Book Review: To All the Boys I’ve Loved Before by Jenny Han (BLOG TOUR: GIVEAWAY)


Translator: Airien Kusumawardani
Editor: Selsa Chintya
Proofreader: Yuli Yono
Genre: Romance, Young Adult
More: Goodreads
Rating: 5

LARA JEAN MENYIMPAN SURAT-SURAT CINTANYA DI SEBUAH KOTAK TOPI PEMBERIAN IBUNYA.

Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai-totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.

Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan-entah oleh siapa.

Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya-termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.


Lara Jean Song kewalahan saat tahu surat-surat cinta yang ditulisnya untuk cowok-cowok yang disukainya dulu terkirim tanpa sepengetahuannya. Sebenarnya itu bukan surat cinta sungguhan, tapi hanya sebuah surat perpisahan beserta luapan perasaannya dari cinta menjadi tidak cinta lagi. Namun dari kelima cowok itu, ada satu orang yang masih ia sukai sampai saat ini. Ia adalah tetangga rumahnya, Josh, yang sangat disukai oleh seluruh anggota keluarganya.

Mari mengilas balik bagaimana surat-surat itu bisa terkirim… (no spoiler)
Lara tinggal bersama seorang ayah, kakak perempuan (Margot), dan adik perempuan (Kitty). Ayahnya adalah satu-satunya laki-laki di rumah, bahkan dalam pekerjaannya pun ia selalu dikelilingi oleh perempuan lantaran profesinya sebagai dokter kandungan di rumah sakit. Istrinya sudah lama meninggal sejak Lara Jean masih kecil.

Kekeluargaan mereka begitu erat dalam berbagai kesempatan, baik untuk makan malam, membuat kue, dan berbelanja, semua dilakukan bersama-sama. Sampai suatu hari, saat ajaran baru akan tiba, Margot memutuskan untuk kuliah di Skotlandia, jauh beribu-ribu mill dari rumah. Itu artinya, Lara akan kehilangan sosok yang layaknya seperti ibu rumah tangga di rumah, sosok kakak panutan baginya. Dan, satu kenyataan lagi yang harus Lara ketahui, bahwa Margot telah putus dari kekasihnya, Josh. Iya, Josh, Josh tetangga mereka, yang disukai Lara.

“Mommy bilang padaku untuk berusaha agar tidak pergi kuliah meninggalkan seorang pacar. Mommy bilang dia tidak ingin aku jadi seorang gadis yang menangis setiap kali bicara dengan pacarnya di telepon dan mengatakan ‘tidak’ untuk segala hal, bukannya berkata ‘ya’.” (page 11)

Semenjak kepergian Morgot, Lara berusaha keras untuk menjadi seorang kakak yang baik untuk Kitty. Mengurus rumah, memasak, berbelanja, bahkan mengatar Kitty ke sekolah kini menjadi tugasnya. Sementara itu, Josh yang tadinya sering main ke rumah akan mulai jarang untuk datang, tapi jika Lara membutuhkannya, Josh akan selalu siap membantu.

“Aku segera berangkat. Apa kau ingin aku tetap bicara di telepon denganmu?” (page 44)

Perasaannya pada Josh memang belum sepenuhnya berubah, tapi ia tahu diri untuk berhenti mencintainya karena Josh dan Margot pasti akan kembali bersama.

Di hari pertama masuk sekolah Lara mengalami nasib sial. Peter Kavinsky, cowok paling populer dan keren di sekolahnya mengakui telah menerima surat cinta darinya. Iya, surat-surat itu, surat yang hanya ia simpan sendiri di topi hijau kebiruan pemberian ibunya.

“Kubuka mataku. Aku tidak sedang bermimpi dan ini nyata. Ini mimpi buruk. Peter Kavinsky menggenggam suratku di tangannya. Tulisan tanganku, amplopku, perasaanku. ‘Bagaimana-bagaimana kau bisa mendapatkan surat itu?'” (page 77)

Lara membenci Peter karena selain kejadian saat kelas 7 SMP dulu di rumah Genevieve, juga karena Peter laki-laki yang sombong dan suka tebar pesona. Dan masih banyak lagi hal-hal buruk yang tidak bisa ia maafkan di masa lalu tentangnya.

“Bagaimana kalau surat Peter hanyalah sebuah permulaan? Bagaimana kalau… bagaimana kalau surat-suratku yang lain, entah bagaimana terkirim juga? Surat untuk John Ambrose McClaren. Kenny dari perkemahan. Lucas Krapf. Josh. Oh, Tuhan. Josh.” (page 84)

Lara pontang-panting untuk menghindari Josh, ia merasa malu jika Josh tahu perasaannya, harga dirinya akan hancur. Lalu, apa yang harus ia lakukan?

“Ya, aku punya pacar. Sseseorang yang sangat kusukai. Jadi, tolong jangan cemaskan masalah ini.” (page 95)

Sebuah ide terbesit di hadapannya begitu saja saat Peter Kavinsky muncul. Dan tanpa pikir panjang, Lara melempar diri ke arahnya-membuat pengakuan bahwa Peter adalah pacarnya. Meksipun tidak memikirkan konsekuensinya, setidaknya ia bisa membuat harga dirinya tidak jatuh di depan Josh gara-gara surat itu.

Cerita pun semakin seru di mana Lara meminta Peter untuk jadi pacar bohongannya di depan Josh, dan Peter yang tidak mau rugi mengambil kesempatan ini untuk membuat mantannya cemburu. lalu, bagaimana akhir dari semua kekacauan ini?

Novel ini beralur campuran sehingga kita bisa tahu sebab dan akibat dari sebuh peristiwa yang terjadi dalam ceritanya. Sudut pandangnya menggunakan orang pertama dengan POV Lara. Penulis mengekspresikan gaya bercerita Lara yang luwes seakan-akan pembaca ikut merasakan apa yang dialami oleh Lara, baik itu keceriaan, kegaduhan, keharuan, rasanya benar-benar campur aduk, saya sangat suka dengan tokoh Lara ini.

Meskipun di bab-bab awal cerita tampak berjalan lambat karena penulis lebih dulu menggali sisi keluarganya Lara, tapi saya tidak merasa kecewa… sebab gadis-gadis Song sangat meramaikan suasana cerita, beberapa tokoh pun banyak yang terbangun karena interaksi di antara mereka. Seperti halnya sifat Lara yang apa adanya, ia memiliki rasa takut dan berani yang masuk akal, juga kejahilannya pada Kitty bisa membuat tokoh-tokoh lain hidup di sekitarnya.

Terjemahan dari penerbit Spring sangat saya acungi jempol, gaya bahasanya ngalir dan nggak bosan untuk dibaca. Secara keseluruhan buku ini sangat rapih dan cantik, secantik covernya, dan yang paling saya sukai tak ada typo satupun (menurut kacamata saya).

Nggak sabar pengin baca sequelnya, semoga segera diterbitkan juga oleh Spring 😉

Published: April, 2015
Publisher: Penerbit Spring
Pages: 380
About Author: Jenny Han Blog @JennyHan
**

And now, saatnya Giveaway!!!

(((GIVEAWAY)))
Ada dua buah novel To All the Boys I’ve loved Before persembahan Penerbit Spring untuk dua orang pengunjung blog saya yang beruntung 😀

Syaratnya cukup mudah, simak rulesnya di bawah ini ya:
1. Peserta berdomisili di Indonesia
2. Follow blog ini (boleh via wordpress, email, atau bloglovin)
3. Like fanpage Penerbit Spring, follow akun twitternya @penerbitspring dan saya @ftsongsh karena pemenangnya akan saya hubungi lewat sosmed ini.
4. Share giveawaynya!
5. Silakan jawab pertanyaan saya:
“Seandainya atau kamu benar-benar pernah jatuh cinta secara diam-diam, apa sih yang akan kamu lakukan dengan perasaanmu itu?” Apakah kamu akan melakukan hal yang sama seperti Lara Jean atau bagaimana?
6. Tolong jawab dengan format:
Nama:
Domisili:
Akun Twitter:
Link share:
Jawabanmu:
7. Giveaway berlangsung pada tanggal 3 Mei – 17 Mei 2015
8. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 18 Mei 2015
9. Jika dalam waktu 48 jam pemenang tidak memberikan kabar, akan dipilih pemenang yang baru.
10. Jika ada pemenang dobel dalam blogtour, host berhak untuk mengundi ulang jika merasa perlu. Jika tidak ada undian ulang, pemenang HANYA akan mendapatkan 1 buku meskipun sudah menang beberapa kali.

Terakhir… ada KUIS FINALE berhadiah buku To All the Boys I’ve Loved Before dan sebuah merchandise dari Penerbit Spring. Caranya:
1. Kamu tentu harus mengikuti Blog Tour To All the Boys I’ve Loved Before dari awal sampai akhir.
2. Karena di setiap akhir postingan, para penyelenggara blog tour ini akan menyediakan piece yang merupakan bagian dari sebuah PUZZLE yang harus kamu kumpulkan dan simak baik-baik.
3. Setelah itu, kamu harus menyusun semua piece tersebut ke dalam satu image, membentuk GAMBAR hingga jelas apa yang ada di sana.
4. Terakhir, post gambar tersebut di Wall Fanpage Spring, sertakan kesan-kesan kamu terhadap Blog Tour To All the Boys I’ve Loved Before.
5. Dan ini piece dari saya:

6. Berikut daftar para blogger yang berpartisipasi dalam event ini, berserta jadwal tournya:
03 April – Orinthia Lee http://orinthiaandbooks.blogspot.com
06 April – Ken Astri D. http://justsavemywords.wordpress.com
08 April – Ria Destriana http://girlwithwritingproblems.wordpress.com
10 April – Biondy Alfian http://kireinasekai.blogspot.com
12 April -Jenny Thalia Faurine http://antibooks.wordpress.com
14 April – Oktabri Erwanda http://stopleskata.wordpress.com
16 April – Ariansyah http://ariansyahabo.blogspot.com
18 April – Abduraafi Andrian http://bibliough.blogspot.com
19 April – Hilmi Tsuraya Zulfania http://librira.wordpress.com
21 April – Fery Juni Ismarianto http://feedmebook.blogspot.com
23 April – Fikriah Azhari http://fikriah-bookaddict.blogspot.com
25 April – Cut Lilis Rusnata http://bacabuk.blogspot.com
26 April – Dini Y. Nurhasanah http://dhynhanarun.blogspot.com
28 April – Dinar Arisandy http://dinararisandy.wordpress.com
30 April – Dyah Muawiyah http://chocotale.blogspot.com
2 Mei – Ivana http://sleepy-bookworm.blogspot.com
3 Mei – Irnalasari https://treasureinari.wordpress.com (you’re here)
5 Mei – Farah Fahma http://fanbookfar.wordpress.com
7 Mei – Fauziyyah Arimi http://blogbukufaraziyya.wordpress.com
9 Mei – Wardahtuljannah http://melukisbianglala.wordpress.com
Semoga Beruntung ^^

Fangirl



Judul Buku: Fangirl
Penulis: Rainbow Rowell
Penerjemah: Wisnu Wardhana
Design Cover: Bambang “Bambi” Gunawan Terbit: November 2014
Penerbit: Penerbit Spring
Genre: Romance, Contemporary, Young Adult
Tebal: 456 halaman
ISBN: 978-602-71505-0-8
Bisa beli di: OwlBookStore

Rating: 4 Bintang

Blurb: (more)

Review:
Tokoh utama dalam novel ini adalah Cath yang memiliki saudara kembar bernama Wren. Meskipun kembar identik mereka tetap punya perbedaan, hal yang paling mencolok adalah gaya dan sifat-sifatnya. Cath cenderung introvert, kutu buku, dengan style kacamata dan rambut panjang diikat ekor kuda. Sedangkan, Wren adalah tipe extrovert dengan gaya lebih fashionable dengan rambut pendeknya. Continue reading