segera diatasi.

Empat orang anak−Madeleine, Theo, Garrison, dan Lulu−dengan ketakutan masing-masing, bergabung di sebuah program kamp musim panas, untuk mengatasi fobia masing-masing. Tempat itu bernama Sekolah Kengerian.

Alih-alih mendapatkan pelajaran untuk mengatasi ketakutan mereka, keempat anak itu harus berhadapan dengan kepala sekolah yang sudah tua dan sinting. Namun, terjadi peristiwa mengerikan yang membuat sang kepala sekolah tewas dan keadaan menjadi sangat genting. Mereka harus bertindak secepatnya, dan itu berarti mereka harus menghadapi ketakutan masing-masing.

Empat anak yang masih remaja mempunyai fobia berbeda-beda, mereka dipertemukan di Sekolah Kengerian. Sebelum memasuki sekolah itu, mereka awalnya hanya orang biasa yang hidup dengan ketakutan masing-masing. Mereka menghadapinya seakan-akan sudah jadi hal yang biasa dan takdir. Namun, keluarga dan orang-orang di sekelilingnya merasa tidak nyaman dengan fobia itu, hingga akhirnya memaksa mereka untuk mengikuti saran masuk sekolah kengerian.

Madeleine, seorang gadis yang masih berusia dua belas tahun selalu memakai cadar berjaring dan membawa beberapa botol semprotan anti serangga yang selalu ia semprotkan kemana-mana, termasuk dibadannya. Yup, dia fobia terhadap ngengat.

Theo, seorang anak laki-laki yang fobia pada kecelakaan/kematian. Ia begitu super protectif menjaga orang-orang disekitarnya, memastikan hidup atau mati, meskipun hanya bisa memantu melalui ponsel saat berada jauh dari keluarga yang disayanginya.

Lulu, seorang gadis yang fobia pada lift/ tempat sempit lainnya. Anak perempuan ini agak sensitif terlebih lagi jika dekat dengan Theo.

Garrison, anak laki-laki yang tampan, seorang atlit di sekolahnya dan menjadi pangeran pujaan setiap wanita. Namuhn, dibalik semua itu ia memiliki fobia pada air yang jumlahnya banyak, seperti laut, sungai, kolam dan sebagainya.. berbeda dari Maddie, Theo, dan Lulu yang dipaksa ikut kamp musim panas ini, Garrison justru berkeinginan sendiri masuk sekolah kengerian, karena ia tidak ingin dipandang lemah oleh ayahnya dan juga tidak ingin ketahuan oleh teman-temannya karena takut pada air.

Kisahnya tidak terduga. Sekolah yang misterius, yang dapat mengobati fobia setiap orang. Kepala sekolah yang bernama Mrs. Wellington dan atistennya sangat aneh dan nyentrik. Keganjilan di sekolah itu membuat mereka berempat semakin ingin lari… sebenarnya apa yang terjadi? Aku gak bisa ngasih bocoran, karena takut kena spolier. Soalnya banyak kunci disetiap cerita dan bab per bab nya.

Yang paling menarik juga adalah di tiap bab ada nama-nama fobia beserta artinya. Ada 28 bab dan 28 fobia tentunya. Kebayang gak… selain dapat keseruan cerita SOF, kita dapat juga pengetahuan soal fobia, siapa tahu salah satunya kamu termasuk, hehe *jk

Aku cukup suka dengan buku ini, meskipun kurang gereget… entah kenapa aku suka senyum-senyum sendiri dengan kisah romance secuil antara mereka berempat. Jadi penasaran dengan kelanjutan buku ke 2 dan ke 3 nya >_< moga bakal diterjemahin juga dan diterbitin, aku sangat menanti kisah apalagi yang terjadi? Apa fobia mereka tetap ada?

Quotes yang kusukai:

“Ini adalah proses, para kontestan; suatu proses yang akan mengubah diri kalian secara konstan. Sekarang, kalian telah menempuh langkah-langkah pertama kalian disini, dan kalian akan terus membuat kemajuan setiap musim panas, dan tak lama lagi, kalian tidak akan pernah ingat sedetik pun saat kalian masih memiliki fobia,” – Mrs. Wellington.

Aku kasih 4 bintang untuk Sekolah Kengerian ^_^

Cover buku aslinya:

Seri 1

Sof1

Seri 2

Sof2_classisnotdismissed

Seri 3

Sof3_thefinalexam

Tentang Penulis:

Bisa lihat di websitenya, webnya keren loh ^.^)b

www.gittydaneshvari.com

enrollinschooloffear.com

Marcy?s Problem at School

3670195

Judul: Marcy’s Problem at School

Judul Asli: Cat Ate My Gymsuit

Penulis: Paula Danziger 

Penerjemah: Maria M. Lubis 

Penerbit: Matahati 

Tebal:  178 halaman     

Perkenalkan, namaku Marcy Lewis. Aku gemuk dan berjerawat. Canggung dan mudah gugup. Sekolahku mengerikan. Aku tahu teman-teman tertawa di belakangku. Keadaan di rumah lebih buruk. Ayah menganggapku tidak berarti, dan seringkali bertengkar dengan ibu. Singkatnya: aku punya banyak masalah!

Semua itu berybah ketika Ms. Finney muncul. Sebenarnya dia adalah guru bahasa Inggris yang aneh, teteapi metode mengajarnya sungguh mengasyikan. Karena diajari oleh Ms. Finney, aku jadi punya tujuan hidup dan merasa lebih percaya diri.

Tetapi Kepala Sekolah berpikiran lain. Ms. Finney malah dipecat! Aku bergabung dengan teman-teman untuk menggagalkan rencana itu. Upaya yang justru menamabah masalah di rumah, juga di sekolah.

Simpel… tapi ngena. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Si culun Marcy, berusia masih tiga belas tahun, berbadan gemuk dan berjerawat, juga pemalu dan pendiam. Hidupnya tidaklah mudah!

Marcy selalu merasa buruk. Baik di sekolah maupun di rumah. Sinopsis di atas sebenarnya sudah cukup jelas untuk menggambarkan isi dari buku ini. jadi saya hanya akan mengulasnya sedikit saja, semoga ga bikin spoiler, hehe..

Di sekolah sudah jelas ia merasa buruk karena berbadan gemuk dan berjerawat. Dia tidak punya banyak teman. Hanya Nancy satu-satunya teman Marcy, yang mungkin juga Nancy terpaksa berteman dengannya karena ibu mereka berdua adalah teman baik.

Di rumah, tidak ada yang menyenangkan. Hanya ada suara teriakan Martin, ayah Marcy yang selalu menyulut pertengakaran bersama dengan Lili, ibu Marcy. Semua itu memang bukan tanpa alasan. Siapa lagi kalau bukan anak-anak mereka yang disudutkan. Terutama bagi Marcy, karena itu Marcy membenci ayahnya yang selalu menyudutkannya biang dari masalah di rumah. Selain itu, Stuart, adik Marcy yang masih berumur empat tahun selalu menangis setiap menyaksikan pertengkaran ayahnya. Ia pun tidak lepas dari alasan Martin selalu berteriak. Stuart suka dimarahi karena selalu menghisap jempol dan memeluk boneka kemana-mana yang bernama Wolf. Wolf adalah boneka kesayangannya Stuart, boneka itu pun sering diberi makan biji jeruk.

Namun semua berubah setelah kedatangan Ms. Finney, guru baru bahasa Inggris di kelas Marcy. Marcy dan teman-teman sekelasnya mengira Ms. Finney sama dengan guru-guru lainnya yang tidak tahan dengan kelas lalu pergi tidak sampai sebulan mengajar. Tapi ternyata Ms. Finney berbeda… dia punya kelebihan yang menarik, hingga membuat para murid menyenanginya.

Perubahan demi perubahan pun akhirnya Marcy alami pada dirinya sendiri, meskipun itu tidak berlaku di dalam rumah. Di sekolah ia merasa menjadi lebih baik, ia terlalu menyayangi Ms. Finney hingga membuat semuanya berubah. Lebih senangnya lagi karena Marcy bisa dekat dengan seorang teman laki-laki sekelasnya yang bernama Joel. Keakraban mereka terjalin karena Semdley, perkumpulan kelompok bahasa Inggris yang didirikan oleh Ms. Finney.

Dimana banyak orang yang menyukai, disitu pula banyak orang yang tidak suka. Termasuk diantaranya Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru lainnya. Karena itulah tanpa diduga Marcy dan lainnya, Ms. Finney sudah tidak mengajar lagi di kelas, bahkan sudah terancam keluar dari sekolah.

Sebenarnya banyak sekali pembelajaran yang dapat kita ambil dari buku ini. aku sangat suka karena tanpa aku sadari, ceritanya disampaikan dengan sangat mengalir.. sampai gak sadar upaya demi upaya yang dilakukan para murid Ms. Finney terkesan seperti detektif cilik, namun tidak berisi kode-kode rahasia yang sangat menonjol seperti dalam setiap cerita detektif.

Aku tidak akan membongkar seperti apa upaya-upaya yang dijalankan oleh Marcy dan kawan-kawan, karena semuanya terasa mengalir… juga karena ini review yang tidak boleh ada spoiler. hehe

Tebak sendiri saja apa para murid bisa membuat Ms. Finney kembali mengajar atau tetap dipecat. Lalu bagaimana dengan konflik di rumah Marcy? Agak sedikit menggantung karena tidak ada penyelesaian. Mungkin si penulis memang benar-benar ingin menonjolkan kealamian tulisannya, tidak seperti novel-novel drama yang sudah pasti happy ending atau sad ending.

Buku ini rekomendasi buat para remaja atau siapapun yang sedang kurang percaya diri. Dengan membaca buku ini setidaknya bisa menambah motivasi. Intinya sih … Tidak ada orang yang benar-benar sangat buruk, tidak ada juga orang yang benar-benar sangat baik : ) 

Quotes yang kusukai:

(Page 16)

“Ada banyak sekali pelajaran menulis, walaupun sulit, aku menyukainya. Kadang-kadang, lebih mudah menuliskan sesuatu daripada mengatakannya keras.” – Marcy.

(Page 17)

“Aku kaget ketika melihat ternyata semua orang punya masalah. Aku yakin, banyak orang yang memiliki masalah lebih besar daripada yang kamu bicarakan.” – Marcy.

(Page 19)

“Aku menghabiskan hampir semua uang sakuku untuk membeli buku. Aku mulai ketagihan terhadap dunia tulis menulis. Sampai-sampai aku merasa sebuah buku d
apat menghibur serta mengurangi kekecewaanku.”
– Marcy.

(page 74)

“Benar-benar membingungkan. Sudah pasti, menjadi orang dewasa itu sulit. Lebih mudah menjadi anak kecil yang masalah besarnya adalah mempelajari bagaimana caranya mengikat tali sepatu.” – Marcy.

(page 173)

“Ingat bagian buku To Kill A Mockingbiral, saat Atticus berkata kepada Jem jika kita tidak bisa mengerti seseorang hingga kita menempatkan diri dalam posisinya nanti. Itulah yang harus kau lakukan.” – Marcy.

Aku kasih 4 bintang untuk buku ini : )