Book Review: Nikah Aja, Yuk! by Irma Irawati


Author: Irma Irawati
Editor: Mursyidah
Cover Design: Maretta Gunawan
Genre: Fiction, Religi, Young Adult, Family
Publisher: Qibla (Imprint Bhuana Ilmu Populer)
Published: 2014
Pages: 180

Sebagian orang mengungkapkan betapa indahnya jatuh cinta. Lainnya berkomentar, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Bahkan, ada yang berkomentar, jatuh cinta itu adalah anugerah. Namun, ada juga yang beranggapan bahwa jatuh cinta adalah virus yang bisa mengotori hati, virus yang bisa berkembang menjadi virus HIV.

Benarkah sampai terkena virus HIV? Ya, benar sekali, HIV—Hati Ini Vediiihhh, yang berasal dari Virus Merah Jambu (VMJ).

Jatuh cinta bisa saja jadi anugerah atau virus, tergantung bagaimana kita menyikapinya; apakah benih cinta yang datang terlalu dini itu akan kita umbar menjadi cinta monyet atau akan kita jaga dalam ruang hati kita saja hingga terus tumbuh dan berkembang menjadi cinta sejati?

Nah, buku ini menyajikan cara untuk menyikapi diri yang sedang dilanda cinta, sehingga tidak keluar dari jalur yang telah diatur oleh Allah dan Rasul-Nya.

Review:
Buku fiksi remaja Islam yang nilai-nilai keagamaannya cukup kental karena tokoh Kak Diba yang berperan sangat agamis. Ia kakak sulung dengan dua adik perempuan yang masih abege. Yesha dan Airin. Continue reading

Advertisements

[Baca Bareng] Book Review: Oppa & I by Orizuka & Lia Indra Andriana



Penyunting: Nyi Blo
Desain Cover & Ilustrasi Isi: Angelina Setiani
Genre: Teenlit, Romance, Family
More: Goodreads
Rating: 3,5

Oppa & I bukan buku baru buat saya. Sudah tiga tahun lalu saya membaca dan mereviewnya. Karena tema baca bareng, saya pun memutuskan untuk repost, memilih buku ini sebagai buku yang sudah diterbitkan sebelumnya melalui media online di blog KoreanUpdates.com. Continue reading

Book Review: The Wind Leading to Love by Ibuki Yuki


Translator: Mohammad Ali
Editor: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Dini Novita Sari
Cover & Illustration: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Genre: Romance, Adult, Family, J-lit
More: Goodreads / booksfromjapan
Rating: 4

—  

Cerita bermula dari para supir truk yang sedang beristirahat sambil mengobrol di rest area Ya no Hana. Mereka membicarakan wanita tengah baya yang mirip dengan Peko-chan karena wajahnya yang bulat. Karena panggilan tersebut wanita itu banyak dikenali oleh para supir yang berbaik hati selalu memberinya tumpangan. Bagi yang memberikan ia tumpangan, Peko-chan akan memberikan imbalan dengan mencukur rambut si supir. Terdengar kabar juga kalau memberikan tumpangan pada Peko-chan, niscaya hidup orang yang mengantarnya itu akan berubah, jauh lebih bahagia dan beruntung.  

Suga Tetsuji yang sedang beristirahat di rest area tak sengaja mendengar percakapan itu, tapi ia tidak mendengarkan secara serius karena rasa kantuknya. Tetsuji pun memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan mobil kecil yang dipinjami oleh seorang pemilik toko aneka ikan kering Miwashi.

Miwashi. Daerah terpencil yang menjadi tempat tujuan Tetsuji. Ia sebenarnya berasal dari Tokyo. Di musim panas ini ia sedang mengambil cuti selama enam minggu di Rumah Semenanjung, rumah peninggalan ibunya yang sudah meninggal belum lama ini. Continue reading

Book Review: Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya


Genre: Indonesian Literature, Family, Parenting, Romance
More: Goodreads
Rating: 5


New Doc 5_1

Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.
—  

Sebuah novel yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari seorang Bapak dan Ibu beserta anak-anaknya. Pak Gunawan yang memiliki penyakit kanker mengetahui bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Dokter memvonis hidupnya yang hanya tinggal setahun. Bersama istrinya, Ibu Itje, dia mencoba sabar dan siap menghadapi penyakit ini.  

Merasa khawatir karena kedua anak laki-lakinya, Satya (8 tahun) dan Cakra (5 tahun) yang masih terlalu dini dan perlu bimbingannya hingga dewasa kelak, ia pun memutuskan untuk membuat video dokumenter dirinya yang membahas hal-hal apa saja yang akan anak-anaknya temui di usia-usia tertentu jika ia sudah tidak ada lagi nantinya. Continue reading