Autumn Once More

17725142Judul Buku: Autumn Once More
Penulis: aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Genre: M-pop
Terbit: Cetakan I, April 2013
Tebal: 232 halaman
ISBN: 978-979-22-9471-2
Harga: Rp. 40.000,-

Cinta : suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat.

Aku bahagia dan kepedihan dalam cinta. Cintabyang terpendam menimbulkan resah, pengkhianatan pun tak lepas dari cinta, atau bahkan cinta berlebihan sehingga menyesakkan. Galau dan rindu pun dituturkan dalam ribuan kata di buku ini.
AUTUMN ONCE MORE membawa kita ke banyak sisi cinta dari kumpulan pengarang, mulai dari pengarang profesional hingga editor yang harus jadi pengarang “dadakan” dan menunjukkan kreativitas mereka dalam tema abadi sepanjang masa.
Inilah tumpahan rasa dan obsesi karya aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan.

Waktu pertama kali tahu GPU akan menerbitkan kumcer ini, aku sangat excited..karena ada salah satu penulis yang sangat ku sukai, Ilana Tan. Selain itu dua nama yang sudah tidak asing lagi bagiku, Ika Natassa dan Aliazalea yang novelnya cukup banyak digemari dan terbilang penulis yang profesional dan produktif. Akhirnya aku bisa beli juga buku ini, meski pada akhirnya ke excited an saya tak terbayar setelah membaca kumcer ini. Yang mengecewakan adalah justru ketiga penulis yang saya nanti-nantikan membuat cerpen bagus itu malah ceritanya biasa saja, tidak begitu menonjol. justru penulis-penulis lain yang dibilang jadi penulis dadakan itu memiliki cerita yang lebih menarik dan aku suka. Entah kenapa mungkin memang tiga penulis itu lebih cocok nulis novel, cerpen mereka sangat menggantung, seperti hanya mengambil potongan kejadian dari sebuah novel.
Berikut beberapa cerpen yang kusuka di buku ini:
– Love is verb
More than words. Is all you have to do to make it real. Then you wouldn’t have to say, that you love me. Couse I’d already know.
– Perkara bulu mata
Aku suka dengan persahabatan Vira, Lilian, Jojo, dan Albert. Meski perkara bulu mata bikin aku geli sendiri. Kok bisa? haha welcome to the club my friend 😉
– The unexpected surprise
Meski ini buku metropop, aku suka ada nilai-nilai attitude tentang hubungan anak dan orangtua. Dalam cerita ini aku mendapat pelajaran bahwa jangan mikirin diri sendiri sudah merasa paling bener, feel orangtua gak pernah salah, mereka lebih berpengalaman, meski yang kita judge itu kenyataan. Tapi orang tua kita jelas lebih tahu. Their feeling are never wrong.
– Senja yang sempurna
Nah ini nih cocok banget dibaca ama cowok. hihi.. nyesek…nyesek deh :p

Anyway, untuk cerpen mba ika “critical eleven” sebenarnya menarik, cuma aku masih gak ngeh dengan endingnya.. overall, aku emang selalu suka diakhir setiap sudah membaca karya mba ika (maksudnya harus dibaca dua kali). Aku suka dengan gaya tulisannya yang begitu alami bercerita dengan mencampurkan dua bahasa.
Meski kurang puas dengan kumcer ini, dipikir-pikir aku gak menyesal tuh sudah membelinya karena semua royalti penjualan buku ini akan disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas untuk membantu sesama kita…
Terakhir, tidak lupa aku kasih rate untuk kumcer ini 3 bintang saja ^^

Advertisements

Spring in London

Spring-in-london

Judul Buku: Spring in London

Penulis: Ilana Tan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Mei, 2010

Tebal: 240 halaman

Genre: Romance

ISBN: 978-979-22-5376-4

Harga: Rp. 42.000

Gadis itu tidak menyukainya. Kenapa?

Astaga, ia—Danny Jo—adalah orang yang baik. Sungguh! Ia selalu bersikap ramah, sopan dan menyenangkan. Lalu kenapa Naomi Ishida menjauhinya seperti wabah penyakit? Bagaimana mereka bisa bekerja sama dalam pembuatan video musik ini kalau gadis itu mengacuhkannya setiap saat? Kesalahan apa yang sudah dia lakukan?

Bagaimanapun juga Danny bukan orang yang gampang menyerah. Ia akan mencoba mendekati Naomi untuk mencari tahu alasan gadis itu memusuhinya.

Tetapi ada dua hal yang tidak diperhitungkan Danny. Yang pertama adalah kemungkinan ia akan jatuh cinta pada Naomi Ishida yang dingin, misterius, dan penuh rahasia itu. Dan yang kedua adalah kemungkinan ia akan menguak rahasia gelap yang bisa menghancurkan mereka berdua dan orang-orang yang mereka sayangi

A~ lagi-lagi kota yang menjadi favoritku setelah Tokyo, menjadi setting dari novel ini. Yup, London 😀 duduh aku suka sekali dengan kota London, punya impian bisa kesana hehe setelah Jepang dan Korea tentunya.

Well, yang mengisi cerita kali ini di musim semi adalah Ishida Naomi. Tahu kan… dia itu saudara kembarnya Ishida Keiko yang main di Winter in Tokyo. Masih ingat teman Jung Tae-Woo, yang pernah berpapasan dengan Tae-Woo dan Sandy ketika di toko aksesoris, laki-laki tampan itu…siapa lagi kalau bukan Danny Jo.

Di musim ini kisah Naomi dimulai, tepatnya diungkit lagi. Bagaimana tidak setelah 3 tahun kejadian yang kelam itu harus menghantuinya, menakut-nakutinya, kini harus datang lagi. Apalagi pertemuannya dengan Danny Jo di London sulit dipercaya bagi Naomi.

Danny datang ke London untuk melakukan pekerjaan, menjadi asisten sutradara Bobby Shin sekaligus ia akan menjadi model videoklip di lagu teranyar Jung Tae-Woo sahabatnya.

Naomi sungguh terkejut ketika tahu bahwa Danny Jo yang akan menjadi pasangannya di videoklip Tae-Woo.

Pertama kali melihat gadis itu, Danny begitu heran karena Naomi selalu menghindarinya. Apa yang membuatnya tidak ingin didekati, terlebih apa ia membencinya atau takut padanya?

Danny berusaha untuk mencari tahu, karena hatinya mulai terusik terus. Naomi memang bukanlah tipenya. Tapi semua berubah, ia menyukai Naomi yang buikan tipenya. Naomi memang gadis yang cuek, agak dingin, pendiam. Bukan… bukan pendiam maksudnya, tapi ada sesuatu… sesuatu yang membuat Naomi bersikap seperti itu adanya. Pada semua laki-laki.

“Awalnya dia terlihat dingin dan sulit didekati. Tapi kalau kau berhasil mendekatinya dan mengenalnya lebih baik, kau akan tahu bahwa dia sebenarnya orang yang menarik. Dan semakin kau mengenalnya, kau akan mendapati dirimu merasa…

Kau akan mendapati dirimu merasa gembira setiap kali berada di dekatnya,” – Danny Jo (page 110)

Ya, dari situ Danny Joo mulai sadar telah menyukai Naomi dan Naomi sendiri juga baru sadar mulai menyukai Danny.

Karena setiap melihat Miho, teman di kantor penerbit majalahnya selalu menempel terus pada Danny. Ya Miho teman Naomi juga, yang katanya perempuan yang dipilih ibunya unyuk dijadikan jodoh anaknya.

Hal yang Naomi takutkan kini ada di depan mata. Kejadian hampir saja terulang lagi dan membuatnya diliputi rasa sedih yang sangat dalam. Hingga Naomi memutuskan untuk mengakhiri saja hubungannya dengan Danny untuk sementara, ya untuk sementara setelah Danny dan ia sendiri menyelsaikan masalah yang membelit diantara mereka karena masa lalu yang kelam itu. cukup 2 tahun bagi mereka untuk merenungkan hati masing-masing, memantapkan hati hingga waktu itu akhirnya akan datang. Akan datang menghampiri mereka, mereka-mereka yang pada akhirnya bahagia mendapatkan cintanya..

Aku kasih 4 bintang untuk musim semi yang indah di kota London : )

 

Gak nyangka cerita trilogi empat musim ini bakal nyambung satu sama lain tokoh-tokoh utamanya.

 

Jung Tae Woo & Sandy        Tara & Tatsuya

 

 

    Keiko & Kazuto

                                                     

Danny Jo         &                          Naomi

 

Novel tetralogi empat musim ini memang mendebarkan hati pembaca : )

Winter in Tokyo

Winter

Judul Buku: Winter in Tokyo

Penulis: Ilana Tan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Cetakan VI, Juni 2009

Tebal: 320 halaman

Genre: Romance

ISBN: 978-979-22-3983-6

Harga: Rp. 40.000

Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana baru. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan, dan bisa diandalkan. Perlahan-lahan—mungkin sejak malam Natal itu—aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia.

Keiko tentang Kazuto

 

Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menari dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada. Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat ini di dalam hatinya masih ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.

Kazuto tentang Keiko


Mereka pertama kali bertemu di awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun mulai terbentuk. Lalu segalanya berubah ketika suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya..

 

Masih ingat teman Tatsuya yang tinggalnya di Tokyo, tetangga apartemennya itu loh yang bisa bahasa Indonesia, sekaligus orang yang waktu itu menelepon Tara, memberitahunya kalau Tatsuya sedang koma. Yup, Keiko. Ishida Keiko tepatnya. Gadis belasteran Indonesia –Jepang ini akan mengisi cerita dimusim selanjutnya, ya Winter in Tokyo 😀

Keiko, gadis yang penuh dengan imajinasi akan rasa takut yang berlebihan pada gelap. Malam ketika pulang dari bekerja di perpustakaan ia diberitahu oleh Haruka jika ada penghuni baru di apartemen mereka, orang baru itu akan menempati ruang 201, bersebelahan dengan ruang Keiko 202. Anehnya adalah orang yang baru pindah dari New York itu tidak pernah muncul lagi setelah kepindahannya ke apartemen. Karena penasaran, takut-takut terjadi sesuatu dengan tetangga barunya, Keiko mengendap-ngendap kesebelah ruangannya, menguping kalau-kalau terdengar suara, tapi setelah dicek tak ada suara apapun, sangat hening. Tapi siapa sangka, orang yang tinggal di apartemen itu tiba-tiba keluar, tanpa Keiko menyadarinya, akibatnya gadis itu tersungkur ke depan saat pintu apartemen itu dibuka oleh seorang laki-laki. Namanya Nashimura Kazuto, seorang fotografer pindahan dari New York.

Cerita dalam novel ini berkisah tentang orang-orang yang mengenang masa lalunya, seperti Keiko yang masih mengenang masa SD, ketika ia pertama kali berjumpa dengan cinta pertamanya, Kitano Akira. Sementara Nashimura Kazuto mengenang masa-masanya ketika masih di New York, ia sengaja ke Tokyo untuk melupakan kesedihannya karena Yuri, orang yang dicintainya akan menikah dengan sahabatnya.

Keiko dan Kazuto adalah dua orang yang pada akhirnya akan saling tertarik, karena kebersamaan mereka yang cukup sering, apalagi apartemen mereka bersebelahan. Ketika mengajak Keiko untuk menemaninya keliling kota Tokyo pun, Kazuto diam-diam mengambil gambar Keiko. Dari situlah ia menyadari telah menyukai Keiko dan akhirnya dengan mudah melupakan Yuri. Keiko yang masih setia menunggu cinta pertamanya tetap melihat Akira sebagai sosok laki-laki yang diidamkannya.

Tanpa sengaja akhirnya Keiko bertemu dengan sosok cinta pertamanya itu di rumah sakit, ketika ia sedang berobat. Akira menadi seorang dokter yang sebelumnya pernah bertemu dengan Kazuto di halte saat hujan deras, mereka berdua ternyata sahabat baik saat SMP. Namun Keiko belum mengetahui kebenaran itu.

Semuanya mulai berubah ketika malam natal tiba. Tanpa sadar Keiko mulai menyukai Kazuto, dan tak lagi memikirkan Akira. Namun naas ketika Kazuto ingin mengungkapkan perasaannya pada Keiko, ia mengurungkan niatnya karena kereta sudah mulai melaju. Sepulang dari mengantar Keiko ke stasiun, Kazuto dicegat preman yang dulu pernah berkelahi dengannya saat menolong Haruka, saat itu Kazuto berhasil mengalahkan pria itu, tapi sekarang pria itu membawa sekelompok preman untuk menghajarnya. Sial sudah, Kazuto babak belur dan tak berdaya hingga dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian itu tidak ada yang mengetahuinya, termasuk Keiko, Haruka, dan semua penghuni apartemen, karena Kazuto sama sekali belum pulang berhari-hari, hingga membuat Keiko cemas bukan main.

Setelah sekian lama tak ada kabar, di acara reuni SMP, Keiko dan Kazuto akhirnya bertemu. Tetapi Kazuto tidak mengenali Keiko, ya… Kazuto hilang ingatan sebagian memorinya, memori satu bulannya selama di Tokyo. Keiko terkejut akan hal itu, ditambah lagi ia melihat Kazuto datang bersama seorang gadis yang pernah diceritakan Kazuto kepadanya, Yuri.

Terang saja Kazuto lupa pada Keiko dan semuanya yang pernah terjadi diantara mereka, termasuk ungkapan yang pernah ingin ia ucapkan
pada gadis itu. tapi tunggu dulu… ada yang berbeda… Kazuto merasa lain, rasa ingin terus melihat Keiko selalu menelisik hatinya, ada sesuatu yang berbeda saat melihat gadis itu, meskipun ia tak ingat apa-apa. Apa memang ada sesuatu dalam hatinya pada Keiko? Apa hatinya tidak hilang ingatan? Tapi… ia tidak kenal Keiko. Lalu kebenaran apa yang sebenarnya terjadi tiga belas tahun yang lalu itu, ketika Keiko melihat cinta pertamanya…

“Kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap?” – Kazuto (page 68)

Nah, terlalu panjang lebar ya review saya..hehehh.. lanjutkan oleh anda sendiri kalau penasaran dengan ceritanya :p

Kisahnya lumayan seru, gak kalah seru dengan novel-novel musim sebelumnya Summer dan Autumn. Tinggal satu lagi nih, Spring in London, kira-kira tokoh siapa yang akan menjalani musim semi itu, kisah apa lagi ya? penasaran ><

Aku kasih 4 bintang untuk Winter in Tokyo.

Serius pengen banget ke Tokyo~~

Autumn in Paris

9789792230307

Judul Buku: Autumn in Paris

Penulis: Ilana Tan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Cetakan X, Februari 2010

Tebal: 272 halaman

Genre: Romance

ISBN: 978-979-22-3030-7

Harga: Rp. 38.500

 

Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup sebelum ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.

Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya juga mengubah dunianya.

Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa. Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup.

Seandainya masih ada harapan – sekecil apapun – untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh hidupnya pada harapan itu.

 

Nyesek se−nyesek nyeseknya baca novel ini :’(

Kenapa juga harus hanyut dalam cerita seperti ini. ya ampun bisa banget sih Ilana Tan bikin pembaca terkuras emosinya dari bab ke bab.

Dari awal sampai akhir dibuat sesak, gak bisa berhenti baca. Gak nyangka Tara Dupont yang sepupunya Sandy itu punya sebuah kisah yang sangat menyakitkan. Sebuah kenyataan yang sangat pahit, lebih pahit dari empedu, dan lebih gelap dari terowongan.

Tara, Tatsuya, Sebastian.

Hubungan Tara dan Tatsuya gak bisa diterima oleh kenyataan. Kenyataan yang menghubungkan diri mereka dengan masa lalu. Benang yang berhubungan itu adalah takdir dan manusia tidak bisa merubahnya..

Tapi, apapun kenyataannya perasaan mereka terlalu besar, cinta itu seperti sudah buta. Hingga salah satu diantara mereka harus rela berkorban, kehilangan, kehilangan besar.

Mereka berdua bersaudara jadi jelas saja Tuhan punya rencana sendiri untuk mereka yang tidak dapat bersatu, karena itu kekuasaan-Nya.

“Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu.”- Tatsuya. (page 233)

Aku cukup suka dengan latar dari novel Ilana Tan kali ini, Paris. Ya, aku ingin sekali bisa benar-benar ke Paris ketika Tara mengajak Tatsuya berjalan-jalan mengelilingi kota indah itu.

Sengaja kali ini aku gak dikasih cerita singkatnya, soalnya takut ngebuat spoiler buat kalian, takut gak penasaran lagi nantinya :p

Aku kasih 4 bintang untuk ketegaran hati Tara.

Penasaran dengan novel Winter in Tokyo. Ada kejutan apalagi setelah ceritanya kali ini, kira-kira siapa yang akan jadi tokoh selanjutnya, masih ada hubungan pasti 😀

Summer in Seoul

Summer_in_seoul2

Judul Buku: Summer in Seoul

Penulis: Ilana Tan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Mei, 2007

Tebal: 280 halaman

Genre: Romance

ISBN: 978-979-22-2460-3

Harga: Rp. 51.000

 

Jung Tae-Wo−penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz.

“Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku,” kata Jung Tae-Woo pada gadis dihadapannya.

 

Sandy alias Han Soon-Hee−gadis balsteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae-Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak terkesan.

Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, “Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat.”


Awalnya Jung Tae-Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesal keputusannya terlibat dengan Jung Tae-Woo. Hari-hari musim panas sebgai “kekasih” Jung Tae-Woo dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun keduanya tidak menyadari kebenaran kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka.

 

Kisah ini bermula dari tertukarnya ponsel Sandy dengan Park Hyung Sik, manajer Jung Tae Woo. Pertemuan mereka akhirnya terjadi ketika Sandy mengembalikan ponsel yang tertukar itu (ternyata pemiliknya Jung Tae Woo). Sebelum pertemuan mereka berdua terjadi, manajer Tae Woo, Park Hyung Sik sudah punya rencana ingin membuat skandal tentang artisnya itu agar Tae Woo tidak digosipkan lagi sebagai gay.

Pertemuan kedua kalinya Tae Woo dengan Sandy yang tidak sengaja di butik Mister Kim adalah menjadi awal perjanjian membuat skandal itu. Sandy sebenarnya hanya diminta berfoto saja dengan Tae Woo, pura-pura menjadi kekasihnya. Tapi tentu saja dengan syarat wajahnya tidak ingin terlihat, karena Sandy tidak ingin ada yang tahu akan hal ini. Terutama ibunya dan juga sahabatnya, Young Min yang sangat ngefans berat dengan Tae Woo. Selain itu tidak ada lagi permintaan khusus lainnya dari Sandy. Rahasia ini pun hanya mereka bertiga yang tahu.

Setelah beberapa hari akhirnya skandal ini di publish, Young Min mulai menaruh curiga pada sahabatnya ketika skandal itu menjadi headline di media-media, dan gelagat Sandy sering mencurigakannya, karena ia sempat mendengar ceritanya sendiri dari sahabatnya itu bahwa pernah tertukar ponsel dengan Tae Woo.

Dari skandal yang dibuat-buat itu menimbulkan kedekatan antara Sandy dengan Tae Woo semakin intens. Selain harus berfoto, mereka harus terjebak akan skandal yang lebih jauh, ketika akhirnya identitas Sandy terungkap.

Lika liku kehidupan artis dan orang biasa pada umunya seperti Sandy tentu tidak akan manis kalau tidak dibumbui kisah cinta. Yup, Jung Tae Woo mulai keliatan menaruh hati pada gadis biasa itu ketika Sandy sering ditelepon oleh mantan pacarnya, Lee Jeong Su.

Sebenarnya kenapa Sandy gak meminta imbalan dari skandal yang sudah dilakukannya untuk membantu Tae Woo? Apa rahasia 4 tahun lalu itu? semua jawabannya ada di bagian akhir cerita ini, hehe baca sendiri kalau penasaran :p

Aku memang terlalu terlambat untuk baca novel karya Ilana Tan yang satu ini. Selain tahunnya udah kadaluarsa, ceritanya juga udah gak aneh. Karena sebelumnya aku udah banyak baca jenis cerita yang sama persis kayak gini, kalau gak dari fanfic ya dari drama-drama korea dan buku-buku novel bertema korea yang sekarang sedang membludak di toko-toko buku. Jadi pas baca novel ini sedikit kecewa, terlalu biasa, karena kebiasaan sering baca semacam ginian sih. Hehe

Salah waktu di aku juga sih terlalu telat, kurang awal bacanya. Tapi gak apa-apa deh.. tetap saja aku suka gaya tulisannya Ilana Tan, karena lebih enak dibaca dibandingkan novel-novel lainnya yang sudah pernah aku baca.

Aku kasih 3 bintang deh buat Summer In Seoul

“Kalau suatu saat nanti aku rindu padamu, bolehkah kukatakan padamu?” – Jung Tae Woo


“Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, kau mau memberitahuku?” – Jung Tae Woo

“Kenapa aku harus memberitahumu?”- Sandy

“Supaya aku bisa langsung berlari menemuimu,” – Jung Tae Woo

Nb: sayang sekali aku kurang ngeh kenapa judul novel Summer In Seoul itu tidak menunjukkan sisi dari musimnya itu sendiri, jadi gak dapet feelnya aja dari judul dan isi. Menurut aku loh : )

Oya, gak sabar baca musim selanjutnya Autumn in Paris. Apa masih ada hubungannya dengan kelanjutan Summer In Seoul 😉

Novel tetralogi empat musim ini memang mendebarkan hati pembaca : )

 

Tentang Penulis:

Penulis misterius. Penasaran dengan sosok Ilana Tan, nama aslinya sungguh Ilana Tan kah? atau hanya sekedar nama pena? Sosoknya cewek atau cowok pun aku gak tau.Ilana Tan gak pernah ngasih identitas atau biodata yang jelas tentang dirinya.

Ilana Tan cuma nulis di halaman tentang pengarang—itupun cuma di novel pertama dan keduanya—kayak gini

“Summer in Seoul adalah karya pertama Ilana Tan yang berbentuk novel, selain berbagai cerpen. Ia penggemar film, buku, dan bahasa asing. Kini Ilana menetap di Jakarta dan bekerja di bidang yang disukainya.” –Summer in Seoul.

“Autumn in Paris adalah novel kedua Ilana Tan. Novel pertamanya, Summer in Seoul juga diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Selain menulis, Ilana juga menikmati film, buku, dan bahasa asing. Kini ia menetap di Jakarta dan bekerja di bidang yang disukainya.” –Autumn in Paris.

Meskipun sekarang dia terbilang cukup populer, sangat populer malah, novel-novelnya best seller semua, tapi dia sama sekali tidak pernah memunculkan diri. berarti dia gak sombong dan gak suka pamer, juga gak gila popularitas. patut dicontoh 🙂

coba baca ini ^^