Book Review: Koala Kumal by Raditya Dika

IMG_20160731_070051_1469923275118
Author: Raditya Dika

Editor: Windy Ariestanty

Publisher: GagasMedia

Genre: Kumcer, Komedi

Published: Cetakan XI, 2016

Pages: x + 250

Rating: 3

Selain main perang-perangan, gue, Dodo, dan Bahri juga suka berjemur di atas mobil tua warna merah yang sering diparkir di pinggir sungai samping kompleks. Formasinya selalu sama: Bahri dan gue tiduran di atap mobil, sedangkan Dodo, seperti biasa, agak terbuang, di atas bagasi.

Kadang kami tiduran selama setengah jam. Kadang, kala cuaca lagi sangat terik, bisa sampai dua jam. Kalau cuacanya lagi sejuk dan tidak terlalu terik, kami biasanya sama-sama menatap ke arah matahari, memandangi langit sambil tiduran. Kalau sudah begini, Bahri menaruh kedua tangannya di belakang kepala, sambil tiduran berkata,

Rasanya kayak di Miami, ya?

Iya, jawab gue.

Iya, jawab Dodo.

Kami bertiga gak ada yang pernah ke Miami.

**

Koala Kumal adalah buku komedi yang menceritakan pengalaman Raditya Dika dari mulai jurit malam SMP yang berakhir dengan kekacauan sampai bertemu perempuan yang mahir bermain tombak. Seluruh cerita di dalamnya berasal dari kisah nyata.

** Continue reading

Advertisements

Manusia Setengah Salmon


Judul: Manusia Setengah Salmon
Penulis: Raditya Dika
Terbit: Cetakan ke-17, 2014
Penerbit: Gagasmedia
Genre: Nonfiksi, Comedy
Tebal: 264 halaman
ISBN: 979-780-531-x

Rating: 4 Bintang

Blurb:

Review:
ini buku ketiga Bang Radit yang saya baca setelah Radikus Makankakus dan Tolong, Radit Membuat Saya Gila. Dari ketiganya yang sudah dibaca, saya paling suka dengan buku ini “Manusia Setengah Salmon”. Yah, meskipun nggak suka-suka bangetlah, soalnya ada beberapa cerita yang kurang asik karena garing. Saya tuh lebih suka cerita yang mengalir, dan kesandung lucu, daripada disengaja-sengajain lucu malah kesandung garing.  

Di buku ini saya jadi mikir ternyata buku non fiksi itu menyenangkan untuk dibaca, apalagi bergenre komedi. Tiba-tiba saja saya jadi nagih pengin baca bukunya Bang Radit yang lain. Karena di buku Manusia Setengah Salmon selain dapat sisi humor, saya juga dapat sisi pelajaran tentang kehidupan. Tsaah..  

Iya, hidupnya Raditya Dika itu kelihatannya kan susah-susah lucu, tapi kok nggak ada give up-nya lho… Di ceritanya ia selalu bisa menyelesaikan masalah, meskipun dengan cara absurd. Yang penting kan nggak lari dari masalah.  

Beberapa judul cerita yang saya suka di buku ini:
1. Bakar Saja Keteknya
2. Pesan Moral Dari Sepiring Makanan
3. Kasih Ibu Sepanjang Belanda
4. Tarian Musim Kawin

Alasannya karena saya bisa ketawa dan speechless x)

The Chronicles Of Audy: 4R

5fbc6-18080500
Judul Buku: The Chronicles Of Audy: 4R
Penulis: Orizuka
Penyunting: Tia Widiana
Penerbit: Penerbit Haru
Genre: Fiksi, Comedy-Romance, Remaja,
Terbit: Cetakan I, Juli 2013
Tebal: 320 halaman
ISBN: 978-602-7742-21-5
Harga: Rp 53.000

Hai Namaku Audy
Umurku 22 tahun
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku
Selangkah lagi
Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu

Jadi sekarang di sinilah aku berada
Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya
Regan, Romeo, Rex dan Rafael

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter,
dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu

Terdengar klise?
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!

Ini, adalah kronik dari kehidupanku
Yang mendadak jadi ribet.

Kronik dari seorang Audy
***

Family means no one gets left behind or forgotten – David Ogden Stiers

Kalimat pembuka ini pas sekali dengan kronik dari kehidupan Audy.
Audy, gadis asal Serang yang kuliah di UGM Yogyakarta−tinggal di kos-kosan—yang sudah tiga bulan ini ia menunggak bayar kosnya.
Ibu kos, si pemilik kamar terus-menerus menagih biaya kosnya Audy, tapi mau bagaimana lagi Audy tidak punya uang−ia hanya bisa mengucapkan janji saja. Disaat bersamaan, orangtua Audy mengabarinya lewat telepon kalau liburan kali ini anaknya tidak perlu pulang dulu (tidak ada uang unuk bayar kuliah, kosan, apalagi ongkos). Yup, semakin lengkaplah penderitaan Audy. lol

Tidak bisa pulang ke Serang, kosan tidak bisa bayar (tinggal menunggu ditendang bu kos saja ini sih), skrpisi yang sudah di depan mata−minta dikerjakan dan biayai, menggelayuti pundaknya. Oh beban pikirannya sangat bertumpuk.

Satu-satunya cara untuk meringankan beban ini adalah ia harus mencari kerja, dia harus mandiri. Ya, padahal sahabatnya (Missy) pasti akan menawarinya bantuan, dipinjamkan uang, atau tinggal di rumahnya. Tidak tidak! Audy tidak mau menjadi sahabat yang memberikan beban, dia ingin terus bersahabat sewajarnya dengan Missy : )

Well, karena itu Audy bisa sampai di rumah 4R. Dari lowongan kerja di koran, Audy akhirnya memilih pekerjaan sebagai babysitter yang keahliannya tidak perlu khusus-khusus amat. Dia toh masih kuliah, belum dapat gelar.

Rumah dengan kotak pos berukir 4R ini sangat misterius, karena dari tampilan rumah yang begitu tak terurus, juga penghuni rumahnya yang cowok semua. Regan, Romeo, Rex, dan Rafael.
Ke empat cowok kakak adik itu hidup tanpa orangtua, orangtua mereka meninggal karena kecelakaan mobil dua tahun yang lalu. Disinilah peran Regan, kakak pertama (usianya sekitar 25-27 tahun) bekerja sebagai lawyer yang jadwalnya cukup padat.

Gara-gara majikannya lawyer, Audy harus menandatangani kontrak kerjanya dengan pasal-pasal yang…yah, ternyata membuat dia terjebak. Mungkin kalau Audy baca dengan seksama surat perjanjian itu, dia tidak akan terbodohi.

Selain jadi babysitter ternyata Audy harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah lainnya. Bagaimana tidak, Regan yang bekerja dari pagi hingga malam, Romeo yang malesnya kebangetan (bahkan gak pernah mandi), Rex yang harus sekolah, belajar kelompok, dan lain sebagainya, dan terakhir Rafael anak 4,5 tahun yang harus dijaga (nakalnya kebangetan lagi).

Dengan sudut pandang orang pertama, Audy sebagai narator. Cerita ini sangat enak untuk dibaca. Karakter Audy yang ceria dan humble membuat keempat karakter cowok di rumah 4R itu bikin aku ketawa ngakak dan senyum-senyum sendiri. Ada juga yang mengharukan.. pokoknya gak nyesel udah baca. Ceritanya kebayang-bayang terus sampai bikin kangen (ini saya lebe banget ya *slap)

Regan misalnya, orangnya tegas, agak perhitungan. Tapi, dia baik dan ramah.
Romeo, orangnya santai, terlalu santai sampai ku sebut dia pemalas.
Rex, sikapnya dingin.
Rafael…, gabungan dari ketiga sifat kakaknya.

Yang membuat novel ini semakin menarik, tentu saja ada sisi romancenya. Hidup dengan empat mahluk ganteng, gimana Audy enggak terkena sindrom naksir coba? Siapapun yang ketemu cowok ganteng setiap hari bakal tumbuh rasa-rasa deh pastinya.

Seperti perasaan Audy pada Regan, pertama kali bertemu langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi, sayang sepertinya Regan… (baca sendiri kalau penasaran :p)
Romeo, yah, meskipun sama gantengnya, tapi orangnya absurd.
Rex, seperti ku bilang tadi−sikapnya dingin. Iya, dia tuh kalem, anak ABG yang masih 17 tahun ini bisa bikin Audy terpesona loh dengan kecerdasannya. (ehm, bikin aku terpesona juga sih. Dia tokoh favoritku disini *slapped* *saingan :p)
Rafael, sering buat Audy sebal dan repot. Pikirannya itu seperti bukan balita, pantas saja sih karena sehari-harinya dicekokin pengetahuan dewasa dari abang-abangnya.

Tulisan Orizuka di buku ini sangat enak sekali dibaca, mengalir, seperti si aku (Audy) itu adalah aku sendiri (si pembaca). Dia bisa membawa cerita yang intinya tentang skripsi Audy jadi tentang keempat cowok itu. haha Jadi gak usah takut bakal stress gara-gara mikirin skripsi (nunjuk diri sendiri).
Dibandingkan novel-novel sebelumnya yang pernah ku baca, novel yang satu ini yang cukup the best dan bikin aku jadi ngefans dengan karya kak Orizuka. Yap, gak usah ragu lagi. hehe

Ehem, meskipun proofreadingnya mas Ijul, masih ada typo juga. Sedikit sih.
p. 130: menggigir = menggigit
p. 210: jali = jadi
p. 308: mendecis = mendesis

Dari segi cover, keren! Bagus warnanya cokelat. Mengingatkanku pada kertas payung untuk sampul buku SD :p
Pinggiran bukunya juga unik, warna pink, tapi kertas dalamnya tetap normal kok warna putih.hihi
2013-10-19-10-03-19_deco

5 bintang untuk R3 😉

Nb. Anyway, novel ini berseri loh. Ending dalam buku ini pun…menggantung, tapi dengan penyelesaian yang berarti. Sangat ditunggu sekali seri keduanya.

Ps. Alhamdulillah WW #1 ku yang pengin bisa baca 4R1A ini terwujud, semoga buku yang jadi WW ku lainnya menyusul juga. Aamiin…
Thanks @yuki_yuchan yang sudah meminjamkan 😀

Infinitely Yours

Iy_coverfinale

Judul: Infinitely Yours

Penulis: Orizuka 

Penerbit: GagasMedia 

Tebal:  294 halaman

ISBN: 979-780-508-5

Harga: Rp. 47.000

Orang bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi, bagaimana caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? Apakah Tuhan campur tangan di dalamnya?

Kita bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. Sekeras apapun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri—dan menjauhkan hati—pada akhirnya akan bertemu kemabli.

Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karenanya, hanya ada satu cara unutk membuktikannya….

Kau, aku, dan perjalanan ini.

??? ??? ??

“Kocak! Wajib dibaca dan dikoleksi Kpoppers maupun non-kpoppers supaya lebih mengenal Korea! Jjang!”

Edwin Joo, head admin of http://KoreanUpdates.com

“Dibawah sihir romantisme Korea, dua kepribadian berbeda bertualang bersama. A very funny yet entertaining love story!”

Lia Indra Andriana, penulis SeoulMate


**

Novel ini bercerita tentang seorang gadis asal Indonesia berumur 25 tahun yang bernama Jingga. Dia mengikuti sebuah tour bersama ke Korea. Misi utamanya kesana adalah untuk bertemu seorang namja idolannya yang bernama Yun Jae−seorang guide yang akan menemani perjalanannya bersama rombongan lain keliling objek wisata di Korea.

Jingga gadis yang energik, cantik, cute, mungil, dan Korean Freak sekali.. sifatnya yang sedikit pecicilan (menurutku) membawanya bisa mengenal Rayan (28 tahun) yang dia anggap seperti om-om berusia 30 tahun, teman pasangan tournya..

Rayan yang sifatnya sangat dingin, kaku, dan 180 derajat beda jauh dengan sifat Jingga sangat tidak menyukai gadis maniak Korea seperti Jingga. Selain karena memang dia benci Korea, dia juga sangat tidak suka dengan Jingga yang tidak pernah berhenti membuat kepalanya pening.

Sebenarnya kepergian Rayan ke Korea adalah untuk bertemu seseorang, Mariska… gadis yang dicintainya−yang dulu telah memutuskan hubungan dengannya begitu saja. Rayan ingin mengetahui alasan mengapa Mariska meninggalkannya..

Pertemuan-pertemuan yang tidak sengaja bersama Jingga membuatnya menemui masalah. Selanjutnya pertemuan tak terduga lainnya membuat Rayan malah semakin dekat dengan Jingga.

Perjalanan romantis yang dilalui Rayan bersama Jingga, sungguh membuat Rayan mendelik. Ini sungguh diluar dugaannya. Gadis yang baru dikenal olehnya beberapa hari, mampu merubah sifatnya yang bergolongan darah A menjadi tervirusi sifatnya seperti darah yang bergolongan O.

Seperti apa perjalanan romantis mereka berdua? Lengkapnya baca sendiri novelnya oke XD

Aku sedikit kecewa karena ternyata cerita IY ini kdrama sekali. Tokoh Jingga terlalu dibuat-buat, ga natural.. Jingga seperti gadis-gadis Korea lainnya di dalam drama tv, cantik, mungil, cute, energik, pecicilanlah pokoknya. Mirip tokoh utama cewek di drama Full House, Princess Hours, My Girl, dan lain sebagainya.. banyak sekali karakter yang sama persis seperti itu. Tapi walaupun mereka memiliki kesamaan, mereka punya kekuatan tersendiri dalam wataknya, sementara Jingga… tidak kutemukan, buatku dia terlalu klise..

Sementara untuk si cowok, Rayan.. seperti kebanyakan pria-pria Korea lainnya yang ganteng, cool, cuek, dingin, pokoknya sifatnya beda 180 derajat deh dari si cewek. Udah gak aneh karena sering kita jumpai pula di drama tv, seperti Rain (Full House), Kang Ji Hwan (Lie To Me), Lee Ji Hoon (Princess Hours) Lee Min Hoo (BOF), dan masih banyak lagi.
Gak ketinggalan Yun Jae. Si pihak ketiga yang selalu meramaikan kisah cinta dalam setiap drama. Biasanya pihak ketiga ini memiliki gambaran pria yang seperti pangeran berkuda putih, sangat sempurna, tak ada satupun kekurangannya, hingga membuat sang cewek berada diantara dua pilihan, eaaa.. drama queen banget.

Konflik yang disuguhkan begitu ringan, membuatku gak dapet feelnya dan gak bikin gereget. Ya, walaupun aku sih suka karena alurnya mengalir ^^ !! tapi sayang, sudah ketebak endingnya kayak gimana, karena adegan tiap adegan banyak terlihat di Kdrama tv. Lagi-lagi..

Cerita ringan, namun jadi agak berat oleh sesuatu.. sesuatu itu adalah penggambaran latarnya. Ya, latar dari novel ini adalah Negara Korea Selatan. Disini, ori unnie sangat detail sekali menggambarkan negara Korea, sampai hal-hal kecil pun ia ilustrasikan.

Tapi ori unnie cukup hebat memaparkannya, seolah-olah dia sudah pernah ke Korea sebelumnya, padahal katanya dia belum pernah ke Korea saat menulis buku ini (2011). Dia baru ke Korea ditahun 2012.

Seandainya novel IY ini aku baca empat tahun yang lalu, mungkin akan jadi novel yang menarik. Tapi sayang, untuk sekarang novel bergenre seperti ini sudah ngebosenin. Kayaknya aku harus stop dulu deh baca novel korea ver. Indonesia yang terlalu menggambarkan jelas negara ginseng itu.

Quotes yang kusukai:
“Kita terlalu mirip. Seperti medan magnet, kutub yang identik akan saling menolak satu sama lain.” – Mariska.

“Karena semuanya cuma momen. Aku sedang patah hati, dan kamu datang pada saat yang tidak tepat. Perasaan apapun yang pernah kita miliki cuma yah… momen.” – Rayan.

“Dongeng seharusnya tatap menjadi dongeng.” – Jingga.

“Love is one heavy word.” – Rayan.

Aku kasih 2 bintang untuk Infintely Yours : )