Book Review: The Wind Leading to Love by Ibuki Yuki


Translator: Mohammad Ali
Editor: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Dini Novita Sari
Cover & Illustration: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Genre: Romance, Adult, Family, J-lit
More: Goodreads / booksfromjapan
Rating: 4

—  

Cerita bermula dari para supir truk yang sedang beristirahat sambil mengobrol di rest area Ya no Hana. Mereka membicarakan wanita tengah baya yang mirip dengan Peko-chan karena wajahnya yang bulat. Karena panggilan tersebut wanita itu banyak dikenali oleh para supir yang berbaik hati selalu memberinya tumpangan. Bagi yang memberikan ia tumpangan, Peko-chan akan memberikan imbalan dengan mencukur rambut si supir. Terdengar kabar juga kalau memberikan tumpangan pada Peko-chan, niscaya hidup orang yang mengantarnya itu akan berubah, jauh lebih bahagia dan beruntung.  

Suga Tetsuji yang sedang beristirahat di rest area tak sengaja mendengar percakapan itu, tapi ia tidak mendengarkan secara serius karena rasa kantuknya. Tetsuji pun memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan mobil kecil yang dipinjami oleh seorang pemilik toko aneka ikan kering Miwashi.

Miwashi. Daerah terpencil yang menjadi tempat tujuan Tetsuji. Ia sebenarnya berasal dari Tokyo. Di musim panas ini ia sedang mengambil cuti selama enam minggu di Rumah Semenanjung, rumah peninggalan ibunya yang sudah meninggal belum lama ini. Continue reading

Crying 100 Times


Judul Buku: Crying 100 Times (100回泣くこと)
Penulis: Nakamura Kou
Penerjemah: Khairun Nisak
Penerbit: Penerbit Haru
Terbit: Cetakan I, Juni 2013
Tebal: 256 halaman
Genre: Fiksi, Romance
ISBN: 978-602-7742-19-2
Harga: Rp. 49.000,-

“TO LOVE, TO HONOR. TO CERISH, TO HELP, UNTIL DEATH, DO US APART.”

Waktu itu,
kami sedang memperbaiki
sepeda motor tuaku.

Waktu itu,
ia memintaku untuk menjenguk Book, anjing tua kesayanganku yang sekarat.

Dari dulu,
Book sangat menyukai
suara mesin motorku.

Waktu itu,
aku melamarnya.

Waktu itu,
aku merasa aku adalah pria paling bahagia di dunia.

Aku kira,
kabahagiaan ini
tidak akan berakhir.

Tapi…

Setelah membaca novel J-lit sebelumnya Her Sunny Side, aku sangat penasaran dengan novel ini. Ada sensasi menarik dan berbeda yang membuatku nagih baca J-lit. Mungkin baru dua novel ini yang dibaca, makanya jadi addicted gini ya XD

Novel ini bercerita tentang seorang pegawai kantoran bernama Fujii. Dia sudah 4 tahun meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di kota. Kisah dimulai saat ibunya menelepon, memberi kabar soal anjing peliharaan Fujii yang sedang sakit. Kondisi anjingnya yang bernama Book itu hanya bisa tidur sepanjang hari tanpa melakukan aktivitas apapun, biasanya anjing kan paling suka berjalan-jalan. Binatang kesayangan Fujii-kun ini mungkin merindukan majikannya, hingga sampai saat ini masih bisa bertahan. Sejak empat tahun itu pula Fujii tidak pernah menjalankan sepeda motornya yang selama ini ia simpan di pojok parkiran apartemennya. Sepeda motor yang menjadi saksi pertemuannya dengan Book. Karena saran dari pacarnya, Yoshimi. Fujii memutuskan untuk memperbaiki motornya itu, agar bisa membuat kenangan indah kembali bersama Book yang pasti akan membuat Book senang. Selanjutnya cerita berlanjut mengenai hubungan Fujii dan Yoshimi, setelah bab awal hanya menceritakan Book dan sepeda motornya−yang menurutku alurnya begitu lambat. Tapi, di bab-bab berikutnya entah mengapa alur terasa cepat. Apa karena di bab ini berkisah tentang hubungan dua manusia ya.hee x)

Aku suka bagaimana hubungan Fujii dan Yoshimi terjalin dengan baik dan sederhana, tapi begitu ngena. Apalagi sudut pandang yang diambil adalah tokoh utama laki-laki, kesannya manis aja, jadi gak melulu perasaan perempuan yang diumbar seperti kebanyakan novel lain yang paling dominan tokoh utamanya perempuan.
Cerita mulai berkembang saat keduanya memutuskan untuk melakukan latihan menikah atau lebih tepatnya disebut latihan hidup berumahtangga sebelum menikah sungguhan, yang membuat keduanya tampak sangat bahagia. Agak konyol menurutku x)
Cerita yang berada di tengah-tengah ini cukup membuatku tersentuh, meski aku tidak sampai menitikkan air mata seperti judulnya.

“Suatu hal yang bisa kulakukan. Sesuatu yang bisa kulakukan untuknya adalah tetap selalu ada untuknya. Hanya itu yang kugenggam dan kupeluk…” – Fujii (page 186)

Entah mengapa meski ceritanya sangat sederhana, aku masih bisa menyukai novel ini. Dengan ending yang apa adanya, sangat natural, tidak membuatku tercengang, dan tidak juga membuat kening berkerut.

Untuk Book aku kasih 3 bintang.

Tentang Penulis
Nakamura Kou lahir tahun 1969 di Prefektur Gifu, Jepang. Tahun 2002 debut dengan novel berjudul Rirekisho dan memenangkan Penghargaan Bunshun. Novelnya yang berjudul Natsu Yasumi menjadi nominator dalam ajang Penghargaan Akutagawa yang bergengsi. Novel lainnya dengan judul Guru-guru Mawaru Suberidai mendapatkan Penghargaan Noma Literary Newcomer. Karyanya yang lain adalah Zettai, Saikyou no Uta, Boku ga Suki na Hito ga Yoku Nemuremasu youni.
Yang bisa baca huruf Jepang bisa lihat profil lengkapnya disini dan beberapa karyanya juga disini, covernya bagus-bagus ^o^
Ini wujud cover aslinya Crying 100 Times
51EM010AR5L._SL500_SY180_

Novel ini telah diadaptasi menjadi sebuah film oleh director Ryuichi Hiroki dengan judul yang sama 100 Kai Naku Koto. Tokoh Fujii diperankan oleh Tadayoshi Okura, sementara Yoshimi oleh Mirei Kiritani. Film ini sudah tayang di bioskop tanggal 22 Juni 2013. Sudah kelewat ya.. Katanya sih isi cerita novel dan film ada perbedaan, lebih banyak yang ditambahkan dalam movienya. Jadi penasaran pengin nonton. Semoga aku bisa menikmati filmnya juga ya 😀

Her Sunny Side

her-sunny-side
Judul Buku: Her Sunny Side

Penulis: Koshigaya Osamu

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Penerbit Haru

Genre: Fiksi, Romance, Fantasi

Terbit: Cetakan II, Mei 2013

Tebal: 224 halaman

ISBN: 978-602-7742-12-3

Harga: Rp. 51.000,-

“Apakah kau sendiri juga menganggap bertemu denganku adalah takdir?”

Setelah sepuluh tahun, aku bertemu kembali dengan teman masa kecilku. Berbeda dengan dirinya dulu yang dijuluki ‘Anak Paling Bodoh Di Sekolah’ dan sering ditindas, kini ia bertansformasi menjadi seorang gadis jelita yang serba bisa, sekaligus sukses dalam pekerjaan.

Tetapi, ternyata gadis itu menyimpan sebuah rahasia masa lalu yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit rahasia itu terbongkar. Apakah aku bisa menerima rahasia itu apa adanya? Apakah kisah cinta kami bisa berakhir bahagia?

Selalu ada kegetiran yang mengiringi sebuah kebahagiaan saat kita menyukai seseorang. Novel ini menggabungkan keduanya dengan manis.

Novel ini memakai sudut pandang tokoh cowok. Wow! Jarang-jarang aku baca novel semacam ini, makanya pas dapat novel ini aku girang banget, hehe.

Nah, disini si tokoh utama cowok berumur 25 tahun yang bekerja di bidang pemasangan iklan sebagai staf junior, yang bertemu kembali tanpa sengaja dengan teman masa SMP nya, Watarai Mao. Gadis remaja yang dulu dijuluki sebagai ‘Anak Paling Bodoh di Sekolah’.

Watarai yang sifatnya angin-anginan dan selalu bertindak semau keinginannya membuat dirinya dibully oleh teman-teman sekolah. Okuda Kosuke, yang entah sejak kapan peduli terhadap Mao akhirnya ikut dikucilkan juga oleh teman-teman sekelasnya.

Cerita ini tentu hanya bayangan masa kecil. Di masa kini Kosuke sudah menjadi pria dewasa berumur duapuluh lima tahun. Setelah sepuluh tahun berpisah rupanya banyak yang berubah dari diri Mao, gadis yang dulu paling bodoh di sekolah, kini menjadi gadis yang serba bisa. Pertemuan tanpa sengaja sebagai pendamping klien, kerjasama antara Biro Iklannya dengan perusahaan Lara Aurore tempat Mao bekerja, membuat mereka menjadi dekat dan akhirnya sering jalan bareng. Pertemuan mereka seperti sebuah takdir bagi Kosuke. Hingga benih-benih cinta antara Kosuke dan Mao terjalin ke arah yang lebih serius. Hubungan mereka sangat bahagia, selalu dibumbui keromantisan setiap harinya. Meski dalam perjalanan cinta mereka tidak mudah karena tidak direstui oleh orangtua Mao. Karena hal itulah mereka nekat kawin lari dan hidup bersama. Hidup sebagai sepasang suami istri ternyata membeberkan beberapa fakta ganjil rahasia Mao yang selama ini tidak diketahui Kosuke. Kebersamaan yang sangat intens itulah yang membuat Kosuke menyadari jika Mao tidak banyak berubah, meski sekarang gadis itu lebih cerdas, tapi sifat angin-anginan dan suka bertindak semaunya itu masih melekat di dalam diri Mao. Dan dari sinilah rahasia Mao mulai terendus.

Tokoh Mao disini bikin aku geregetan, kayaknya memang ada yang salah deh di diri Mao. Tapi aku salut dengan Kosuke yang begitu lembut sekali dan sabar hidup satu atap dengan gadis angin-anginan seperti Mao.

Sampai di lembar-lembar terakhir sampailah ke ending cerita yang tak terduga. Aku benar-benar terkecoh beberapa kali saat membaca novel ini. Ternyata… begini ya? Meski ceritanya menjebakku,hehe tapi aku sangat suka.. ini merupakan sensasi baru buatku bisa baca karya penulis asli Jepang. Jadi penasaran untuk membaca novel-novel terjemahan Jepang lainnya. Apa endingnya juga akan mengejutkan ^_^
Untuk masalah typo gak begitu mengganggu, karena hanya sedikit. Kalau cover dari Penerbitharu ini aku sangat suka, selalu sedap dipandang mata 😀

Oya, novel ini juga akan diadaptasi menjadi sebuah film di Jepang loh, dengan judul yang sama Hidamari no Kanojo. Tokoh Kosuke akan diperankan oleh Jun Matsumoto dan Mao sendiri oleh Juri Ueno.

tumblr_mk9z5b69t91qa5ihmo1_500

mereka berdua kelihatan serasi >.<

Ini dia poster filmnya!

hidamari-no-kanojo-flyer

Sebelum menonton filmnya yang akan tayang 12 Oktober 2013, lebih baik baca dulu yuk novelnya 😀 abis itu kudu nonton.

Berikut penampakan cover asli dari novelnya:

novel+hidamari

Aku kasih 4 bintang untuk Hidamari no Kanojo 😀

Tentang Penulis:

Koshigaya Osamu dilahirkan di Tokyo pada tahun 1971. Ia memulai debutnya sebagai penulis lewat novel berjudul Bonus Track yang memenangkan Penghargaan Khusus dalam ajang Japan Fantasy Novel Award di tahun 2004. Karya-karya lainnya adalah: Kaidan Tochuu no Big Noise, Hidamari no Kanojo, Sorairo Memory, Kinyou no Baka, Sekireisou no Tamaru.