If Tomorrow Never Comes


Judul Buku: If Tomorrow Never Comes
Penulis: Dini Komandoko
Penyunting: Fatimah Azzahrah
Penerbit: Media Pressindo
Genre: Romance
Terbit: Cetakan I, 2013
Tebal: 240 Halaman
ISBN: 979-911-340-7
Harga: Rp 38.000

Rating: 2 Bintang


Continue reading

Advertisements

Really Love You

Really_love_you3

Judul : Really Love You
Penulis : Loryta Chai
Penerbit : Media Pressindo
Tahun : 2012

Novel ini bercerita tentang grup band yang begitu populer di Saint school bernama Ice Man, yang memiliki tiga personil tampan dan keren, bernama Joe, Kenny, dan Ray Steven Key atau lebih akrab dipanggil Ice.

Sang leader adalah paling banyak dielu-elukan oleh para cewek, terutama siswi-siswi di sekolahnya. Siapa sih yang ga mau jadi cewek Ice? Udah ada berapa banyak siswi satu sekolah yang nembak Ice, namun ditolak mentah-mentah olehnya, dan dicampakannya begitu saja.

Sesuai dengan namanya Ice, ia pria yang dingin, sombong, sok hebat, dan tidak berperasaan. Kenyataan seperti ini yang membuat Fanny, salah satu siswi di sekolah Saint yang menyukai Ice diam-diam tidak berani mengungkapkan perasaanya seperti kebanyakan siswi yang lain. Ia lebih memilih untuk mengurungkan niatnya untuk tidak menyukai Ice, biarkan ini menjadi rahasia hatinya saja. Namun tanpa disangka, surat yang pernah ia buat untuk Ice harus terbang tertiup angin hingga akhirnya surat itu ditemukan oleh Ice di halaman sekolah pada jam istirahat. Fanny yang sangat malu dengan isi surat itu segara membuat alibi jika itu bukan suratnya, karena memang tidak ada bukti siapa nama penulis surat cinta itu. Dihadapan semua teman-teman Ice tetap mencurigai Fanny lah yang menulisnya, hingga akhirnya tanpa disangka, Ice langsung menerima cinta Fanny. Hal yang sangat mengejutkan, mustahil dan menyedihkan bagi cewek-cewek yang sudah ditolak Ice.

Menjalani cinta bersama Ice, ternyata tidak semulus yang Fanny pikirkan, ia harus kuat menghadapi para fans Ice Man serta perlakuan Ice yang tidak menunjukkan sikap sebagai seorang kekasih. Sekuat apa cinta Fanny pada Ice? Apakah ia akan bertahan pada cintanya yang tidak pasti? Karena Ice seperti hanya mempermainkannya saja dan tidak mencintainya?

Novel ini cukup bagus, bikin geregetan dan lumayanlah buat menghibur, karena bukunya juga ga tebal, seru buat dibaca kalau lagi santai J

Quotes yang ku sukai:

“Karena itu aku tidak mau seperti ereka yang sudah jelas-jelas ditolak olehmu tapi masih saja menyatakan cinta. Apakah itu tidak bodoh namanya?” – Fanny.

“Benar, aku tidak mau jadi cewek terakhir yang kau tolak,” – Fanny.

Aku kasih bintang 3 untuk chemistry yang bagus antara Ice dan Fanny