[Baca Bareng] Book Review: The Fault in Our Stars by John Green


20150328_140020
Translator: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Editor: Prisca Primasari
Proofreader: Yunni Yuliana M.
Genre: Romance, Young Adult
More: Goodreads
Rating: 4

Meski keajaiban medis mampu mengecilkan tumornya dan membuat Hazel bertahan hidup beberapa tahun lagi, Hazel Grace tetap putus asa. Hazel merasa tak ada gunanya lagi hidup di dunia. Namun, ketika nasib mempertemukannya dengan Augustus Waters di Grup Pendukung Anak-anak Penderita Kanker, hidup Hazel berubah 180 derajat.

Mencerahkan, berani, dan menggugah, The Fault in Our Stars dengan brilian mengeksplorasi kelucuan, ketegangan, juga tragisnya hidup dan cinta.

Sebenarnya sih novel ini biasa saja, nggak wow, tema yang diangkat pun bagi saya cukup mainstream. Entah sudah berapa novel yang saya baca mengenai tokoh utama yang mempunyai penyakit. Continue reading

Advertisements

My Princess

My_princess

Judul: My Princess

Penulis: Hyun Kyung Sohn 

Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas

Penerbit: Qanita (PT Mizan Pustaka)

Tebal:  348 halaman 

ISBN: 978-602-9225-44-0

Harga: Rp. 45.000

Seol tak pernah menyangka dirinya seorang putri Kerajaan Korea. padahal, sebelumnya dia hanyalah mahasiswi yang memilki banyak pekerjaan paruh waktu. Dia pun diboyong ke istana dan harus mempelajari etika-etika menjadi putri. Yang mengejutkan, guru yang mengajarinya adalah Hae Young, diplomat eksentrik yang berkali-kali bermasalah dengannya.

Rupanya, Hae Young sama sekali tidak tulus mengajari Seol. Demi harta kerajaan, Hae Young akan melakukan apapun agar Seol angkat kaki dari istana. Namun, tanpa disadari, dia dan sang Putri semakin dekat dan saling bergantung. Akankah Hae Young menyerah dan lebih memilih Seol daripada harta yang diperjuangkannya?

My Princess disiarkan oleh MBC pada 2011 dan banyak digemari oleh pemirsa di Korea Selatan maupun internasional. Sebuah komedi romantis yang manis dan tak terlupakan.

Yap, bagi pecinta Kdrama pasti sudah tahu kalau novel ini sebelumnya pernah ditayangkan di MBC TV Korea dengan masa tayang 16 episode dan rating akhir 15,4%.

Dramanya sendiri aku tidak terlalu mengikuti karena dari awal aku lihat plotnya terlalu lambat, hingga membuatku malas menonton lanjutannya. Hehe.. ternyata tidak beda jauh juga dengan novelnya sendiri. klimaks muncul hampir di lembar-lembar terakhir, sementara di lembar-lembar pertama hanya disuguhkan tentang cerita di masa lalu Raja Soon Jong dan keturunannya, hingga lahirlah Seol.

Secara singkat ceritanya sudah tergambar jelas di sinopsis, namun aku akan mengulas lagi sedikit, ya sedikit saja..

Novel ini menceritakan tentang Lee Seol, mahasiswi jurusan Antiquities Study of History di Universitas Seorim. Dia menyukai dosennya sendiri yang sering ia panggil Profesor Nam Jung Woo.

Dulunya Seol tinggal di panti asuhan, lalu pada suatu hari dia diadopsi oleh Lee Dong Goo dan Kim Da Bok yang tidak memiliki anak. Selain Seol, mereka juga mengadopsi Lee Dan yang kebetulan teman Seol di panti asuhan. Mereka berdua memang biasa bersama namun tidak akrab, malah Dan selalu saja sinis melihat Seol. Seol tidak mengerti dengan sikap unnienya itu padanya.

Selain menjadi mahasiswi, Seol memilki kerja paruh waktu sebagai model untuk berfoto dengan pengunjung di Istana Deoksu.

Tak berapa lama waktu berputar, hidup Seol kini berubah total saat mengetahui kalau dia adalah seorang Putri, ya.. putri sungguhan dari Kerajaan Korea yang sudah lama punah.

Presiden Korea lalu menugaskan Park Hae Young yang seorang Diplomat untuk menjadi tutor sang Putri. Hae Young sendiri menentang dengan diberlakukannya sistem Kerajaan pada abad 21 ini. Karena itu artinya dia akan kehilangan harta warisannya. Grup DaeHan yang akan memberikan seluruh hartanya untuk rakyat dan Kerajaan, setelah Seol disahkan menjadi seorang putri nantinya. Ini semua berasal dari rencana kakeknya Park Dong Jae.

Seperti drama-drama populer lainnya, cinta segi empat dan cerita benci jadi cinta sudah menjadi tradisi bagi setiap drama-drama di Korea maupun di Tanah Air. Lee Seol, Park Hae Young, juga Nam Jung Woo dan Oh Yoon Joo yang menjadi tokoh penguat cinta dalam novel ini.

Profesor Nam Jung Woo dan Oh Yoon Joo mereka berdua dulunya adalah sepasang kekasih namun terpisah karena mereka menyibukkan diri dengan profesi masing-masing.

Yoon Joo yang merupakan Kurator Museum Hae Young adalah anak dari pelayan Ki Tae yang bekerja dengan Dong Jae kakek Hae Young. Kedekatan Hae Young dan Yoon Joo tidak dapat dipungkiri, mereka saling menyukai, namun pandangan Hae Young berubah saat bertemu dengan Seol. Karena ternyata selama ini dia tidak merasakan sesuatu yang dapat membuat hatinya bergetar setiap kali di dekat Yoon Joo. Dia sadar dia tidak jatuh cinta dengan Yoon Joo, melainkan selama ini dia hanya berpikir bahwa Yoon Joo adalah gadis yang pantas untuknya.

Sekarang aku bahas beberapa tokoh yang kusuka dan tidak kusuka:

Lee Seol dan Park Hae Young adalah tokoh yang sangat ku suka. Chemistry antara mereka berdua membuatku bisa menggetarkan senyuman, eaa xD

Lee Dong Goo dan Kim Da Bok yang merupakan kedua orangtua angkat Seol dan Dan juga sangat manis dan baik hati. Mereka benar-benar seperti orangtua kandung bagi Seol dan Dan. Tidak ada pilih kasih diantara mereka. (aku jadi iri >_<)

Untuk Park Dong Jae, kakek yang cukup keras kepala dan hanya mementingkan dirinya sendiri agak sebal juga deh. Mungkin sifat itu terlahir karena perasaan bersalahnya pada Kerajaan Soon Jong. Miris sekali memang…cucunya Hae Young selama 20 tahun tidak mendapat kasih sayang dari seorang kakek dan ayah. Ya, disini Hae Young menceritakan bahwa ia kira ayahnya sudah mati dan kakek selalu menyembunyikan tentang ayahnya yang sebenarnya sudah mati atau masih hidup.

Ayah Hae Young yang bernama Park Seung Kyu ini lucu sekali, bukan
orang atau sifatnya yang lucu, melainkan lucu karena dia muncul di akhir cerita dengan tiba-tiba, kemunculannya di rumah sakit tempat Dong Jae di rawat dan Hae Young yang sedang berada disana. Dari cerita awal sama sekali tidak ada tanda-tanda tentang Park Seung Kyu, sehingga cukup mengejutkanku. Tahu darimana dia kalau ayahnya dan anaknya Hae Young ada di rumah sakit? Juga Seol yang sedang ada dalam masalah? Apa selama ini Park Seung Kyu sebenarnya mengawasi hidup mereka secara diam-diam. Wow benar-benar aneh dan ya… mengejutkan. Agak sulit memang menceritakan seseorang yang akan muncul tiba-tiba dalam sebuah tulisan, berbeda dengan film yang adegannya bisa di ambil dari bayangan sesosok pria atau jejak-jejak kaki yang tertinggal di depan rumah. Haha

Lee Dan. Aku tidak suka dengan tokoh yang satu ini. Tidak jelas mengapa dia benci pada Seol. Mungkin iri menjadi alasan pastinya. Tapi, dibagian terakhir dijelaskan ternyata bukan karena itu alasannya, tapi karena Dan cuma ingin melakukannya. Ya, cuma karena dia ingin melakukannya. Aneh sekali.. apa Dan benar-benar memilki sifat seperti itu? Melakukan sesuatu karena dia memang ingin melakukannya…? Terbesit salah atau benar yang penting dia cuma ingin melakukannya.

Namun tokoh Dan memiliki kekuatan sendiri dalam cerita ini, meskipun dia hanya muncul sebentar saja dalam beberapa adegan.

Tokoh Oh Yoon Joo seperti tokoh-tokoh wanita lainnya yang merupakan cinta pertama pemeran utama pria. Tokoh seperti itu selalu digambarkan berwajah cantik dan baik hati, namun ternyata sifatnya sama seperti rubah. Sebenarnya dalam cerita ini Yoon Joo sendiri berbuat jahat seperti itu karena dia ingin menolong Hae Young, dia ingin agar Hae Young bahagia dan bisa bersamanya. Namun rubah tetaplah rubah, walaupun dia berniat baik untuk Hae Young, dia tetap salah karena berbuat sesuka hatinya sehingga menyakiti orang lain. Sama seperti Dan, dia melakukan sesuatu tanpa berpikir itu salah.

Ki Tae tidak banyak mendapat adegan yang penting. Dia hanya seorang ayah yang bekerja sebagai pelayan setia bagi Dong Jae, sifatnya disini cukup baik.

Nam Jung Woo. Profesor muda yang tampan, pria yang sangat setia dan cukup tegas dalam mengambil keputusan. Dia tidak plin plan dengan cintanya pada Yoon Joo. Sekalipun Yoon Joo berbuat jahat, dia tetap mencintainya dan melindunginya sampai kapan pun. Jung Woo juga sangat baik hati membantu Seol dan Hae Young dalam menguak Hyangnang yang hilang dan palsu.

Jika kalian udah pernah nonton drama “My Princess” pasti bertanya-tanya, ada ga sih bedanya drama dengan versi novelnya? Jawabannya… Ya, pasti ada.

Jadi kalau penasaran apa bedanya kedua versi ini, sebaiknya anda segera beli ke toko buku terdekat XD

Oh, ya.. aku juga tidak menemukan typo dalam buku ini : )

Dialog yang kusuka antara Hae Young dan Seol:

(Page 212)

“Kau tahu kenapa Tae Jong bisa sangat sukses dalam bidang politik?” – Hae Young.

“Karena dia mau mendengarkan kritikan pedas dari bawahannya. Memang harus begitu. Ada orang yang hanya berkata-kata manis agar dia bisa menyenangkan lawan bicaranya, tapi hubungan kita dengan orang seperti itu takkan awet.” – Seol.

“Kalau begitu, kau siap mendengarkan kritikan pedas tentangmu?” – Hae Young.

“Iya, asalkan itu demi diriku. Itulah kenapa perkataan pahit yang disisipkan dengan kasih sayang dapat terasa manis. Tapi bisa juga tidak seperti itu, sih. Apalagi, sekarang banyak orang di internet yang mancaci maki kita hanya karena mereka menginginkannya. Menurutku, lebih baik tidak usah mendengarkan perkataan pahit orang-orang yang hanya ingin memojokkanku, karena aku hanya akan merasa sakit jika mendengarkannya.” – Seol.

“Nanti jangan main internet lagi, ya.” – Hae Young

“Kenapa?” – Seol.

“Karena kau akan kesakitan.” – Hae Young.

LOL XD

Quotes yang kusukai :

(Page 275)

Sepenggal dialog dari film Days Of Being Wild

“Kau dan aku telah menghabiskan semenit bersama. Aku takkan melupakan satu menit yang berharga ini. takkan bisa terhapus. Karena satu menit itu telah menjadi masa lalu.”

“Putri-putri kami yang berasal dari hati kami,” – Lee Dong Goo dan Kim Da Bok.

Aku kasih 4 bintang untuk pasangan yang serasi Lee Seol dan Park Hae Young. Lebih tepatnya Kim Tae Hee dan Song Seung Heon… please jadi real couple. Hehehe