Ai


Judul Buku: Ai
Penulis: Winna Efendi
Editor: Nurul Hikmah
Genre: Romance, Young Adult
Penerbit: Gagasmedia
Terbit: Cetakan ke-19, 2013
Tebal: 282 halaman
ISBN: 979-780-686-3

Rating: 3 Bintang

Blurb:
Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, kau tiba-tiba baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan. (more)

Review:
Tema persahabatan jadi cinta sudah cukup mainstream bagi penikmat genre romance. Continue reading

Melbourne (Rewind)

Judul Buku: Melbourne

Penulis: Winna Efendi

Penerbit: Gagasmedia

Terbit: Cetakan IV, 2013

Genre: Romance, Non Fiksi

Tebal : xii + 328 halaman

ISBN: 979-780-645-6

Harga: Rp 52.000,-

Blurb:

Pembaca tersayang,

Kehangatan Melbourne membawa siapa pun untuk bahagia.

Winna Efendi menceritakan potongan certa cinta dari Benua Australia semanis karya-karya sebelumnya: Ai, Refrain, Unforgettable, Remember When, dan Turth or Dare.

Seperti kali ini, Winna menulis tentang masa lalu, jatuh cinta, dan kehilangan.

Max dan Laura dulu pernah saling jatuh cinta, bertemu lagi dalam satu celah waktu. Cerita max dan Laura pun bergulir di sebuah bar terpencil di daerah West Melbourne. Keduanya bertanya-tanya tentang perasaan satu sama lain. bermain-main dengan keputusan, kenangan, dan kesempatan. Mempertaruhkan hati di atas harapan yang sebenarnya kurang pasti.

Setiap tempat punya cerita.

Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari Melbourne bersama pilihan lagu-lagu kenangan Max dan Laura.

Review: Continue reading

Refrain

87a79-refrain

Judul Buku: Refrain
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Genre: Romance
Terbit: Cetakan XVIII, 2013
Tebal: vi + 318 halaman
ISBN: 979-780-326-7
Harga: Rp. 46.000,-

Blurb:

Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.

Continue reading

Refrain


Judul Buku: Refrain
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Genre: Romance
Terbit: Cetakan XVIII, 2013
Tebal: vi + 318 halaman
ISBN: 979-780-326-7
Harga: Rp. 46.000,-

Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.

Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian Jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, disetiap cerita harus ada yang terluka.

Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.

Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.
**

Pernah sahabatan sama lawan jenis dan atau sekarang masih lanjut? Kalau dalam hubungan tersebut tiba-tiba ada perasaan lain, bagaimana ya? Maksudnya setelah lama dekat bertahun-tahun, jadi awkward dan bikin perasaan kembang kempis. Wah itu sih sudah taraf jatuh cinta ya. Jatuh cinta pada sahabat sendiri.

Seperti yang terjadi dalam novel ini, ceritanya memang terbilang biasa, tapi karya Winna Efendi mampu menyulap cerita sederhana ini menjadi menganggumkan. Hal ini karena, gaya bahasa, alur, dan pencitraan tokoh-tokohnya dikemas berbeda−−membuat novel Refrain ini menjadi favoritku. Dan karena memang aku suka sih dengan gaya ceritanya mbak Winna, tidak hanya dalam novel ini saja.

Anyway, aku suka dengan sinopsis back covernya, tidak melenceng dari isi cerita, kalimat-kalimatnya merangkum isi dari novel ini. Tidak seperti kebanyakan novel lain yang kadang tidak nyambung antara sinopsis dengan isi. Selalu dibuat mendayu-dayu, so puitis atau berfilosofis. (kalau aku sih tipe pembeli yang tidak suka baca sinopsis back cover, tapi tipe yang baca resensinya dulu dari banyak orang yang sudah baca) xD

Cerita dimulai dari dua orang sahabat yang sudah dekat dari kecil, namun di novel ini mereka sudah tumbuh sebagai remaja SMU. Niki dan Nata.
Niki adalah gadis yang ceria dan energik. Dia ikut tim cheerleaders yang diketuai oleh Helena. Sedangkan Nata adalah cowok yang tidak bisa mengekspresikan sesuatu secara gamblang, bukan tipe cowok-cowok romantis bak pangeran bermobil−yang membukakan pintu mobilnya untuk cewek yang disukainya, atau mengatakan sayang dengan mudah. Nata memang tidak seperti itu, dia agak pendiam jika dibandingkan dengan laki-laki lain. Biasanya hal ini disebut dengan kekurangan ya, lalu kelebihannya apa? Kelebihan Nata adalah dia bisa bermain musik, hobinya bermain gitar dan jago menciptakan lagu, meski dia demam panggung.

“Di antara kita berdua, siapa ya kira-kira yang bakal jatuh cinta duluan? Kamu atau aku?” – Niki (page 3)

Dalam persahabatan mereka, hadir Annalise, murid baru pindahan dari Amerika. Ibunya yang mantan model Internasional terkenal sekarang menjadi fashion designer−−membuatnya harus sering berpindah-pindah sekolah, hingga membuatnya menjadi orang yang tertutup. Percuma saja berkawan, kalau pada akhirnya ia harus pergi meninggalkan orang yang sudah atau baru sebentar dikenalnya.

Namun, di SMU Harapan, kali ini pikiran Annalise terbuka tentang arti dari seorang teman. Ia melihat Niki yang ceria dan persahabatannya yang begitu dekat dengan Nata sangatlah menyenangkan−−hingga membuatnya ingin berkawan juga. Apalagi setelah kasus bolos sekolah.

Percaya dengan cinta pada pandangan pertama? Annalise dan Niki sepertinya iya. Pertemuan pertama Annalise dengan Nata di ruang UKS tampaknya membuat Nata menjadi spesial di mata Annalise. Sementara itu, Niki yang bertemu dengan Oliver, kapten tim basket SMU Pelita juga mengalami hal yang sama. Dengan kegentlean Oliver mengajaknya kenalan saat ada pertandingan basket antarSMU−−Niki langsung menaruh rasa suka pada cowok populer itu.

Lalu, bagaimana dengan Nata?
Siapa diantara mereka yang sudah jatuh cinta duluan?

“Yang gue tau, persahabatan itu nggak memilih. Persahabatan bukan didasari oleh gender, usia, motif, atau apa pun itu. Persahabatan yang tulus gak harus punya alasan,” – Nata (page 262)

Meskipun sudah bisa ditebak endingnya, tapi pemaparan ceritanya sangat halus dan mengalir.
Aku sangat suka dengan karakter Annalise karena tidak mementingkan ego hatinya. Juga Oliver yang masih punya hati, dan menurutku sangat gentle.
Tokoh Helena pun tidak dibuat lebay dengan peran antagonisnya. Dia berperan seperti itu karena memang beralasan.
Yang jadi favoritku selain Anna adalah Danny, kakak Nata ini meskipun hanya muncul sedikit, tapi kharismanya kelihatan dapet banget xD

Ada satu hal nih, yang menurutku agak kurang rasional dalam novel ini, yaitu saat Niki bertemu dengan ibunya Annalise, Vidia Rose. Disini diceritakan kalau Niki ngefans berat dengan Vidia, tapi saat pertemuan pertama mereka−−kenapa tidak tampak antusias Niki pada sang idola, justru malah berani menasihati.
Dan sebagai buku yang best seller−−dengan cetakan yang ke delapanbelas ini, sangat disayangkan sekali masih banyak typo.

Well, sebelum membaca novel ini, aku sempat bertanya-tanya apa maksud cinta selalu pulang itu? Dan maksud dari cinta datang terlambat yang dinyanyikan oleh Maudy Ayunda dalam OST. film Refrain. Semuanya terjawab setelah habis membaca buku ini 🙂

Mau itu cover asli ataupun cover film, aku tetap suka dua-duanya. Karena surat beramplop biru itu masih ada 😀

refrain

refrain


Novel gagas memang selalu menarik dari segi cover ataupun bookmarknya 😀

4 bintang untuk amplop biru.

Quotes yang kusuka:
“Ada tiga jenis orang di dunia ini; orang yang memiliki mimpi lalu memilih untuk mengejarnya sampai dapat, orang yang memiliki mimpi, tapi tidak melakukan apa-apa untuk menjadikannya nyata, dan orang yang sama sekali tidak mempunyai mimpi.” (page 299)

Remember When

10810798

Judul: Remember When 

Penulis: Winna Efendi

Terbit: Cetakan I, 2011 

Penerbit: GagasMedia 

Genre: Romance

Tebal:  viii + 252 halaman

ISBN: 979-780-487-9

Harga: Rp. 43.000


Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.

 

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?

 

Lalu, saat kau berkata, “Aku mencintaimu”, aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

 

“Aku mencintaimu,” katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu

 

Gak bisa dipercaya kisah dalam novel ini bisa dimengerti dan dibolehkan. Secara tidak langsung aku sendiri juga sudah memperbolehkannya. kacau memang..ironis~.~, bikin emosi campur aduk, membawa pembaca menyelam ke dunia fiksi ini.

Gia, Adrian, Moses, dan Freya.

Gia dan Freya sahabatan, begitu juga Adrian dan Moses. Mereka berempat jadian saat kelas satu SMU, hari-hari pernyataan cinta yang sangat menggebu dan penuh suka cita. Sesuai dengan apa yang Adrian dan Moses harapkan ketika menembak Gia dan Freya.

Gia dengan Adrian, dan Moses dengan Freya. Hubungan mereka pun sangat harmonis dan terbilang manis. Sampai pada tahun kedua dalam hubungan mereka timbul perubahan-perubahan. Perubahan yang mulai terjadi pada Adrian dan Freya. Gia masih tetap cinta Adrian, bahkan semakin sayang. Begitu juga Moses semakin menyayangi Freya, meskipun ia masih sulit untuk mengutarakannya dalam tindakan, sedikit kaku, karena memang dia bukan laki-laki tipikal romantis seperti Adrian yang selalu mengumbar kemesraan di depan umum.

Freya memang introvert dan dia merasa cocok dengan Moses yang memiliki kesamaan dengannya. Tapi lama-lama ia merasa iri, ya awalnya. Ia ingin juga merasakan cinta yang menggebu-gebu seperti yang dikatakan Gia padanya setiap kali bercerita soal hubungannya dengan Adrian. Freya menginginkan Moses juga seperti itu, bukan, bukan seperti itu…maksudnya ia tiba-tiba sadar selama ini ia tidak jatuh cinta pada Moses.

Semua terkuak ketika Adrian kehilangan ibunya. Ya, ibunya meninggal karena kecelakaan, ketika itu terjadi, Gia tidak bisa buru-buru di sampingnya karena dia sedang di bandung bersama Moses, ada kegiatan OSIS disana.

Saat itulah Freya datang untuk Adrian meskipun ia datang karena diminta Gia untuk menemani Adrian sebelum dia datang ke Jakarta. Di malam itu, hujan gerimis dan semua unek-unek Adrian tercurah pada Freya. Ia begitu mudahnya mencurahkan semua isi hatinya dan ia merasa lega akan hal itu, karena Freya mampu mengerti dirinya, memahaminya.

Dan setelah itu, timbullah perasaan-perasaan yang tidak seharusnya terjadi… pelukan di tengah hujan… dan ah ya… perasaan mereka berdua akhirnya tak bisa dibendung lagi. Semua sudah jelas terlihat, bahkan sorot mata mereka tak mampu menutupinya.

Perselingkuhan atau apalah namanya, Adrian dan Freya tidak menganggap seperti itu, mereka hanya tahu mereka saling sayang, suka, cinta. Padahal status mereka masih punya ikatan dengan Gia (bagi Adrian) serta Moses (bagi Freya).

Nyesek kan? Selingkuh dengan pacar sahabatnya sendiri. Dibelakang terlihat semua baik-baik aja. Nyatanya…? Berkhianat.

Tapi tetap saja aku merasa kisah dalam novel ini sah-sah saja, aku setuju dengan hubungan Adrian dan Freya. Loh..aku setuju mereka selingkuh? ckck dalam kehidupan nyata jelas aku menolak keras yang namanya perselingkuhan. Enak saja mencoreng sebuah hubungan dengan hal yang sangat brengsek seperti itu.

Ah tapi kasus Adrian-Freya membuatku setuju 😦

tetap saja TIDAK BOLEH!!

Sudut pandang yang dipakai dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama. mm, aku sampai lupa menyampaikan tokoh Erick, dia tuh kalau aku tebak sebagai sudut pandang orang pertama juga sebagai pelaku sampingan. Dia tokoh penguat menurutku, penguat kisah cinta diantara mereka berempat. Erick adalah sahabat Freya dari kecil.

 

Bagaimana akhir dari kisah cinta mereka? Pandanganmu pasti akan sama denganku saat membaca novel ini.

 

Aku kasih 4 bintang untuk kenangan putih abu-abu.

 

Tentang Penulis:

Winna2

Capricorn kelahiran tahun 1986, gemar menulis dan membaca, menyukai lagu-lagu melow, makanan manis dan warna putih. Menghabiskan sebagian masa kecil di Kuala Lumpur dan Brisbane, dan kini menetap di Jakarta.

Novel-novel lain Winna Efendi yang telah diterbitkan: Ai, Refrain, dan Glam Girls, Unbelievable.

Winna dapat dihubungi via email/fb winna.efendi@gmail.com, twitter @WinnaEfendi atau blog http://winna-efendi.blogspot.com